Ini Dia, Pencuri dan Pengkhianat Sejati dalam Sholat Berjamaah
Selasa, 23 Maret 2021 - 18:28 WIB
loading...
A
A
A
Tatkala selesai salat, maka Sa’id sembari berdzikir menarik bajunya dan Hajjaj pun menarik juga tak mau kalah. Setelah selesai berdzikir maka Sa’id mengatakan kepadanya, ‘Wahai pencuri! Wahai pengkhianat! Kamu salat seperti ini modelnya. Sungguh, ingin sekali aku menampar wajahmu dengan sandalku ini."
Hajjaj tidak membalas sedikit pun lalu pergi haji kemudian kembali ke Syam, lalu menjadi gubernur kota Hijaz. Pada saat usai membunuh Ibnu Zubair, dia pulang ke Madinah.
Baca juga: Tatkala Dua Pembesar NU dan Muhammadiyah Saling Mengimami Sholat Subuh
Tatkala dia masuk masjid, dia mendapati majelis Sa’id bin Musayyib, dia pun lalu menuju majelis Sa’id. Orang-orang ketakutan karena khawatir terjadi apa-apa pada Sa’id. Dia datang ke majelis sampai dekat dengannya lalu bertanya, ‘Anda guru di majelis ini?’
Jawab Sa’id dengan tegas, ‘Benar saya.’
Hajjaj mengatakan, ‘Semoga Allah membalas kebaikan kepada Guru, karena saya tidak salat setelah itu kecuali teringat dengan ucapan Anda.’ Setelah itu Hajjaj pergi.” (al-Bidāyah wan Nihāyah 9/119–120)
Sekadar mengingatkan, Said bin al-Musayyib bin Hazn bin Abi Wahb al-Makhzumi al-Quraisy (15 H/636-94 H/715 M) adalah salah seorang ulama ahli hadis dan ahli fiqih dari Madinah. Beliau termasuk golongan tabi'in, dan merupakan salah seorang dari Tujuh Fuqaha Madinah.
Di antara ketujuh tokoh Madinah tersebut, Said sering dianggap sebagai yang paling berpengaruh.
Said dikenal sangat tekun beribadah, telah melakukan haji lebih dari tiga puluh kali, dan selama empat puluh tahun tidak pernah meninggalkan salat berjemaah di baris (shaf) pertama di masjid.
Baca juga: Begini Kaitan Ilmu Falak dalam Penentuan Awal Waktu Sholat
Hajjaj tidak membalas sedikit pun lalu pergi haji kemudian kembali ke Syam, lalu menjadi gubernur kota Hijaz. Pada saat usai membunuh Ibnu Zubair, dia pulang ke Madinah.
Baca juga: Tatkala Dua Pembesar NU dan Muhammadiyah Saling Mengimami Sholat Subuh
Tatkala dia masuk masjid, dia mendapati majelis Sa’id bin Musayyib, dia pun lalu menuju majelis Sa’id. Orang-orang ketakutan karena khawatir terjadi apa-apa pada Sa’id. Dia datang ke majelis sampai dekat dengannya lalu bertanya, ‘Anda guru di majelis ini?’
Jawab Sa’id dengan tegas, ‘Benar saya.’
Hajjaj mengatakan, ‘Semoga Allah membalas kebaikan kepada Guru, karena saya tidak salat setelah itu kecuali teringat dengan ucapan Anda.’ Setelah itu Hajjaj pergi.” (al-Bidāyah wan Nihāyah 9/119–120)
Sekadar mengingatkan, Said bin al-Musayyib bin Hazn bin Abi Wahb al-Makhzumi al-Quraisy (15 H/636-94 H/715 M) adalah salah seorang ulama ahli hadis dan ahli fiqih dari Madinah. Beliau termasuk golongan tabi'in, dan merupakan salah seorang dari Tujuh Fuqaha Madinah.
Di antara ketujuh tokoh Madinah tersebut, Said sering dianggap sebagai yang paling berpengaruh.
Said dikenal sangat tekun beribadah, telah melakukan haji lebih dari tiga puluh kali, dan selama empat puluh tahun tidak pernah meninggalkan salat berjemaah di baris (shaf) pertama di masjid.
Baca juga: Begini Kaitan Ilmu Falak dalam Penentuan Awal Waktu Sholat
Lihat Juga :