Kisah Heroik Ja'far bin Abi Thalib, Pemilik 2 Sayap di Surga
Selasa, 04 Mei 2021 - 08:30 WIB
loading...
A
A
A
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ketika duduk bersama para sahabat di Madinah tiba-tiba menengadahkan wajahnya ke langit dan menjawab salam:
وَعَلَيْكَ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
"Semoga keselamatan, rahmat Allah dan berkah-Nya juga menyertaimu."
Beliau kemudian terlibat dalam pembicaraan. Para sahabat yang menyaksikan peristiwa itu terdiam, menundukkan kepala.
Salah seorang dari mereka kemudian bertanya: "Ya Rasulullah, siapakah yang engkau ajak bicara?"
"Ja'far bin Abi Thalib datang mengunjungiku bersama jutaan Malaikat. Allah mengganti kedua tangannya dengan dua sayap. Ia dapat terbang ke mana pun ia suka di Surga," jawab Nabi.
Perhatikanlah, Allah telah memerintahkan untuk mengawalnya ke Surga, namun ia merindukan Nabinya. Ia ingin menemuinya lebih dahulu. Surga dan segala kenikmatannya tidak melalaikannya dari Nabi kecintaannya.
"Aku ingin mengucapkan salam kepada kekasihku, aku ingin berada dekat dengan Nabiku, aku ingin melihat Baginda Rasul yang melaluinya aku memperoleh hidayah," kata Ja'far.
Ruhnya datang ke Madinah mengunjungi Nabi dan mengucapkan salam kepada beliau. Sebab, memandang wajah Nabi dapat membuat hatinya menjadi tenteram.
Begitulah kecintaan para sahabat kepada Rasulullah yang mulia. Lalu bagaimana kecintaan kita kepada Nabi Muhammad? Semoga kisah ini menjadi iktibar bagi kita untuk meneladani para sahabat.
![Kisah Heroik Ja'far bin Abi Thalib, Pemilik 2 Sayap di Surga]()
Wallahu A'lam
Baca Juga: Ibnu Mas'ud: Penggembala yang Menjadi Pemegang Rahasia Rasulullah
وَعَلَيْكَ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
"Semoga keselamatan, rahmat Allah dan berkah-Nya juga menyertaimu."
Beliau kemudian terlibat dalam pembicaraan. Para sahabat yang menyaksikan peristiwa itu terdiam, menundukkan kepala.
Salah seorang dari mereka kemudian bertanya: "Ya Rasulullah, siapakah yang engkau ajak bicara?"
"Ja'far bin Abi Thalib datang mengunjungiku bersama jutaan Malaikat. Allah mengganti kedua tangannya dengan dua sayap. Ia dapat terbang ke mana pun ia suka di Surga," jawab Nabi.
Perhatikanlah, Allah telah memerintahkan untuk mengawalnya ke Surga, namun ia merindukan Nabinya. Ia ingin menemuinya lebih dahulu. Surga dan segala kenikmatannya tidak melalaikannya dari Nabi kecintaannya.
"Aku ingin mengucapkan salam kepada kekasihku, aku ingin berada dekat dengan Nabiku, aku ingin melihat Baginda Rasul yang melaluinya aku memperoleh hidayah," kata Ja'far.
Ruhnya datang ke Madinah mengunjungi Nabi dan mengucapkan salam kepada beliau. Sebab, memandang wajah Nabi dapat membuat hatinya menjadi tenteram.
Begitulah kecintaan para sahabat kepada Rasulullah yang mulia. Lalu bagaimana kecintaan kita kepada Nabi Muhammad? Semoga kisah ini menjadi iktibar bagi kita untuk meneladani para sahabat.

Wallahu A'lam
Baca Juga: Ibnu Mas'ud: Penggembala yang Menjadi Pemegang Rahasia Rasulullah
(rhs)
Lihat Juga :