Berburu Lailatul Qadar, Gus Baha: Kalau Ingin Klimaks, Mulai 1 Ramadhan
Kamis, 14 April 2022 - 13:36 WIB
loading...
A
A
A
“Tapi keyakinan saya, ya. Keyakinan saya, yang penting dicari, tapi yakin dapat saja. Yang penting dicari, tapi yang penting yakin dapat,” jelas Gus Baha, menekankan pada keyakinan mendapatkan keberkahan Lailatul Qadar.
Baca juga: Bacaan Zikir Sebelum Berbuka Puasa Ramadhan
Bonus
Gus Baha menjelaskan lailatul qadar adalah sebagai bonus kepada umat Nabi Muhammad yang usianya pendek dibandingkan dengan usia umat terdahulu. Karena bonus, maka tiap muslim yang baik akan mendapatkan malam istimewa ini.
Nabi Muhammad cerita karena Nabi Nuh umurnya 1000 tahun kurang 50, yang berarti 950 tahun. Nabi Ibrahim dan beberapa nabi terdahulu pun berumur panjang.
Kemudian Nabi Muhammad merasa resah tentang usia rata-rata umatnya yang tergolong pendek. Lalu Allah SWT merespons keresahan Nabi Muhammad tersebut dengan memberi bonus Lailatul Qadar yang nilainya sama dengan 1000 tahun.
“Itu rata-rata orang menghitung, (umurnya) 83,3,” kata Gus Baha, mengonversi 1000 bulan sama dengan 83,3 tahun. Jika melihat riwayat itu, berarti otomatis umat Nabi Muhammad dalam mengisi Ramadhan selama ini sudah benar.
“Arti benar: Kalau salat menghadap kiblat, seperti umumnya orang. Kalau tidak maksiat, menurut saya dapat Lailatul Qadar. Karena itu memang keresahan Nabi yang dijawab Allah, diberi bonus: 'Umatmu, Mahammad, meski umurnya pendek, Ku-beri ibadah Lailatul Qadar’," jelas Gus Baha.
Jadi, menurut Gus Baha, lailatul qadar itu adalah hadiah. Hadiah dari Allah. "Semua orang-orang saleh dapat, saleh kelas ringan juga dapat," ujar Gus Baha serius.
Soal kapan lailatul qadar turun, Gus Baha menjawab, “Keyakinan saya, yang penting dicari, tapi yakin dapat saja,” jelasnya.
Gus Baha mengajak kita agar menjiwai dalam membaca hadis. Hadis tentang Lailatul Qadar menampilkan pesan bahwa Nabi bersungguh-sungguh di sepuluh akhir. Yang seharusnya digaribawahi adalah kesungguhannya itu, bukan pencariannya.
Baca juga: Wawasan Kebangsaan (6): Al-Quran Gandengkan Pembelaan Agama dan Negara
Baca juga: Bacaan Zikir Sebelum Berbuka Puasa Ramadhan
Bonus
Gus Baha menjelaskan lailatul qadar adalah sebagai bonus kepada umat Nabi Muhammad yang usianya pendek dibandingkan dengan usia umat terdahulu. Karena bonus, maka tiap muslim yang baik akan mendapatkan malam istimewa ini.
Nabi Muhammad cerita karena Nabi Nuh umurnya 1000 tahun kurang 50, yang berarti 950 tahun. Nabi Ibrahim dan beberapa nabi terdahulu pun berumur panjang.
Kemudian Nabi Muhammad merasa resah tentang usia rata-rata umatnya yang tergolong pendek. Lalu Allah SWT merespons keresahan Nabi Muhammad tersebut dengan memberi bonus Lailatul Qadar yang nilainya sama dengan 1000 tahun.
“Itu rata-rata orang menghitung, (umurnya) 83,3,” kata Gus Baha, mengonversi 1000 bulan sama dengan 83,3 tahun. Jika melihat riwayat itu, berarti otomatis umat Nabi Muhammad dalam mengisi Ramadhan selama ini sudah benar.
“Arti benar: Kalau salat menghadap kiblat, seperti umumnya orang. Kalau tidak maksiat, menurut saya dapat Lailatul Qadar. Karena itu memang keresahan Nabi yang dijawab Allah, diberi bonus: 'Umatmu, Mahammad, meski umurnya pendek, Ku-beri ibadah Lailatul Qadar’," jelas Gus Baha.
Jadi, menurut Gus Baha, lailatul qadar itu adalah hadiah. Hadiah dari Allah. "Semua orang-orang saleh dapat, saleh kelas ringan juga dapat," ujar Gus Baha serius.
Soal kapan lailatul qadar turun, Gus Baha menjawab, “Keyakinan saya, yang penting dicari, tapi yakin dapat saja,” jelasnya.
Gus Baha mengajak kita agar menjiwai dalam membaca hadis. Hadis tentang Lailatul Qadar menampilkan pesan bahwa Nabi bersungguh-sungguh di sepuluh akhir. Yang seharusnya digaribawahi adalah kesungguhannya itu, bukan pencariannya.
Baca juga: Wawasan Kebangsaan (6): Al-Quran Gandengkan Pembelaan Agama dan Negara
(mhy)
Lihat Juga :