Memaknai Ramadhan, Menyelami Kehidupan Santri di Yaman

Selasa, 27 April 2021 - 10:57 WIB
loading...
Memaknai Ramadhan, Menyelami...
Ramadhan merupakan momentum yang disediakan Allah sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri, juga waktu yang paling tepat menempa dan mengasah kecerdasan. Foto/Istimewa
A A A
JAKARTA - Ramadhan merupakan momentum yang disediakan Allah sebagai kesempatan berharga bagi manusia untuk memperbaiki diri. Juga, waktu yang paling tepat untuk menempa dan mengasah kecerdasan, demikian disampaikan Plt.

Baca juga: Hari ke-15 Ramadhan, Ini Tips Agar Puasa Menghasilkan Cahaya

Ketua Umum PP Mahasiswa Ahlit Thariqah al-Mu’tabarah an-Nahdliyyah (MATAN), Dr. M. Hasan Chabibie, dalam dialog Diaspora Santri edisi Ramadhan, bersama PCINU Yaman pada Sabtu (24/04/2021).

Menurut Hasan, puasa menjadi ruang untuk mengasah kecerdasan. “Dalam puasa itu, ada tiga elemen di antaranya. Ada kecerdasan yang intelektual, ada kecerdasan emosional, ada kecerdasan spiritual. Nah, ibadah puasa mencakup tiga kecerdasan itu,” ungkap Hasan, yang juga pengasuh Pesantren Baitul Hikmah, Depok, Jawa Barat.

Baca juga: Kenapa Ramadhan Disebut Sebagai Bulan Al-Qur'an?

Lebih lanjut, Hasan Chabibie menyampaikan bahwa Ramadhan ini kesempatan yang luar biasa. “Di samping ibadah dengan pahala yang dijanjikan oleh Allah, siapapun yang beribadah di bulan Ramadhan ini, akan dilipatgandakan ganjarannya. Tentu, momentum ini kita syukuri bersama-sama. Bahwa, ada satu masa, satu periode, di mana Allah persiapkan kepada kita semua, untuk melatih tiga kecerdasan itu, secara bersama-sama. Jika kita secara konsisten selama 30 hari melakukan hal-hal yang mungkin semampu kita, tiga kecerdasan itu akan terasah,” terangnya.

Hasan Chabibie menambahkan, bahwa Ramadhan juga momentum untuk mempersiapkan diri mengarungi kehidupan. “Setelah Ramadhan kita akan berhadapan dengan 11 bulan lagi pada Syawal ke bulan-bulan berikutnya, maka harus kita persiapkan. Maka, istiqomah yang kemudian menjadi kata kunci yang dibiasakan dalam waktu 30 hari, diharapkan mampu menjadi modal, mewarnai fase kehidupan kita selama 11 bulan berikutnya, bakda Ramadhan,” jelas Hasan, yang juga mengabdi sebagai Plt. Kepala Pusdatin, Kemendikbud.

“Mari kita maksimalkan anugerah yang sudah diberikan oleh Allah, dengan mengisinya dengan aktifitas-aktifitas terbaik, tentu dengan mengisi dengan shalawat, tadarus, qiyamul lail, shodaqoh dan sebagainya. Semua amal-amal lain, akan mampu mengasah kecerdasan kita secara emosional, intelektual dan spiritual,” ajak Hasan.

Sementara, terkait dengan tradisi Ramadhan di Yaman, Hasan Chabibie menyatakan betapa kita semua perlu belajar dari kehidupan muslim di negeri itu.

“Yaman memang menjadi sumber pengetahuan, para ulama kita di Indonesia juga tersambung sanadnya dengan ulama-ulama Yaman. Kebetulan saya pernah berkunjung ke Tarim, ada saudaranya yang juga pernah belajar di sana, jadi Yaman memang luar biasa,” terang Hasan.

Katib Syuriah PCINU Yaman, M. Abdurrouf, mengungkapkan bahwa banyak kesempatan belajar di Yaman. “Memang ada banyak peluang untuk belajar di Yaman, harus pandai-pandai mengatur waktu dan memanfaatkan kesempatan yang ada. Pernah suatu kali, di bulan Ramadhan, kesempatan terbuka untuk mengaji di sebuah ribath di Yaman yang berusia lebih tujuh abad, itu luar biasa,” ungkapnya.

Di sisi lain, Mustayar PCINU Yaman, H. M. Abdul Muhith, menyatakan bahwa tradisi Ramadhan di Yaman sangat istimewa, semua orang beribadah dengan khusyu’.

“Di Yaman, selama Ramadhan, itu semua toko pada tutup. Kalau di Yaman, setelah Ramadhan, setelah hari Raya Idul Fitri, pada hari kedua itu rata-rata orang sudah puasa lagi. Jadi, pada Syawal hari kedua sampai tanggal tujuh, itu Sebagian besar pada puasa. Nah, saat itu, saya di Yaman seakan-akan kegiatan seperti Ramadhan, warung-warung pada tutup. Mau minum dan makan, kita merasa malu, karena Sebagian besar orang berpuasa,” jelas Muhith.

Dialog Diaspora Santri selama Ramadhan ini merupakan kerjasama PCINU Lintas negara, TVNU, Pusat Studi Pesantren, juga didukung oleh LTN PBNU, NUOnline, PP MATAN dan AISNUsantara.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Menyegerakan Berbuka...
Menyegerakan Berbuka Puasa, Kesempatan Luar Biasa Meraih Kebaikan Ramadan
Doa Buka Puasa yang...
Doa Buka Puasa yang Paling Populer, Jangan Keliru Mengamalkannya di Ramadan Nanti
Agar Berkah, Yuk Simak...
Agar Berkah, Yuk Simak Etika Berbuka Puasa sesuai Sunnah Ini!
Bolehkah Non-muslim...
Bolehkah Non-muslim Ikut Buka Puasa Bersama?
10 Contoh Kultum Ramadan...
10 Contoh Kultum Ramadan 7 Menit, Referensi Ceramah Singkat Pengisi Waktu sebelum Berbuka Puasa
4 Bacaan Zikir dan Doa...
4 Bacaan Zikir dan Doa Setelah Buka Puasa Ramadan
Rekomendasi
Fenomena Matahari di...
Fenomena Matahari di Swedia Bisa Dilihat hampr 24 Jam
5 Tokoh Muslim yang...
5 Tokoh Muslim yang Mengguncang Peradaban Barat
Lempeng Tektonik Berubah...
Lempeng Tektonik Berubah Drastis, Riset Klaim India Mulai Terbagi Jadi Dua
Artikel Terkini
Muharram dan Lahirnya...
Muharram dan Lahirnya Kalender Hijriyah: Kisah di Balik Penanggalan Umat Islam
Kapan Tahun Baru Islam...
Kapan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriyah?
7 Kisah Para Nabi di...
7 Kisah Para Nabi di Bulan Muharram yang Diabadikan Al Quran
3 Puasa Sunnah Muharram...
3 Puasa Sunnah Muharram yang Pahala Tidak Main-main!
Sebaik-baikya Puasa...
Sebaik-baikya Puasa Setelah Ramadan, Ternyata Puasa Muharram!
Wamenhaj Ungkap Dugaan...
Wamenhaj Ungkap Dugaan Penipuan Rp1,4 M Modus Dam dan Badal Haji
Infografis
Penemuan-penemuan Ilmuwan...
Penemuan-penemuan Ilmuwan Muslim yang Mengubah Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved