Ali bin Abu Thalib, Ahli Fiqih Kebanggaan Rasulullah yang Tak Tertandingi
Jum'at, 23 April 2021 - 05:00 WIB
loading...
Ilustrasi Ali bin Abu Thalib. Foto/Ilustrasi/Ist/mhy
A
A
A
“Orang yang paling lembut hatinya dan paling ramah di kalangan umatku ialah Abu Bakar ,” demikian diungkapkan oleh Rasulullah SAW . “Sedang yang paling keras membela agama ialah Umar Ibnul Khattab . Yang paling pemalu adalah Utsman bin Affan . Adapun Ali, ialah yang paling tahu tentang hukum,” lanjutnya.
Baca juga: Kisah Detail Ashabul Kahfi Berdasar Penuturan Ali bin Abu Thalib (3)
Buku Sejarah Hidup Imam Ali bin Abi Thalib r.a. karya H.M.H. Al Hamid Al Husaini mengungkapkan bahwa pernyataan Rasulullah SAW tersebut merupakan masnad bagi uraian Abu Ya'la, sebagaimana tercantum dalam kitab karya seorang penulis kenamaan As-Sayuthiy, yang berjudul Al Jami'us Shaghir (jilid I halaman 58). “Yang dimaksud dengan hukum bukan lain ialah hukum Islam, yaitu Fiqh,” tutur Al Hamid, tentang Ali bin Abu Thalib.
Menurutnya, ilmu fiqh merupakan salah satu cabang penting dari ilmu agama Islam. Ilmu yang bersangkut-paut dengan semua ketentuan hukum Islam itu jelas sekali berpangkal antara lain dari Ali bin Abu Thalib r.a.
Boleh dibilang semua ahli fiqh di kalangan kaum muslimin menimba dan mengambil dasar-dasar ilmu pengetahuannya masing-masing dari Fiqh Ali bin Abu Thalib. “Rekan-rekan dan para pengikut Imam Abu Hanifah, seperti Abu Yusuf, Muhammad dan sebagainya, semua berguru kepada Abu Hanifah,” jelasnya.
Seorang ahli fiqh terkemuka yang mazhabnya dianut oleh ummat Islam Indonesia, Imam Syafi'i, adalah murid Muhammad bin Al Hasan yang ilmunya berasal dari Abu Hanifah.
Tokoh pertama mazhab Hanbali, yaitu Imam Ahmad bin Hanbal, adalah murid kinasih dan terkemuka dari Imam Syafi'i. llmu pengetahuan yang ditimbanya sudah tentu sama seperti ilmu yang didapat oleh Imam Syafi'i sendiri, yaitu berasal dari Imam Abu Hanifah.
Baca juga: Kisah Detail Ashabul Kahfi Berdasar Penuturan Ali bin Abu Thalib (2)
Tokoh besar ilmu fiqh, Abu Hanifah, menimba ilmu pengetahuan dari Ja'far bin Muhammad Ibnul Hanafiyah. Ja'far adalah murid ayahnya sendiri, sedangkan ayahnya itu ialah murid dan putera Ali bin Abu Thalib.
Tokoh pertama mazhab Maliki, yaitu Imam Malik bin Anas, pun demikian juga. Ia menimba ilmu pengetahuan tentang fiqh dari Abdullah Ibnu Abbas. Sedangkan Abdullah Ibnu Abbas sendiri diketahui dengan pasti bukan lain adalah murid Ali bin Abu Thalib r.a. Kalau ada yang mengatakan bahwa ilmu fiqh Imam Syafi'i berasal dari Imam Malik, pangkal dan sumber pokoknya berasal juga dari Ali bin Abu Thalib.
Baca juga: Kisah Detail Ashabul Kahfi Berdasar Penuturan Ali bin Abu Thalib (3)
Buku Sejarah Hidup Imam Ali bin Abi Thalib r.a. karya H.M.H. Al Hamid Al Husaini mengungkapkan bahwa pernyataan Rasulullah SAW tersebut merupakan masnad bagi uraian Abu Ya'la, sebagaimana tercantum dalam kitab karya seorang penulis kenamaan As-Sayuthiy, yang berjudul Al Jami'us Shaghir (jilid I halaman 58). “Yang dimaksud dengan hukum bukan lain ialah hukum Islam, yaitu Fiqh,” tutur Al Hamid, tentang Ali bin Abu Thalib.
Menurutnya, ilmu fiqh merupakan salah satu cabang penting dari ilmu agama Islam. Ilmu yang bersangkut-paut dengan semua ketentuan hukum Islam itu jelas sekali berpangkal antara lain dari Ali bin Abu Thalib r.a.
Boleh dibilang semua ahli fiqh di kalangan kaum muslimin menimba dan mengambil dasar-dasar ilmu pengetahuannya masing-masing dari Fiqh Ali bin Abu Thalib. “Rekan-rekan dan para pengikut Imam Abu Hanifah, seperti Abu Yusuf, Muhammad dan sebagainya, semua berguru kepada Abu Hanifah,” jelasnya.
Seorang ahli fiqh terkemuka yang mazhabnya dianut oleh ummat Islam Indonesia, Imam Syafi'i, adalah murid Muhammad bin Al Hasan yang ilmunya berasal dari Abu Hanifah.
Tokoh pertama mazhab Hanbali, yaitu Imam Ahmad bin Hanbal, adalah murid kinasih dan terkemuka dari Imam Syafi'i. llmu pengetahuan yang ditimbanya sudah tentu sama seperti ilmu yang didapat oleh Imam Syafi'i sendiri, yaitu berasal dari Imam Abu Hanifah.
Baca juga: Kisah Detail Ashabul Kahfi Berdasar Penuturan Ali bin Abu Thalib (2)
Tokoh besar ilmu fiqh, Abu Hanifah, menimba ilmu pengetahuan dari Ja'far bin Muhammad Ibnul Hanafiyah. Ja'far adalah murid ayahnya sendiri, sedangkan ayahnya itu ialah murid dan putera Ali bin Abu Thalib.
Tokoh pertama mazhab Maliki, yaitu Imam Malik bin Anas, pun demikian juga. Ia menimba ilmu pengetahuan tentang fiqh dari Abdullah Ibnu Abbas. Sedangkan Abdullah Ibnu Abbas sendiri diketahui dengan pasti bukan lain adalah murid Ali bin Abu Thalib r.a. Kalau ada yang mengatakan bahwa ilmu fiqh Imam Syafi'i berasal dari Imam Malik, pangkal dan sumber pokoknya berasal juga dari Ali bin Abu Thalib.
Lihat Juga :