KH Ahmad Baso: Nasionalisme Merupakah Strategi Jitu Walisongo Merangkul Semua Kalangan

Senin, 03 Mei 2021 - 10:44 WIB
loading...
A A A
Sehingga hadirnya Walisongo merupakan sebuah angin segar bagi komunitas Tionghoa Hindu Bali. Mereka banyak belajar dari Walisongo mengenai berbagai ilmu pengetahuan yang kemudian dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Salah satunya penulis Bali, didokumentasikan dalam naskah-naskah sejarah mereka, mereka menyebut kenapa orang Bali itu butuh kepada Walisongo? Karena Walisongo merupakah solusi bagi keberlangsungan peradaban mereka. Banyak dari mereka yang berguru kepada Sunan Kalijaga, Sunan Ampel, Sunan Kudus, yang kita tahu sangat fikih oriented. Itu ternyata orang bali berguru kepada Walisongo,” jelas Ahmad Baso.

Sama seperti orang kebanyakan saat ini, Ahmad Baso mengatakan, komunitas Tionghoa dan Hindu Bali saat itu juga menginginkan hidup yang sejahtera dan makmur.

Maka lewat pintu inilah Walisongo mendakwahkan ajaran-ajaran agama Islam yang senada dengan adat budaya masyarakat di Bali. Misalnya masyarakat Bali membutuhkan salah satu pengobatan tradisional lewat kalimat Bismillah yang merupakah salah satu ayat Al-Qur’an. Hal ini diajarkan Walisongo tanpa memperdulikan apakah nanti masuk Islam atau tidak. Sebab yang paling penting adalah nilai-nilai keislaman diperkenalkan lebih dulu.

“Kenapa mereka butuh Walisongo? Pertama mereka butuh hidup sejahtera dan makmur. Yang kedua bagaimana mereka belajar tentang ilmu pengobatan, jimat-jimat, bacaan, dan rajah. Semisal lafadz bismillah yang sering kita baca, pada waktu itu bagai orang Bali merupakan bacaan pengobatan. Dan diyakini dapat menyembuhkan sebuah penyakit,” ungkap Ahmad Baso.

Dari kisah itu, Ahmad Baso menilai setiap warga negara bisa menyontoh teladan hidup para Walisongo. Khususnya dalam kehidupan kebangsaan di tengah ancaman ideologi transnasionalisme yang ingin menyeragamkan.

Menurutnya, setiap warga harus memiliki rasa nasionalisme kepada bangsanya sendiri. Ini sebagai bentuk kesadaran dan cinta tanah air yang ditunjukkan melalui sikap dan tingkah laku tanpa memandang ras, suku dan agama.

“Semangat gotong royong adalah salah satu kunci utamanya. Semangat ini yang kemudian digulirkan Walisongo dalam Komunitas Tionghoa Hindu Bali untuk menyebarkan nilai-nilai keberislaman yang senada dengan budaya Nusantara yang tengah berkembang pada waktu itu,” pungkas Baso.

Program Ngabuburit Badan Kebudayaan Nasional Pusat PDI Perjuangan dengan tema besar ‘Mata Air Kearifan Walisongo’ hadir setiap hari pada bulan Ramadhan pukul 17.00 WIB. Dapat diikuti melalui kanal Youtube: BKNP PDI Perjuangan, Instagram: BKNPusat dan Facebook: Badan Kebudayaan Nasional Pusat.
(mpw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Habib Nabil Al Musawa...
Habib Nabil Al Musawa Hadiri Acara Cahaya Hati Indonesia di Masjid Istiqlal, Disambut Gus Azmi
Hadiri Acara Cahaya...
Hadiri Acara Cahaya Hati Indonesia di Masjid Istiqlal, Jemaah Asal Depok: Menenangkan Hati
Cahaya Hati Indonesia...
Cahaya Hati Indonesia di Masjid Istiqlal, Jemaah Mulai Berdatangan
Promosi Islam ala Muslim...
Promosi Islam ala Muslim Asia Tenggara
Akulturasi Budaya Kunci...
Akulturasi Budaya Kunci Harmoni Islam di Indonesia
Studi Terbaru: Islam...
Studi Terbaru: Islam Agama dengan Pertumbuhan Tercepat di Dunia
Rekomendasi
Fenomena Alam yang Membuat...
Fenomena Alam yang Membuat Daratan di Bumi Terangkat Terungkap
Selain 1.972 Sungai...
Selain 1.972 Sungai Mengering, Ini Fakta Paling Nyata Bahwa Bumi Bocor
Fenomena Ledakan Gurita...
Fenomena Ledakan Gurita Langka Melanda Perairan Inggris
Artikel Terkini
5 Perintah Al-Quran...
5 Perintah Al-Qur'an terhadap Anak Yatim, Muslim Wajib Tahu dan Mengamalkannya
Doa Anak Yatim Diyakini...
Doa Anak Yatim Diyakini Mustajab, Benarkah?
Mengapa Anak Yatim Begitu...
Mengapa Anak Yatim Begitu Istimewa di Mata Allah? Ini Penjelasannya
Lebaran Anak Yatim:...
Lebaran Anak Yatim: Antara Dalil, Tradisi, dan Makna Kepedulian Sosial
Kenapa Hari Asyura Dijuluki...
Kenapa Hari Asyura Dijuluki Lebaran Anak Yatim? Begini Sejarahnya di Indonesia
Puasa Tasua 9 Muharram:...
Puasa Tasua 9 Muharram: Dalil, dan Bacaan Niat Lengkap
Infografis
Tri Mumpuni, Ilmuwan...
Tri Mumpuni, Ilmuwan Muslim Indonesia Paling Berpengaruh di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved