Merawat Kesalehan di Luar Ramadhan
Selasa, 19 Mei 2020 - 09:05 WIB
loading...
A
A
A
"Mudah-mudahan dengan momentum Ramadan ini kita mendapat curahan cinta kasih dan cinta kita kepada Allah, kita semua menjadi manusia yang mulia dengan cara selalu bermahabah kepada Allah yang Maha Rahman dan Rahim," katanya melalui laman YouTube Kata Ulama #04 : Ramadan Bulan Mahabah.
Sodikun melanjutkan, umat muslim diberikan kesempatan yang luar biasa pada bulan ini sebab bulan penuh rahmat ini terjadi pada 10 hari pertama. Selanjutnya merupakan detik-detik pengampunan yang diberikan oleh Alah SWT pada 10 hari kedua, dan pada 10 hari terakhir ialah waktu untuk memohon kepada Allah agar terbebas dari api neraka.
Dia menjelaskan, seorang hamba yang sadar dan yakin kepada Sang Pencinta pasti akan lebih mencintai Allah dari segala yang ada di jagat raya ini. Memang bukan berarti tidak boleh mencintai yang lain seperti cinta keluarga, cinta hidup, ataupun cinta kedudukan; namun dibandingkan dengan cinta Allah maka kesemuanya itu harus dijadikan medium saja, sebab di saat manusia lebih mencintai Allah maka jawaban yang Allah berikan adalah wujud kecintaan juga kepada hamba-Nya.
Melalui instrumen ibadah pada Ramadan yang hanya tersisa beberapa hari lagi, dia mengajak seluruh umat muslim untuk mengubah watak dan tabiat, serta seluruh perasaan hingga akal dan raganya bahwa semuanya adalah milik Allah SWT. Keyakinan itu harus dijadikan jembatan agar cinta umat manusia sampai kepada Allah SWT.
"Hidup akan penuh barakah dan selamat. Insya Allah akan diberikan kemuliaan dan kedahsyatan yang tidak pernah Allah berikan kepada hamba selain cinta Allah kepada kita," ujarnya. (Neneng Zubaidah)
Sodikun melanjutkan, umat muslim diberikan kesempatan yang luar biasa pada bulan ini sebab bulan penuh rahmat ini terjadi pada 10 hari pertama. Selanjutnya merupakan detik-detik pengampunan yang diberikan oleh Alah SWT pada 10 hari kedua, dan pada 10 hari terakhir ialah waktu untuk memohon kepada Allah agar terbebas dari api neraka.
Dia menjelaskan, seorang hamba yang sadar dan yakin kepada Sang Pencinta pasti akan lebih mencintai Allah dari segala yang ada di jagat raya ini. Memang bukan berarti tidak boleh mencintai yang lain seperti cinta keluarga, cinta hidup, ataupun cinta kedudukan; namun dibandingkan dengan cinta Allah maka kesemuanya itu harus dijadikan medium saja, sebab di saat manusia lebih mencintai Allah maka jawaban yang Allah berikan adalah wujud kecintaan juga kepada hamba-Nya.
Melalui instrumen ibadah pada Ramadan yang hanya tersisa beberapa hari lagi, dia mengajak seluruh umat muslim untuk mengubah watak dan tabiat, serta seluruh perasaan hingga akal dan raganya bahwa semuanya adalah milik Allah SWT. Keyakinan itu harus dijadikan jembatan agar cinta umat manusia sampai kepada Allah SWT.
"Hidup akan penuh barakah dan selamat. Insya Allah akan diberikan kemuliaan dan kedahsyatan yang tidak pernah Allah berikan kepada hamba selain cinta Allah kepada kita," ujarnya. (Neneng Zubaidah)
(ysw)
Lihat Juga :