Sedekah Apakah Paling Afdhol? Berikut Jawaban Nabi

loading...
Sedekah Apakah Paling Afdhol? Berikut Jawaban Nabi
Sedekah tidaklah mengurangi harta. Bahkan menambah harta seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai dan setiap tangkainya menumbuhkan 100 biji. Foto/Ist
Keutamaan bersedekah selain dapat meredam murkanya Allah, juga dapat menghapus dosa-dosa. Muncul pertanyaan, apakah sedekah yang paling afdhol (paling utama)?

Berikut sabda Nabi sebagaimana diterangkan dalam Hadis berikut:

يَا رَسُولَ اللَّهِ أَىُّ الصَّدَقَةِ أَفْضَلُ قَالَ جَهْدُ الْمُقِلِّ

Wahai Rasulullah, sedekah apakah yang paling utama? Beliau menjawab: " Sedekah yang diberikan secara susah payah oleh orang yang berharta sedikit." (HR Abu Daud, An Nasa'i dalam As Sunan Al Kubra, Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman)

Baca Juga: Jenis-jenis Sedekah yang Mendatangkan Pahala Besar



Ustaz Farid Nu'man Hasan menjelaskan, makna hadis di atas diperkuat oleh hadits lain yang mengatakan:

سَبَقَ دِرْهَمٌ مِائَةَ أَلْفٍ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَكَيْفَ قَالَ رَجُلٌ لَهُ دِرْهَمَانِ فَأَخَذَ أَحَدَهُمَا فَتَصَدَّقَ بِهِ وَرَجُلٌ لَهُ مَالٌ كَثِيرٌ فَأَخَذَ مِنْ عُرْضِ مَالِهِ مِائَةَ أَلْفٍ فَتَصَدَّقَ بِهَا

"Satu Dirham dapat mengalahkan seratus ribu Dirham." Mereka bertanya: "Wahai Rasulullah, bagaimana itu?" Beliau bersabda: "Ada seorang yang memiliki uang dua Dirham lalu dia menyedekahkan satu Dirham. Ada orang lain yang memiliki banyak harta dia mengambil kekayaannya itu seratus ribu Dirham lalu menyedekahkannya." (HR. An Nasa’i, Ibnu Khuzaimah, Al Baihaqi dalam As-Sunan Al Kubra. Imam Al Munawi mengatakan: isnadnya shahih. (At Taysir, 2/106). Juga dishahihkan oleh Ibnu Hibban dan Ibnu Khuzaimah).

Dalam timbangan akal bagaimana bisa sedekah satu Dirham mengalahkan seratus ribu Dirham? Itulah syariat. Syariat memandang tingkat kesulitan yang dialami pelakunya dalam menjalankan proses amal, bukan semata-mata angka-angka yang dikorbankannya.

Contoh yang dapat kita teladani adalah ketika Allah memuji kaum Anshar yang melakukan pengorbanan untuk kaum Muhajirin, dalam firmanNya:

وَيُؤْثِرُونَ عَلَى أَنْفُسِهِمْ وَلَوْ كَانَ بِهِمْ خَصَاصَةٌ وَمَنْ يُوقَ شُحَّ نَفْسِهِ فَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

"Dan mereka (kaum Anshar) mengutamakan (kaum Muhajirin), atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka dalam kesusahan. Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang orang yang beruntung." (QS Al Hasyr: 9)

Sebenarnya mereka juga sulit, berat, dan berkebutuhan yang sama dengan saudaranya, tetapi kekikiran yang ada pada jiwa mereka bisa tundukkan. Orang yang sedikit harta memiliki kesulitan dan kesusahan, dan kebutuhan, namun kondisi itu tidak membuatnya lupa atas keadaan saudaranya.

Inilah gambaran persaudaraan tertinggi dalam Islam. Jarang yang mampu melakukannya, meskipun kekurangan harta, mereka tetap bersedekah dan membantu saudaranya yang lain. Semoga kita bisa meneladani mereka.

Wallahu A'lam

Baca Juga: Sedekah Apakah Paling Manfaat untuk Orang yang Meninggal?
(rhs)
cover top ayah
وَمَا كَانَ قَوۡلَهُمۡ اِلَّاۤ اَنۡ قَالُوۡا رَبَّنَا اغۡفِرۡ لَنَا ذُنُوۡبَنَا وَاِسۡرَافَنَا فِىۡۤ اَمۡرِنَا وَ ثَبِّتۡ اَقۡدَامَنَا وَانۡصُرۡنَا عَلَى الۡقَوۡمِ الۡكٰفِرِيۡنَ
Dan tidak lain ucapan mereka hanyalah doa, “Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebihan (dalam) urusan kami dan tetapkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap orang-orang kafir.”

(QS. Ali 'Imran:147)
cover bottom ayah
TULIS KOMENTAR ANDA!