KH Ahmad Baso: Nasionalisme Merupakah Strategi Jitu Walisongo Merangkul Semua Kalangan

Senin, 03 Mei 2021 - 10:44 WIB
loading...
KH Ahmad Baso: Nasionalisme...
Cendekiawan Muslim KH. Ahmad Baso saat berbicara di episode ke-20 Ngabuburit bersama Badan Kebudayaan Nasional (BKN) Pusat PDI Perjuangan. Foto/Ist
A A A
JAKARTA - Cendekiawan Muslim KH. Ahmad Baso memaparkan bagaimana Walisongo berdakwah di masanya, ketika Nusantara masih didominasi oleh warga beragama Hindu dan Buddha. Walisongo ternyata lewat pendekatan budaya dan penyelesaian isu kehidupan sehari-hari.

Hal itu diungkap KH Ahmad Baso saat berbicara di episode ke-20 Ngabuburit bersama Badan Kebudayaan Nasional (BKN) Pusat PDI Perjuangan, “Mata Air Kearifan Walisongo”, Minggu (2/5/2021).

Baca juga: PDIP dan PAN Dorong Pemuda Muhammadiyah Didik Pemuda Jadi Negarawan

Tema yang diangkat adalah “Hubungan Walisongo dan Komunitas Tionghoa Hindu Bali”, dengan dipandu oleh Cendekiawan NU Zuhairi Misrawi sebagai host. Acara ini ditayangkan dan bisa ditonton ulang di akun youtube resmi BKN, @bknp pdiperjuangan.

Ahmad Baso menjelaskan orang Bali bisa bertemu dengan para wali. “Mereka ketemu pada level angajawi-nya, bernusantaranya. Dulu Bali hanya lokal-lokal, Hindu lokal, tapi ketika bertemu dengan karakter nasionalnya, maka bangsa ini yang diperkenalkan oleh para Wali, rasa persaudaraan dan gotong royong dalam menerapkan nilai Islam di Nusantara,” ujar Ahmad Baso.
KH Ahmad Baso: Nasionalisme Merupakah Strategi Jitu Walisongo Merangkul Semua Kalangan

Dia menjelaskan, ketika berdakwah di Nusantara, terlebih pada masyarakat komunitas Tionghoa serta Hindu Bali, para wali tidak serta merta mengajarkan bagaimana cara masuk agama Islam.

Baca juga: Peringatan Hardiknas, Jokowi: Pendidikan Harus Memerdekakan Rakyat

Namun Walisongo lebih dulu mendalami psikologi dan problem yang tengah terjadi di kalangan masyarakat Bali kala itu. Tak bisa dipungkiri bahwa salah satu problemnya adalah ekonomi.

“Walisongo berdakwah tidak seperti yang dipahami oleh sebagian orang, yakni hanya mengajarkan tentang ajaran Islam, namun yang dilakukan para Wali melampaui itu semua,” katanya.

“Itu sebabnya ketika para Wali datang ke Bali tidak mengajarkan dulu bagaimana harus masuk Islam, enggak. Tapi diajarkan dulu bagaimana membangun ekonominya, bagaimana bisa maju, sejahtera, bagaimana bisa mandiri dan tidak bergantung pada impor,” beber Ahmad Baso.

Menurut Ahmad Baso, persaudaraan dan gotong royong menuju sebuah kebangkitan, sebuah etos kerja, bersama bekerja untuk masa depan yang lebih baik. Itulah merupakan strategi yang digunakan Walisongo.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Habib Nabil Al Musawa...
Habib Nabil Al Musawa Hadiri Acara Cahaya Hati Indonesia di Masjid Istiqlal, Disambut Gus Azmi
Hadiri Acara Cahaya...
Hadiri Acara Cahaya Hati Indonesia di Masjid Istiqlal, Jemaah Asal Depok: Menenangkan Hati
Cahaya Hati Indonesia...
Cahaya Hati Indonesia di Masjid Istiqlal, Jemaah Mulai Berdatangan
Promosi Islam ala Muslim...
Promosi Islam ala Muslim Asia Tenggara
Akulturasi Budaya Kunci...
Akulturasi Budaya Kunci Harmoni Islam di Indonesia
Studi Terbaru: Islam...
Studi Terbaru: Islam Agama dengan Pertumbuhan Tercepat di Dunia
Rekomendasi
Tanda-tanda Kiamat Paling...
Tanda-tanda Kiamat Paling Nyata Muncul di Samudera Arktik
Jawaban Mengapa Planet...
Jawaban Mengapa Planet Saudara Bumi Kehilangan Semua Airnya Terkuak!
Lubang Lapisan Ozon...
Lubang Lapisan Ozon di Antartika Menciut
Artikel Terkini
Rahasia Keutamaan Puasa...
Rahasia Keutamaan Puasa Asyura, Ibadah Sunnah yang Sangat Dianjurkan Rasulullah SAW
Khotbah Jumat Pertama...
Khotbah Jumat Pertama Muharram : Ada Apa dengan Hari Asyura?
Kisah Tobat Nabi Adam...
Kisah Tobat Nabi Adam Diterima Allah pada 10 Muharram, Setelah 300 Tahun Memohon Ampunan
Ini Amalan Terbaik bagi...
Ini Amalan Terbaik bagi Wanita Haid dan Nifas di Bulan Muharram
Peristiwa di Bulan Muharram...
Peristiwa di Bulan Muharram : Di Hari Asyura, Nabi Idris AS Diangkat ke Langit
Mengapa Hari Asyura...
Mengapa Hari Asyura Sakral bagi Syiah? Jejak Berdarah Tragedi Karbala
Infografis
10 Kota Israel Dihuni...
10 Kota Israel Dihuni Banyak Umat Islam, Ada yang 99% Muslim
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved