Kisah-kisah dalam Al-Quran, Pelajaran Penting Umat Manusia
Senin, 13 April 2020 - 11:12 WIB
loading...
A
A
A
Seperti yang di dalam al-Qur'an surat al-Kahfi ayat 64 maksudnya kedua orang itu kembali mengikuti jejak dari mana keduanya datang.
Kata qashash bisa bermakna urusan, berita, kabar maupun keadaan. Ditemukan dalam surat Ali Imron ayat 62 yang artinya sesungguhnya ini adalah berita-berita yang benar. Namun secara terminologi, menurut Manna al-Khalil al-Qaththan mendefinisikan qishashul quran sebagai pemberitaan al-Qur?an tentang hal ihwal umat-umat dahulu dan para nabi, serta peristiwa-peristiwa yang terjadi secara empiris.
Ayat yang menjelaskan tentang kisah-kisah inilah yang paling banyak mendominasi ayat-ayat al-Qur?an dengan menunjukkan keadaan negeri-negeri yang ditempatinya dan peninggalan jejak mereka.
Hal ini diungkapkan oleh al-Qur'an dengan menggunakan cara dan gaya bahasa yang menarik dan atau dengan cara shuratan nathiqah (artinya seolah-olah pembaca kisah tersebut menjadi pelaku sendiri yang menyaksikan peristiwa itu).
Menurut Hasbi al-Shididiy, qishahul quran adalah kabar-kabar al-qur'an mengenai keadaan umat yang telah lalu dan kenabian masa dahulu serta peristiwa-peristiwa yang telah terjadi.
Dari pengertian yang dikemukakan diatas dipahami bahwa kisah-kisah yang ditampilkan al-Qur'an adalah agar dapat dijadikan pelajaran dan sekaligus sebagai petunjuk yang berguna bagi setiap orang beriman dan bertaqwa dalam rangka memenuhi tujuan diciptakannya yaitu sebagai abdi dan khalifah pemakmur bumi dan isinya. Serta memberikan pengertian tentang sesuatu yang terjadi dengan sebenarnya agar dijadikan ibrah (pelajaran) untuk memperkokoh keimanan dan membimbing ke arah perbuatan yang baik dan benar.
Karakteristik kisah Al-Qur'an yaituberupa peristiwa nyata yang benar-benar terjadi. Kisah-kisah Al-Qur'an sejalan dalam kehidupan manusia/ Kisah-kisah al-Qur'an tidak sama dengan ilmu sejarah/ Kisah Al-Quran sering diulang-ulang.
Dua sisi pokok dari setiap sejarah sebagai cerita. Pertama, sisi seni pengungkapannya yang menyangkut langgam bahasa dan teknik penyajian.
Kedua, sisi isi yang menyangkut apa yang terjadi, kapan, di mana, siapa pelakunya dan mengapa terjadi.
Konsep kisah al-Qur'an dalam meningkatkan spiritual anak adalah: konsep irsyad (petunjuk), konsep dialogis, konsep hikmah dan i'tibar (hikmah dan pelajaran), konsep dzikra (mengingatkan), konsep takhwif dan tahdzir (ancaman).
Penuturan kisah-kisah al-Qur'an sarat dengan muatan edukatif bagi manusia khususnya pembaca dan pendengarnya. Kisah-kisah tersebut menjadi bagian dari metode pendidikan yang efektif bagi pembentukan jiwa yang mentaukhidkan Allah SWT.
Kata qashash bisa bermakna urusan, berita, kabar maupun keadaan. Ditemukan dalam surat Ali Imron ayat 62 yang artinya sesungguhnya ini adalah berita-berita yang benar. Namun secara terminologi, menurut Manna al-Khalil al-Qaththan mendefinisikan qishashul quran sebagai pemberitaan al-Qur?an tentang hal ihwal umat-umat dahulu dan para nabi, serta peristiwa-peristiwa yang terjadi secara empiris.
Ayat yang menjelaskan tentang kisah-kisah inilah yang paling banyak mendominasi ayat-ayat al-Qur?an dengan menunjukkan keadaan negeri-negeri yang ditempatinya dan peninggalan jejak mereka.
Hal ini diungkapkan oleh al-Qur'an dengan menggunakan cara dan gaya bahasa yang menarik dan atau dengan cara shuratan nathiqah (artinya seolah-olah pembaca kisah tersebut menjadi pelaku sendiri yang menyaksikan peristiwa itu).
Menurut Hasbi al-Shididiy, qishahul quran adalah kabar-kabar al-qur'an mengenai keadaan umat yang telah lalu dan kenabian masa dahulu serta peristiwa-peristiwa yang telah terjadi.
Dari pengertian yang dikemukakan diatas dipahami bahwa kisah-kisah yang ditampilkan al-Qur'an adalah agar dapat dijadikan pelajaran dan sekaligus sebagai petunjuk yang berguna bagi setiap orang beriman dan bertaqwa dalam rangka memenuhi tujuan diciptakannya yaitu sebagai abdi dan khalifah pemakmur bumi dan isinya. Serta memberikan pengertian tentang sesuatu yang terjadi dengan sebenarnya agar dijadikan ibrah (pelajaran) untuk memperkokoh keimanan dan membimbing ke arah perbuatan yang baik dan benar.
Karakteristik kisah Al-Qur'an yaituberupa peristiwa nyata yang benar-benar terjadi. Kisah-kisah Al-Qur'an sejalan dalam kehidupan manusia/ Kisah-kisah al-Qur'an tidak sama dengan ilmu sejarah/ Kisah Al-Quran sering diulang-ulang.
Dua sisi pokok dari setiap sejarah sebagai cerita. Pertama, sisi seni pengungkapannya yang menyangkut langgam bahasa dan teknik penyajian.
Kedua, sisi isi yang menyangkut apa yang terjadi, kapan, di mana, siapa pelakunya dan mengapa terjadi.
Konsep kisah al-Qur'an dalam meningkatkan spiritual anak adalah: konsep irsyad (petunjuk), konsep dialogis, konsep hikmah dan i'tibar (hikmah dan pelajaran), konsep dzikra (mengingatkan), konsep takhwif dan tahdzir (ancaman).
Penuturan kisah-kisah al-Qur'an sarat dengan muatan edukatif bagi manusia khususnya pembaca dan pendengarnya. Kisah-kisah tersebut menjadi bagian dari metode pendidikan yang efektif bagi pembentukan jiwa yang mentaukhidkan Allah SWT.
(mith)
Lihat Juga :