Takut Kepada Makhluk Ghaib? Hati-hati Terjerumus Syirik
Jum'at, 09 April 2021 - 17:22 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Inilah Orang-orang yang Diperbolehkan Tidak Berpuasa Ramadhan
1. Khauf As Sirri
Yakni takut yang samar. Rasa takut jenis ini disertai dengan rasa rendah diri, merendahkan diri, serta mengagungkan kepada hal yang ditakuti. Karena itulah takut jenis ini hanya boleh ditujukan kepada Allah Ta’ala. Jika memiliki rasa takut ini kepada selain Allah, maka seseorang jatuh ke dalam dosa syirik yang besar.
Beberapa manusia terjatuh pada syirik ini karena memiliki keyakinan bahwasanya sesuatu selain Allah dapat memberikan manfaat ataupun mudarat. Contohnya, takut kepada berhala, takut kepada wali, atau takut kepada orang mati. Para penyembah kubur termasuk pula di dalamnya. Lalu bagaimana ketakutan pada setan dan jin?
Syekh Shalih Alu Syaikh menjelaskan, jika seseorang takut bahwasanya ia akan ditangkap atau diganggu oleh jin dan setan, maka ia termasuk dalam khauf sirri. Pun seseorang yang memiliki keyakinan bahwasanya setan dan jin memiliki kekuatan yang mengancamnya tanpa sebab. Akibat keyakinan itu, ia kemudian merasa takut pada jin dan setan. Ketakutan ini termasuk dalam jenis khauf as sirri.
Baca juga: Prabowo Bentuk Pasukan Pengawalan Khusus, Apa Saja Tugas-tugasnya?
Salah satu contoh nyata yang sering terjadi dan ditemui di tengah masyarakat yakni seseorang merasa takut saat melewati tempat sunyi, gelap, atau melewati kubur dan tempat yang dianggap angker, lalu karena ketakutan itu, ia pamit atau meminta izin hendak lewat. “Mbah, Nyai, permisi... nyuwun sewu... mau lewat,” dan ucapan-ucapan semisalnya.
Kebiasaan masyarakat tersebut ternyata jatuh pada syirik karena memiliki khauf as sirri. Mereka merasa takut karena meyakini akan diganggu jin atau setan jika melewati tempat-tempat yang dianggap ‘berpenghuni’.
Jika disimpulkan, seseorang akan terjatuh pada dosa syirik karena khauf as sirri pada setan dan jin jika memiliki perasaan sebagai berikut;
a. Mengagungkan setan dan jin
b. Merasa rendah kepada jin dan setan
c. Meyakini jin dan setan dapat memberi manfaat atau mudarat secara tidak langsung dan tanpa sebab.
Baca juga: Wapres Ungkap Banyak Aset Wakaf Properti di RI Belum Dikembangkan Maksimal
2. Khauf Thabi’i
1. Khauf As Sirri
Yakni takut yang samar. Rasa takut jenis ini disertai dengan rasa rendah diri, merendahkan diri, serta mengagungkan kepada hal yang ditakuti. Karena itulah takut jenis ini hanya boleh ditujukan kepada Allah Ta’ala. Jika memiliki rasa takut ini kepada selain Allah, maka seseorang jatuh ke dalam dosa syirik yang besar.
Beberapa manusia terjatuh pada syirik ini karena memiliki keyakinan bahwasanya sesuatu selain Allah dapat memberikan manfaat ataupun mudarat. Contohnya, takut kepada berhala, takut kepada wali, atau takut kepada orang mati. Para penyembah kubur termasuk pula di dalamnya. Lalu bagaimana ketakutan pada setan dan jin?
Syekh Shalih Alu Syaikh menjelaskan, jika seseorang takut bahwasanya ia akan ditangkap atau diganggu oleh jin dan setan, maka ia termasuk dalam khauf sirri. Pun seseorang yang memiliki keyakinan bahwasanya setan dan jin memiliki kekuatan yang mengancamnya tanpa sebab. Akibat keyakinan itu, ia kemudian merasa takut pada jin dan setan. Ketakutan ini termasuk dalam jenis khauf as sirri.
Baca juga: Prabowo Bentuk Pasukan Pengawalan Khusus, Apa Saja Tugas-tugasnya?
Salah satu contoh nyata yang sering terjadi dan ditemui di tengah masyarakat yakni seseorang merasa takut saat melewati tempat sunyi, gelap, atau melewati kubur dan tempat yang dianggap angker, lalu karena ketakutan itu, ia pamit atau meminta izin hendak lewat. “Mbah, Nyai, permisi... nyuwun sewu... mau lewat,” dan ucapan-ucapan semisalnya.
Kebiasaan masyarakat tersebut ternyata jatuh pada syirik karena memiliki khauf as sirri. Mereka merasa takut karena meyakini akan diganggu jin atau setan jika melewati tempat-tempat yang dianggap ‘berpenghuni’.
Jika disimpulkan, seseorang akan terjatuh pada dosa syirik karena khauf as sirri pada setan dan jin jika memiliki perasaan sebagai berikut;
a. Mengagungkan setan dan jin
b. Merasa rendah kepada jin dan setan
c. Meyakini jin dan setan dapat memberi manfaat atau mudarat secara tidak langsung dan tanpa sebab.
Baca juga: Wapres Ungkap Banyak Aset Wakaf Properti di RI Belum Dikembangkan Maksimal
2. Khauf Thabi’i
Lihat Juga :