Kesederhanaan Rasulullah SAW Saat Berbuka Puasa

loading...
Kesederhanaan Rasulullah SAW Saat Berbuka Puasa
Rasulullah SAW adalah pemimpin negara, pemimpin umat, pemimpin di tanah Arab, namun kehidupan beliau tidaklah dilingkari emas dan permata, begitu sangat sederhana. Foto ilustrasi/ist
Nabi Muhammad Shallallahu‘alaihi wa sallam adalah sebaik-baiknya teladan manusia dalam kesederhanaan. Padahal, Rasulullah adalah pemimpin negara, pemimpin umat , pemimpin di tanah Arab, namun kehidupan beliau tidaklah dilingkari emas dan permata. Bahkan untuk berbuka puasa saja, Nabi SAW menyantap makanan dan minuman yang sangat sederhana.

Baca juga: Cara Berbuka Puasa Sesuai Sunnah

Dalam hadis Bukhari dan Muslim dikisahkan, saat berpuasa, menu sahur atau berbuka Nabi Shallallahu alaihi wa sallam hanya itu-itu saja. Jika ada makanan berlebih, maka itu sangat jarang terjadi. Tak ada perbedaan menu saat puasa ataupun tidak, saat Ramadhan ataupun bulan lain. Menu keluarga Rasulullah tak pernah roti dalam dua hari berturut-turut dan tak pernah berkuah dalam tiga hari berturut-turut.

Baca juga: 5 Amalan yang Bisa Dilakukan Perempuan Haid Agar Tetap Mendapat Pahala Ramadhan

Ummul Mukminin Aisyah-lah yang mengabarkan tentang kesederhanaan tersebut. Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata, “Keluarga Muhammad tidak pernah merasakan kenyang karena makan roti gandum yang diberi idam (semacam kuah) dalam tiga hari, sampai ia bertemu dengan Allah (wafat).” (HR. Al Bukhari dan Muslim).



Dalam riwayat lain, Aisyah berkata, “Keluarga Muhammad tidak pernah merasakan kenyang karena makan roti gandum dalam dua hari, sampai beliau wafat.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Baca juga: Hati-hati Dengan Ucapan yang Paling Dibenci Allah SWT Ini

Sejak Rasulullah hijrah ke Madinah hingga wafat, beliau tak pernah merasakan kenyang. Puasa Ramadhan disyariatkan saat beliau berada di Madinah. Artinya, nabiyullah tak pernah berbuka puasa dengan makanan yang membuat beliau kenyang. Jika menu berbuka saja tidak mengenyangkan, maka sahur tentunya lebih kecil dari itu.

Dari Nu’man bin Basyir radhiallahu’anhu, beliau berkata kepada para sahabat nabi yang lain, “Bukankah kalian bisa makan dan minum semau kalian? Sungguh aku melihat Nabi kalian tidak memiliki daql (kurma yang kondisinya buruk) sama sekali. Dan tidak ada makanan yang bisa memenuhi perutnya.” (HR. Muslim).

Baca juga: Kilas Balik Penemuan CVR Sriwijaya Air hingga Berhasil Diunduh KNKT

Dari Malik bin Dinar, ia berkisah, “Rasulullah tidak pernah merasakan kenyang karena makan roti atau kenyang karena makan daging, kecuali jika sedang menjamu tamu.” (HR. At Tirmidzi).

Apa yang Dimakan Nabi Saat Berbuka?

“Biasanya Rasulullah berbuka puasa dengan ruthab sebelum shalat (Maghrib). Jika tidak ada ruthab (kurma muda), maka dengan tamr (kurma matang). Jika tidak ada tamr maka beliau meneguk beberapa teguk air.” (HR. Abu Dawud).

Baca juga: Pimpinan DPR Minta Perusahaan Bayar THR Pekerja Sesuai Aturan

Ternyata, menu berbuka nabi hanyalah beberapa buah kurma. Bahkan jika tak menjumpai kurma, maka beliau hanya minum air putih. Menu yang teramat sederhana ini memang biasa dihidangkan di keluarga nabi. Rasulullah sering kali memakan kurma dan meminum air saja.

Seperti yang dikisahkan Aisyah, “Sesungguhnya kami, keluarga Muhammad pernah selama sebulan tidak menyalakan api (tidak memasak apapun) kecuali kurma dan air.” (HR. Muslim dan At Tirmidzi).

Baca juga: Ngeri! Kerugian Investasi Ilegal Satu Dekade Terakhir Capai Rp114,9 T

Wallahu A'lam
(wid)
cover top ayah
وَقَدۡ نَزَّلَ عَلَيۡكُمۡ فِى الۡـكِتٰبِ اَنۡ اِذَا سَمِعۡتُمۡ اٰيٰتِ اللّٰهِ يُكۡفَرُ بِهَا وَيُسۡتَهۡزَاُبِهَا فَلَا تَقۡعُدُوۡا مَعَهُمۡ حَتّٰى يَخُوۡضُوۡا فِىۡ حَدِيۡثٍ غَيۡرِهٖۤ‌ ‌ ۖ اِنَّكُمۡ اِذًا مِّثۡلُهُمۡ‌ؕ اِنَّ اللّٰهَ جَامِعُ‌‌‌الۡمُنٰفِقِيۡنَ وَالۡكٰفِرِيۡنَ فِىۡ جَهَـنَّمَ جَمِيۡعَا
Dan sungguh, Allah telah menurunkan (ketentuan) bagimu di dalam Kitab (Al-Qur'an) bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan diperolok-olokkan (oleh orang-orang kafir), maka janganlah kamu duduk bersama mereka, sebelum mereka memasuki pembicaraan yang lain. Karena (kalau tetap duduk dengan mereka), tentulah kamu serupa dengan mereka. Sungguh, Allah akan mengumpulkan semua orang-orang munafik dan orang-orang kafir di neraka Jahanam,

(QS. An-Nisa:140)
cover bottom ayah
TULIS KOMENTAR ANDA!