Pidato Rasulullah Jelang Ramadhan: Rezeki Kaum Mukmin Ditambah
Sabtu, 03 April 2021 - 19:55 WIB
loading...
Ilustrasi/Ist
A
A
A
BULAN Sya’ban segera meninggalkan kita. Bulan Ramadhan yang ditunggu-tunggu umat Islam sudah berada di ambang pintu.
Suatu ketika, menjelang tibanya bulan suci Ramadhan itu, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam (SAW) berpidato di hadapan para sahabatnya.
Ceramah di penghujung bulan Sya’ban tersebut berisi tentang informasi keistimewaan Ramadhan , serta anjuran untuk meningkatkan penghambaan kepada Allah dan kepedulian sosial.
Baca juga: Partai Ummat Dideklarasikan 17 Ramadhan, Ini Bocoran Rangkaian Acaranya
Yang menarik, Rasulullah menggunakan redaksi sapaan “yâ ayyuhannâs” (wahai manusia) saat mengawali pidatonya, yang menandakan bahwa pesan tersebut berlaku umum bagi seluruh umat, bukan kaum Muslimin semata.
Berikut isi lengkap pidato tersebut dikutip dari laman resmi Nahdlatul Ulama (NU) :
“Wahai manusia, sungguh bulan agung dan penuh berkah telah menaungi kalian. Bulan yang di dalamnya terdapat suatu malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan.
Pada bulan itu, Allah menjadikan puasanya sebagai suatu kewajiban dan qiyam atau salat di malam harinya sebagai ibadah sunnah.
Siapa yang mendekatkan diri kepada Allah dengan suatu kebajikan, maka nilainya sama dengan mengerjakan kewajiban di bulan lain.
Siapa yang mengerjakan suatu kewajiban dalam bulan Ramadhan tersebut, maka sama dengan menjalankan tujuh puluh kewajiban di bulan lain.”
“Ramadhan itu adalah bulan kesabaran; sedangkan ketabahan dan kesabaran, balasannya adalah surga. Ramadhan adalah bulan pertolongan. Pada bulan itu rezeki orang-orang mukmin ditambah.”
Suatu ketika, menjelang tibanya bulan suci Ramadhan itu, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam (SAW) berpidato di hadapan para sahabatnya.
Ceramah di penghujung bulan Sya’ban tersebut berisi tentang informasi keistimewaan Ramadhan , serta anjuran untuk meningkatkan penghambaan kepada Allah dan kepedulian sosial.
Baca juga: Partai Ummat Dideklarasikan 17 Ramadhan, Ini Bocoran Rangkaian Acaranya
Yang menarik, Rasulullah menggunakan redaksi sapaan “yâ ayyuhannâs” (wahai manusia) saat mengawali pidatonya, yang menandakan bahwa pesan tersebut berlaku umum bagi seluruh umat, bukan kaum Muslimin semata.
Berikut isi lengkap pidato tersebut dikutip dari laman resmi Nahdlatul Ulama (NU) :
“Wahai manusia, sungguh bulan agung dan penuh berkah telah menaungi kalian. Bulan yang di dalamnya terdapat suatu malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan.
Pada bulan itu, Allah menjadikan puasanya sebagai suatu kewajiban dan qiyam atau salat di malam harinya sebagai ibadah sunnah.
Siapa yang mendekatkan diri kepada Allah dengan suatu kebajikan, maka nilainya sama dengan mengerjakan kewajiban di bulan lain.
Siapa yang mengerjakan suatu kewajiban dalam bulan Ramadhan tersebut, maka sama dengan menjalankan tujuh puluh kewajiban di bulan lain.”
“Ramadhan itu adalah bulan kesabaran; sedangkan ketabahan dan kesabaran, balasannya adalah surga. Ramadhan adalah bulan pertolongan. Pada bulan itu rezeki orang-orang mukmin ditambah.”
Lihat Juga :