Inilah Orang-orang yang Diperbolehkan Tidak Berpuasa Ramadhan

loading...
Inilah Orang-orang yang Diperbolehkan Tidak Berpuasa Ramadhan
Ada 5 golongan orang yang diperbolehkan tidak menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan, salah satunya para musafir. Foto ilustrasi/ist
Bulan suci Ramadhan, adalah waktunya bagi setiap muslim menjalankan puasa wajib . Namun demikian, Allah Subhanahu wa Ta’ala memberi kemudahan dan tidak menginginkan kesulitan bagi hamba-Nya yang memang disyaratkan tidak bisa menjalankan ibadah puasa Ramadhan ini. Siapa saja orang-orang yang diperbolehkan tidak berpuasa Ramadhan?

Baca juga: 6 Keistimewaan Bulan Suci Ramadhan

Ustadz Ahmad Zainuddin Lc dalam ceramah kajian Islam ilmiah yang digelar kanal muslim Rodja menjelaskan, ada beberapa orang yang diperbolehkan tidak menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan. Mereka adalah sebagai berikut;

1. Musafir

Telah diriwayatkan hadis-hadis yang shahih dalam perkara ini, yaitu seorang musafir boleh untuk memilih di dalam berpuasa. Kita tidak melupakan bahwa rahmat Tuhan ini telah disebutkan di dalam Al-Qur’an yang Mulia, Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang berfirman:



وَمَنْ كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ ۗ يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ

“Dan barangsiapa yang sakit dari kalian atau bepergian, hendaklah dia berbuka dan mengqadha’ dilain hari. Allah Subhanahu wa Ta’ala menginginkan kemudahan dan tidak tidak menginginkan bagi kalian kesulitan.” (QS. Al-Baqarah: 185)

Hamzah bin Amr Al-Aslami pernah bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Apakah boleh aku berpuasa dalam safar?” -dan Hamzah bin Amr Radhiyallahu ‘Anhu terkenal sebagai orang yang banyak melakukan puasa- maka Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda. “Berpuasalah jika engkau menginginkan dan berbukalah jika engkau menginginkan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini menunjukkan bahwa orang yang bersafar boleh memilih hendak berpausa atau tidak.

Baca juga: Inilah Tipe Suami Terburuk Dalam Islam

Dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘Anhu berkata : “Aku pernah bersafar bersama Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pada waktu bulan Ramadhan, orang yang berpuasa tidak mencela atas orang yang berbuka dan orang yang berbuka tidak mencela atas orang yang berpuasa.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis-hadis ini memberikan faedah bolehnya memilih dan bukan sebuah keutamaan. Apabila orang yang berpuasa saat bersafar, maka dia bukan berarti lebih utama dibandingkan yang tidak berpuasa. Akan tetapi dimungkinkan berdalil keutamaan berbuka saat bersafar dengan hadis-hadis yang umum, di antaranya yaitu sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam:

إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ أَنْ تُؤْتِى رُخْصَهُ كَمَا يَكْرَهُ أَنْ تُؤْتِى مَعْصِيَتَهُ

“Sesungguhnya Allah mencintai untuk keringanannya dikerjakan, sebagaimana Allah membenci untuk maksiatnya dilaksanakan.” (HR. Ahmad, Ibnu Hibban, dari ‘Abdullah bin ‘Umar dengan sanadnya yang shahih)

Sebagaimana dalam riwayat lain:

كَمَا يُحِبُّ أَنْ تُؤْتِى عَزَائِمَهُ

“Sebagaimana Allah menyukai perintah-perintahNya dikerjakan.” (HR. Ibnu Hibban, Al-Bazzar dan Ath-Thabrani)

Menurut Ustadz Ahmad Zainuddin, apabila seorang yang bersafar, maka lebih utama dia berbuka. Akan tetapi dimungkinkan untuk membatasi hal itu dengan orang yang tidak mempunyai kesulitan ketika mengqadha’ dan menunaikan ibadah puasa, agar keringanan tersebut tidak menjadi bumerang bagi dia.

Baca juga: Saat Istri Cemburu, Bagaimana Sikap Suami?
halaman ke-1
cover top ayah
وَ ذَا النُّوۡنِ اِذْ ذَّهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ اَنۡ لَّنۡ نَّـقۡدِرَ عَلَيۡهِ فَنَادٰى فِى الظُّلُمٰتِ اَنۡ لَّاۤ اِلٰهَ اِلَّاۤ اَنۡتَ سُبۡحٰنَكَ ‌ۖ اِنِّىۡ كُنۡتُ مِنَ الظّٰلِمِيۡنَ‌
Dan (ingatlah kisah) Zun Nun (Yunus), ketika dia pergi dalam keadaan marah, lalu dia menyangka bahwa Kami tidak akan menyulitkannya, maka dia berdoa dalam keadaan yang sangat gelap, ”Tidak ada tuhan selain Engkau, Mahasuci Engkau. Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zhalim.”

(QS. Al-Anbiya:87)
cover bottom ayah
TULIS KOMENTAR ANDA!