Waspadai Pandangan Mata yang Khianat
Senin, 12 April 2021 - 18:04 WIB
loading...
Allah Maha Mengetahui. Manusia tidak bisa menyembunyikan sesuatu apapun, termasuk dalam hatinya, karena Allah mahamengetahui rahasia yang ada di hati. Dia mengetahui seluk beluk hati dan perasaan manusia. Foto ilustrasi/ist
A
A
A
Khianat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan dengan tipu daya , perbuatan yang bertentangan dengan janji, atau perbuatan tidak setia . Khianat adalah bentuk perbuatan tercela yang sangat menyakitkan hati . Lantas, apa yang dimaksud dengan pandangan yang khianat? Seperti apa bentuknya?
Baca juga: Agar Melaksanakan Puasa Ramadhan Terasa Ringan, Amalkan 6 Hal Ini!
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :
يَعْلَمُ خَائِنَةَ الْأَعْيُنِ وَمَا تُخْفِي الصُّدُورُ ﴿١٩
“Dia mengetahui (pandangan) mata yang khianat dan apa yang disembunyikan oleh hati.” (QS. Al Mu’min: 19)
Dari ayat ini, Allah beritahukan bahwasanya Dia mengetahui pandangan mata yang berkhianat, meski ia menampakkan kejujuran. Dia mengetahui seluk beluk hati dan perasaan.
Baca juga: 4 Amalan yang Menjadi Jalan Menuju Surga Menurut Imam Ahmad
Dalam Kitab Tafsir Ibnu Katsir dijelaskan "Allah Subhanahu wa Ta’ala memberitahukan perihal pengetahuan-Nya yang sempurna, meliputi segala sesuatu yang besar maupun yang kecil, dan yang terperinci maupun yang halus. Allah beritahukan hal ini agar manusia berhati-hati akan pengetahuan Allah terhadap mereka, sehingga mereka merasa malu kepada Allah dengan sebenar-benar rasa malu. Juga agar mereka bertaqwa kepada-Nya dengan sepenuh ketakwaan, dan agar mereka merasa selalu diawasi oleh-Nya, layaknya sikap orang yang mengetahui bahwa Dia melihatnya."(Tafsir Ibnu Katsir)
Baca juga: Hukum Puasa Wanita Hamil dan Menyusui
Ad-Dhahhak mengatakan bahwa maksud dari خَائِنَةَ الْأَعْيُنِ “Pandangan mata yang khianat,” adalah al-ghamzu (pemberian isyarat dengan mata untuk maksud tidak baik). Termasuk pula ucapan seseorang, ‘Saya telah melihat,’ padahal ia belum melihatnya. Atau ucapan seseorang, ‘Saya belum melihat,’ padahal ia telah melihatnya.”
Sedangkan Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma menjelaskan maksud ayat Al Mu'min : 19 ini, “Yaitu seorang lelaki yang sedang bersama dengan teman-temannya. Lalu lewatlah wanita di depan mereka. Lelaki tersebut berpura-pura menundukkan pandangan mata. Bila merasa teman-temannya tidak memperhatikannya, maka dia melirik wanita tadi. Namun jika ia khawatir mereka memergokinya, maka iapun kembali menundukkan mata. Sungguh Allah mengetahui keinginan hatinya untuk melihat aurat wanita tersebut”. (Diriwayatkan oleh Ibn Abi Syaibah dalam al-Mushannaf).
Baca juga: BKPM Jadi Kementerian, Gak Ngaruh buat Genjot Investasi
Ibnu Abbas radhiyallahu'anhuma berkata tentang firman Allah; وَمَا تُخْفِي الصُّدُورُ “Dan apa yang disembunyikan oleh hati.” “Dia mengetahui manakala kamu telah menetapkan di dalam hatimu, apakah hatimu berzina atau tidak."
Baca juga: Agar Melaksanakan Puasa Ramadhan Terasa Ringan, Amalkan 6 Hal Ini!
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :
يَعْلَمُ خَائِنَةَ الْأَعْيُنِ وَمَا تُخْفِي الصُّدُورُ ﴿١٩
“Dia mengetahui (pandangan) mata yang khianat dan apa yang disembunyikan oleh hati.” (QS. Al Mu’min: 19)
Dari ayat ini, Allah beritahukan bahwasanya Dia mengetahui pandangan mata yang berkhianat, meski ia menampakkan kejujuran. Dia mengetahui seluk beluk hati dan perasaan.
Baca juga: 4 Amalan yang Menjadi Jalan Menuju Surga Menurut Imam Ahmad
Dalam Kitab Tafsir Ibnu Katsir dijelaskan "Allah Subhanahu wa Ta’ala memberitahukan perihal pengetahuan-Nya yang sempurna, meliputi segala sesuatu yang besar maupun yang kecil, dan yang terperinci maupun yang halus. Allah beritahukan hal ini agar manusia berhati-hati akan pengetahuan Allah terhadap mereka, sehingga mereka merasa malu kepada Allah dengan sebenar-benar rasa malu. Juga agar mereka bertaqwa kepada-Nya dengan sepenuh ketakwaan, dan agar mereka merasa selalu diawasi oleh-Nya, layaknya sikap orang yang mengetahui bahwa Dia melihatnya."(Tafsir Ibnu Katsir)
Baca juga: Hukum Puasa Wanita Hamil dan Menyusui
Ad-Dhahhak mengatakan bahwa maksud dari خَائِنَةَ الْأَعْيُنِ “Pandangan mata yang khianat,” adalah al-ghamzu (pemberian isyarat dengan mata untuk maksud tidak baik). Termasuk pula ucapan seseorang, ‘Saya telah melihat,’ padahal ia belum melihatnya. Atau ucapan seseorang, ‘Saya belum melihat,’ padahal ia telah melihatnya.”
Sedangkan Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma menjelaskan maksud ayat Al Mu'min : 19 ini, “Yaitu seorang lelaki yang sedang bersama dengan teman-temannya. Lalu lewatlah wanita di depan mereka. Lelaki tersebut berpura-pura menundukkan pandangan mata. Bila merasa teman-temannya tidak memperhatikannya, maka dia melirik wanita tadi. Namun jika ia khawatir mereka memergokinya, maka iapun kembali menundukkan mata. Sungguh Allah mengetahui keinginan hatinya untuk melihat aurat wanita tersebut”. (Diriwayatkan oleh Ibn Abi Syaibah dalam al-Mushannaf).
Baca juga: BKPM Jadi Kementerian, Gak Ngaruh buat Genjot Investasi
Ibnu Abbas radhiyallahu'anhuma berkata tentang firman Allah; وَمَا تُخْفِي الصُّدُورُ “Dan apa yang disembunyikan oleh hati.” “Dia mengetahui manakala kamu telah menetapkan di dalam hatimu, apakah hatimu berzina atau tidak."
Lihat Juga :