Berbuat Maksiat, Gus Baha: Semua Diampuni Asal Jangan Cerita ke Orang Lain
Selasa, 30 Maret 2021 - 05:00 WIB
loading...
KH Bahauddin Nur Salim/Foto/Ilustrasi/Ist
A
A
A
RASULULLAH SAW bersabda: "Setiap umatku akan mendapat ampunan, kecuali orang-orang yang terang-terangan berbuat dosa. Seseorang berbuat (dosa) pada malam hari, kemudian pada pagi hari dia menceritakannya, padahal Allah telah menutupi perbuatannya tersebut." (HR Bukhari dan dan Muslim).
KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau yang biasa dipanggil Gus Baha mengomentari hadis ini menandaskan bahwa Nabi itu selain wahyu juga cerdas.
"Saya tidak bisa membayangkan jika setiap ahli maksiat jujur menceritakan kemaksiatan yang pernah dilakukan, maka itu sangat berbahaya. Bayangkan, jika anak dan cucunya mendengar cerita maksiat itu, maka setiap kali si anak atau cucunya mau berzina, maka dia bilang: halah, mbah juga dulu begitu," ujar Gus Baha dalam sebuah ceramahnya yang bisa diakses di Narukan TV dalam kanal YouTube.
Baca juga: Katanya Kiamat Sudah Dekat, Kok Nggak Kiamat-Kiamat? Ini Jawaban Gus Baha
Dalam hal maksiat memang dilarang jujur. "Sebaiknya tidak usah cerita tapi juga jangan belagak sok suci," katanya.
Menurut Gus Baha, jika jujur dalam berbuat dosa, boleh diceritakan, nanti bisa menjadi syariat.
Gus Baha mengaku sering mendapati pengakuan orang yang berbuat maksiat, namun ia meminta kepada orang tersebut untuk merasa tidak pernah bercerita kepadanya. "Lagian saya juga nggak begitu mendengar," ujarnya.
Seorang sopir bercerita kepada Gus Baha, bagaimana ia menggunakan uang dari hasil maksiat untuk maksiat. "Saya sekarang tobat ," ujar sopir itu. Gus Baha menjawab ada dua tobat yang mesti dilakukan. Pertama, tobat untuk tidak menceritakan maksiatnya itu lagi. Kedua, untuk tidak melakukan maksiat lagi. "Saya mewanti-wanti dosa itu tidak diampuni," katanya.
Hadis tentang larangan menceritakan perbuatan maksiat selengkapnya adalah berikut ini,
عن سالم بن عبد اللّه قال: سمعت أبا هريرة يقول سمعت رسول اللّه صلّى اللّه عليه وسلّم- يقول: كلّ أمّتي معافى إلّا المجاهرين، وإنّ من المجاهرة أن يعمل الرّجل باللّيل عملا، ثمّ يصبح وقد ستره اللّه فيقول: يا فلان عملت البارحة كذا وكذا، وقد بات يستره ربّه، ويصبح يكشف ستر اللّه عنه
KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau yang biasa dipanggil Gus Baha mengomentari hadis ini menandaskan bahwa Nabi itu selain wahyu juga cerdas.
"Saya tidak bisa membayangkan jika setiap ahli maksiat jujur menceritakan kemaksiatan yang pernah dilakukan, maka itu sangat berbahaya. Bayangkan, jika anak dan cucunya mendengar cerita maksiat itu, maka setiap kali si anak atau cucunya mau berzina, maka dia bilang: halah, mbah juga dulu begitu," ujar Gus Baha dalam sebuah ceramahnya yang bisa diakses di Narukan TV dalam kanal YouTube.
Baca juga: Katanya Kiamat Sudah Dekat, Kok Nggak Kiamat-Kiamat? Ini Jawaban Gus Baha
Dalam hal maksiat memang dilarang jujur. "Sebaiknya tidak usah cerita tapi juga jangan belagak sok suci," katanya.
Menurut Gus Baha, jika jujur dalam berbuat dosa, boleh diceritakan, nanti bisa menjadi syariat.
Gus Baha mengaku sering mendapati pengakuan orang yang berbuat maksiat, namun ia meminta kepada orang tersebut untuk merasa tidak pernah bercerita kepadanya. "Lagian saya juga nggak begitu mendengar," ujarnya.
Seorang sopir bercerita kepada Gus Baha, bagaimana ia menggunakan uang dari hasil maksiat untuk maksiat. "Saya sekarang tobat ," ujar sopir itu. Gus Baha menjawab ada dua tobat yang mesti dilakukan. Pertama, tobat untuk tidak menceritakan maksiatnya itu lagi. Kedua, untuk tidak melakukan maksiat lagi. "Saya mewanti-wanti dosa itu tidak diampuni," katanya.
Hadis tentang larangan menceritakan perbuatan maksiat selengkapnya adalah berikut ini,
عن سالم بن عبد اللّه قال: سمعت أبا هريرة يقول سمعت رسول اللّه صلّى اللّه عليه وسلّم- يقول: كلّ أمّتي معافى إلّا المجاهرين، وإنّ من المجاهرة أن يعمل الرّجل باللّيل عملا، ثمّ يصبح وقد ستره اللّه فيقول: يا فلان عملت البارحة كذا وكذا، وقد بات يستره ربّه، ويصبح يكشف ستر اللّه عنه
Lihat Juga :