Inilah Asal Mula Perayaan Idul Fitri

Jum'at, 07 Mei 2021 - 15:29 WIB
loading...
Inilah Asal Mula Perayaan...
Tak terasa bulan Ramadhan akan segera usai dan tibalah hari kemenangan yakni perayaan Idul Fitri. Foto ilustrasi/okezone
A A A
Bulan Ramadhan akan segera berakhir, dan tak terasa gema takbir akan segera berkumandang di mana-mana untuk menyambut hari kemenangan , yakni Hari Raya Idul Fitri. Namun, tahukah Anda asal mula perayaan Idul Fitri ini? Dan bagaimana hubungannya dengan Ramadhan serta kemenangan?

Baca juga: Bolehkah Mengirim Gambar Makanan dan Minuman pada Orang Berpuasa?

Muslimah, dalam sejarah Islam, perayaan Idul Fitri pertama kali diselenggarakan pada 624 Masehi atau tahun ke-2 Hijriyah. Waktu perayaan tersebut bertepatan dengan selesainya Perang Badar yang dimenangkan oleh kaum Muslimin. Perang yang terjadi pada Ramadhan itu dengan jumlah pasukan di sisi umat Muslim yang jauh lebih sedikit dibanding kaum kafir, nyatanya diganjar Allah dengan perayaan yang luar biasa indah dan barokah: Idul Fitri.

Karena kemenangan inilah maka lahirlah ungkapan “Minal ‘Aidin wa Faizin” yang memiliki versi lengkapnya yaitu “Allahummaj ‘alna minal ‘aidin walfaizin” yang berarti Ya Allah, jadikanlah kami termasuk orang-orang yang kembali (dari Perang Badar) dan mendapatkan kemenangan.

Baca juga: 3 Makna Lailatul Qadar dan Ibadah yang Dianjurkannya

Dalam buku 'Hayatu Muhammad', Husein Haikal menjelaskan, sejak awal Nabi Muhammad Shallallahu'alaihi wa sallam tidak pernah menginginkan peperangan, namun peperangan ini dipicu oleh aksi monopoli pasar dan blockade aktifitas dagang oleh kaum Quraisy Mekah terhadap Muslim Madinah. Pada hari ke-8 Ramadhanlah perang ini dimulai. Dengan tentara yang berjumlah 1000, pasukan Abu Jahal dan kafilah Abu Sufyan dari Syam menyerbu. Saat itu Nabi hanya membawa 300 sahabat menuju Badar.

Sementara dalam buku 'Muhammad: His Life Based on the Earliest Sources' karya Martin Lings dijelaskan bahwa di Badarlah perang ini berlangsung pada pagi 17 Ramadhan. Dengan didampingi Sahabat yakni Hamzah, Umar, Ali, dan ‘Ubaidah, Nabi memimpin 300 pasukan melawan 1000 pasukan. Raut cemas menyelimuti wajah Nabi. Bahkan Abu Bakar, sahabat Nabi dapat menangkap kecemasan tersebut.

Baca juga: Persiapkan Amal Shaleh Sebelum Hari Pertanggungjawaban Tiba

Hingga turunlah satu ayat Al Qur’an yang menenangkan gelombang kecemasan tersebut yaitu Surat Al Anfal ayat 65.

يٰۤـاَيُّهَا النَّبِىُّ حَرِّضِ الۡمُؤۡمِنِيۡنَ عَلَى الۡقِتَالِ‌ ؕ اِنۡ يَّكُنۡ مِّنۡكُمۡ عِشۡرُوۡنَ صَابِرُوۡنَ يَغۡلِبُوۡا مِائَتَيۡنِ‌ ۚ وَاِنۡ يَّكُنۡ مِّنۡكُمۡ مِّائَةٌ يَّغۡلِبُوۡۤا اَ لۡفًا مِّنَ الَّذِيۡنَ كَفَرُوۡا بِاَنَّهُمۡ قَوۡمٌ لَّا يَفۡقَهُوۡنَ

"Hai Nabi, kobarkanlah semangat para mukmin untuk berperang. Jika ada dua puluh orang yang sabar diantaramu, niscaya mereka akan dapat mengalahkan dua ratus orang musuh. Dan jika ada seratus orang yang sabar diantaramu, niscaya mereka akan dapat mengalahkan seribu dari pada orang kafir, disebabkan orang-orang kafir itu kaum yang tidak mengerti." (QS. Al Anfal: 65).

Baca juga: Pasca Kontak Tembak Pasukan TNI/Polri dengan KKB, Warga Ilaga yang Ngungsi Sudah Kembali

Berkat keteguhan iman, Nabi Shallallahu alaihi wa sallam dan para sahabatnya dapat memenangkan peperangan dengan waktu yang lumayan singkat. Dengan luka di tubuh, Rasulullah dan para sahabat melangsungkan shalat Ied pertamanya. Dalam suasan tersebut, para sahabat saling bertemu dengan mengucapkan doa “Taqabbalallahu minna waminkm” yang artinya semoga Allah menerima ibadah kita semua.

Mengganti Perayaan Kuno

Dalam ‘Ensiklopedi Islam‘ disebutkan, bahwa jauh sebelum ajaran Islam turun, masyarakat Arab sudah memiliki dua hari raya, yakni Nairuz dan Mahrajan, keduanya berasal dari zaman Persia Kuno. Biasanya, mereka merayakan kedua hari raya itu dengan menggelar pesta pora.

Baca juga: PLN Jamin Pasokan Listrik Aman Hadapi Lebaran

Seiring dengan masuknya ajaran Islam dan turunnya perintah untuk menunaikan puasa di bulan Ramadhan, kedua hari raya yang telah mengakar di kalangan kaum Anshar kemudian diganti dengan Idul Fitri dan Idul Adha.

Hal ini didasarkan hadis berikut. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

“Sesungguhnya Allah telah memberi ganti bagi kalian dua hari yang jauh lebih baik, yaitu Idul Fitri dan Idul Adha.” (HR. Abu Daud dan an-Nasa’i dengan sanad hasan)

Baca juga: Hari Kedua Penyekatan, Polisi Paksa 4.910 Kendaraan Putar Balik ke Daerah Asal

Di Idul Fitri pertama inilah kaum muslimin merayakan dua kemenangan perdana, yaitu pencapaian ritual puasa Ramadhan dan keberhasilan di Perang Badar. Narasi antar kedua peristiwa ini menjadi relasi yang tak terpisahkan dalam memaknai kemenangan; dari perspektif spiritual, juga sosial.

Wallahu A'lam
(wid)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Asal Muasal Perayaan...
Asal Muasal Perayaan Idulfitri, Begini Sejarahnya!
Sejarah dan Asal Mula...
Sejarah dan Asal Mula Perayaan Idulfitri
Sejarah Idul Fitri dan...
Sejarah Idul Fitri dan Perayaannya
Rekomendasi
India dan Pakistan Dilanda...
India dan Pakistan Dilanda Gelombang Cuaca Panas Terburuk hingga 51 Derajat Celcius
Penemuan Pintu Besar...
Penemuan Pintu Besar di Pegunungan Kazakhstan Dikaitkan dengan Alien
7 Ilmuwan Islam Paling...
7 Ilmuwan Islam Paling Berpengaruh Sepanjang Masa
Artikel Terkini
Siap-siap Memasuki Muharram,...
Siap-siap Memasuki Muharram, Ini 4 Keutamaan Bulan Haram Tersebut!
Lambaian Tangan PPIH...
Lambaian Tangan PPIH Iringi 5.499 Jemaah Haji Gelombang Kedua Tinggalkan Makkah
Pulang Ibadah dari Tanah...
Pulang Ibadah dari Tanah Suci, Bolehkah Memakai Gelar Haji?
Deretan Dalil Kuat Anjuran...
Deretan Dalil Kuat Anjuran 3 Puasa Sunnah di Bulan Muharram
Fakta Sejarah: Hijrah...
Fakta Sejarah: Hijrah Nabi SAW Terjadi di Bulan Rabiul Awal, Bukan Muharram
Jelang Kedatangan Jemaah...
Jelang Kedatangan Jemaah Gelombang Kedua di Madinah, Wamenhaj Minta Petugas Haji Siaga
Infografis
Muhammadiyah Tetapkan...
Muhammadiyah Tetapkan Idul Fitri Tahun Ini Jatuh pada 2 Mei
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved