5 Amalan yang Bisa Dilakukan Perempuan Haid Agar Tetap Mendapat Pahala Ramadhan

loading...
5 Amalan yang Bisa Dilakukan Perempuan Haid Agar Tetap Mendapat Pahala Ramadhan
Banyak amalan sunnah yang memiliki pahala besar bisa dilakukan oleh kaum muslimah yang tengah mengalami haid, begitupun saat bulan suci Ramadhan. Foto ilustrasi/ist
Muslimah, kodrat kaum perempuan yang sudah baligh yakni mengalami haid dan mestruasi. Siklus bulanan ini, bisa jadi datang pada di awal Ramadhan, yang membuat sebagian kaum muslimah kecewa karena tidak bisa melaksanakan ibadah puasa wajib ini. Lantas, adakah amalan yang bisa dilakukan kaum perempuan yang tengah berhadast besar ini, agar tetap mendapat pahala Ramadhan?

Baca juga; Waspadai Pandangan Mata yang Khianat

Kekecewaan tidak dapat melaksanakan ibadah karena hadi pernah dialami ummul mukminin Aisyah radhiyallahu'anha. Namun karena kondisi tersebut, Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam pernah menghibur Aisyah yang bersedih karena keburu datang bulan, padahal belum sempat menjalankan manasik haji.

Dari ‘Aisyah ra berkata, “Kami keluar (safar) bersama Nabi SAW, dan tujuan kami hanyalah ibadah haji. Sampai ketika kami tiba di Sarif atau dekat dengannya, aku mengalami haid. Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam masuk menemuiku sementara aku sedang menangis. Lalu beliau bertanya, ‘Apakah engkau mengalami nifas?’ [maksudnya adalah haid (menstruasi)].

Aisyah berkata, “Aku jawab, ’Iya.’ Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Sesungguhnya ini adalah sesuatu yang telah Allah tetapkan (takdirkan) bagi kaum wanita dari anak cucu Adam. Maka lakukanlah amalan-amalan haji, hanya saja janganlah engkau Tawaf di Kakbah sebelum engkau mandi (setelah suci dari haid).’



Baca juga: 4 Amalan yang Menjadi Jalan Menuju Surga Menurut Imam Ahmad

Aisyah berkata, ‘Kemudian Rasulullah SAW berkurban dengan menyembelih seekor sapi yang diniatkan untuk semua istrinya.’” (HR Bukhari – Muslim).

Lalu bagaimana agar setiap muslimah yang tengah mengalami siklus bulanan ini dapat pahala Ramadhannya?
Ustadz Dr (HC) Adi Hidayat, Lc, MA, Direktur Quantum Akhyar Institute, mengatakan perempuan yang terkena haid harusnya tidak perlu kecewa, Soalnya, pahala amalan rutin yang dilakukan saat dirinya suci akan diberikan secara sempurna. "Ketika suci dia banyak melakukan amalan-amalan secara rutin, maka tatkala datang bulan pahala amalan-amalan baik itu tetap diberikan, selama dirinya haid" katanya dalam kanal youtubenya, beberapa waktu lalu.

Itu sebabnya, rugi bagi perempuan yang ketika suci hanya menjalankan amalan-amalan fardu saja. Sebab dia pun hanya akan mendapatkan pahala amalan yang fardu saja ketika haid. Padahal jika ia melakukan juga yang sunnah-sunnah, maka ketika haid akan mendapat pahala yang fardu maupun sunnah kendati ia sedang tidak menjalankan ibadah tersebut karena haid.

Baca juga: Hukum Puasa Wanita Hamil dan Menyusui

Haid di saat puasa secara otomatis membatalkan puasa sehingga diharuskan mengganti (qadla’) di luar Ramadhan. Mengkaji pendapat dai yang akrab disapa UAH tersebut, maka pahala puasa bagi perempuan yang sedang haid akan tetap diberikan secara sempurna.

Dinukil dari beberapa sumber, berikut amalan-amalan sunnah yang bisa dilakukan perempuan mestruasi agar tetap mendapat pahala Ramadhan, di anataranya:

1. Memperbanyak sedekah

Diriwayatkan oleh Imam Muslim bahwa Dari Abdullah bin Umar dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwa bersabda: “Wahai kaum wanita! Bersedekahlah kamu dan perbanyakkanlah istighfar. Karena, aku melihat kaum wanitalah yang paling banyak menjadi penghuni Neraka.” (HR. Muslim)

Nah muslimah, mari kita perbanyak sedekah dan beramal infaq selama Ramadan ya!

Baca juga: KSAD Berikan Babinsa Seragam Khusus, Aman dari Serangan Senjata Tajam

2. Mencari ilmu.

Mencari ilmu menjadi pilihan bagus ibadah bagi perempuan yang sedang haid atau nifas, baik dilakukan secara otodidak dengan membaca buku atau kitab, ataupun melalui bimbingan guru dengan cara daring. Mencari ilmu dalam Islam bersifat wajib (faridlah). Manfaatnya yang sangat besar bagi diri sendiri dan orang lain membuat kegiatan tersebut masuk kategori ibadah, bahkan setara dengan jihad.

تَعَلَّمُوا الْعِلْمَ فَإِنَّ تَعَلُّمَهُ لِلهِ خَشْيَةٌ، وَطَلَبَهُ عِبَادَةٌ، وَمدَارَسَتَهُ تَسْبِيحٌ، وَالْبَحْثُ عَنْهُ جِهَادٌ
halaman ke-1
cover top ayah
وَنَادَوۡا يٰمٰلِكُ لِيَقۡضِ عَلَيۡنَا رَبُّكَ‌ؕ قَالَ اِنَّكُمۡ مّٰكِثُوۡنَ
Dan mereka berseru, “Wahai (Malaikat) Malik! Biarlah Tuhanmu mematikan kami saja.” Dia menjawab, “Sungguh, kamu akan tetap tinggal (di neraka ini).”

(QS. Az-Zukhruf:77)
cover bottom ayah
TULIS KOMENTAR ANDA!