Persiapkan Amal Shaleh Sebelum Hari Pertanggungjawaban Tiba
Kamis, 06 Mei 2021 - 18:46 WIB
loading...
Kunci dalam menghadapinya pertanggungjawaban di akherat kelak adalah ilmu yang akan menuntun dirinya dan menjalankan amal shaleh. Foto ilustrasi/ist
A
A
A
Kehidupan dunia ini tak selamanya, semua akan cepat berlalu. Semua Manusia akan melaluinya kemudian menuju alam setelahnya yaitu alam barzah . Lalu dibangkitkan dari alam kubur menuju padang mahsyar untuk mempertanggungjawabkan semua amalnya.
Baca juga: Adakah Batasan Waktu Iktikaf? Ini Penjelasannya Menurut 4 Mazhab
Ustad Muchiyin Z, menjelaskan ada beberapa hal yang akan ditanyakan kepada manusia terkait amalannya di dunia pada hari kiamat kelak. Seperti keterangan dalam sebuah hadis Nabi Muhammad Rasulullah Shallahu 'alaihi wa Sallam :
ﻭﻋﻦ ﻣﻌﺎﺫ ﺑﻦ ﺟﺒﻞ ﺭﺿﻲ اﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ ﻗﺎﻝ ﻗﺎﻝ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻟﻦ ﺗﺰﻭﻝ ﻗﺪﻣﺎ ﻋﺒﺪ ﻳﻮﻡ اﻟﻘﻴﺎﻣﺔ ﺣﺘﻰ ﻳﺴﺄﻝ ﻋﻦ ﺃﺭﺑﻊ ﺧﺼﺎﻝ ﻋﻦ ﻋﻤﺮﻩ ﻓﻴﻤﺎ ﺃﻓﻨﺎﻩ ﻭﻋﻦ ﺷﺒﺎﺑﻪ ﻓﻴﻤﺎ ﺃﺑﻼﻩ ﻭﻋﻦ ﻣﺎﻟﻪ ﻣﻦ ﺃﻳﻦ اﻛﺘﺴﺒﻪ ﻭﻓﻴﻤﺎ ﺃﻧﻔﻘﻪ ﻭﻋﻦ ﻋﻠﻤﻪ ﻣﺎﺫا ﻋﻤﻞ ﻓﻴﻪ ﺭﻭاﻩ اﻟﺒﺰاﺭ ﻭاﻟﻄﺒﺮاﻧﻲ ﺑﺈﺳﻨﺎﺩ ﺻﺤﻴﺢ ﻭاﻟﻠﻔﻆ ﻟﻪ
"Diriwayatkan dari Muadz bin Jabal radhiyallahu'anhu, ia berkata: Rasulullah bersabda: Pada hari kiamat kedua kaki manusia akan berhenti untuk dimintai pertanggungjawaban tentang empat hal. Pertama, tentang umurnya dihabiskan untuk tujuan apa. Kedua, tentang waktu muda dihabiskan untuk apa. Ketiga, tentang harta, dari mana sumber penghasilannya dan dihabiskan untuk tujuan apa. Keempat, tentang ilmu yang ia miliki, diamalkan atau tidak.” (HR. Imam Bazzar dan Imam Tabrani dengan sanad yang sahih, dan lafadz hadis darinya).
Baca juga: 5 Cara Meredam Amarah Agar Pahala Puasa Tidak Hilang
Dari penjelasan di atas, manusia harus berhati-hati dalam menyikapi segala sesuatu karena akan diminta pertanggungjawaban. Maka dari itu kunci dalam mengahadapinya adalah ilmu yang akan menuntun dirinya, itu saja tak cukup, ia harus mengamalkan ilmunya sehingga menjadi berkah hidupnya, karena ilmu tanpa amal akan terjadi kehampaan, dan amal tanpa ilmu tak akan diterima.
Salah satu kerugian manusia yang sangat besar adalah menyia-nyiakan waktu istirahatnya di malam hari dengan berbagai hal yang tidak ada manfaatnya sama sekali. Padahal, bbanyak hal yang bisa kita lakukan, misalnya kita habiskan dengan tadarus Al-Qur’an, berkhalwat dengan Allah Ta’ala di kala manusia yang lain terlelap tidur, atau mengerjakan shalat.
Baca juga: Mereka yang Tidak Diampuni di Bulan Ramadhan
Allah Ta’ala menawar kan suatu keuntungan yang sangat besar bagi orang-orang yang mau pergi menuju masjid saat malam gelap untuk melaksanakan shalat Isya dan Shubuh berjama’ah, yakni akan diberikan padanya cahaya yang sempurna di hari kiamat kelak.
Baca juga: Adakah Batasan Waktu Iktikaf? Ini Penjelasannya Menurut 4 Mazhab
Ustad Muchiyin Z, menjelaskan ada beberapa hal yang akan ditanyakan kepada manusia terkait amalannya di dunia pada hari kiamat kelak. Seperti keterangan dalam sebuah hadis Nabi Muhammad Rasulullah Shallahu 'alaihi wa Sallam :
ﻭﻋﻦ ﻣﻌﺎﺫ ﺑﻦ ﺟﺒﻞ ﺭﺿﻲ اﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ ﻗﺎﻝ ﻗﺎﻝ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻟﻦ ﺗﺰﻭﻝ ﻗﺪﻣﺎ ﻋﺒﺪ ﻳﻮﻡ اﻟﻘﻴﺎﻣﺔ ﺣﺘﻰ ﻳﺴﺄﻝ ﻋﻦ ﺃﺭﺑﻊ ﺧﺼﺎﻝ ﻋﻦ ﻋﻤﺮﻩ ﻓﻴﻤﺎ ﺃﻓﻨﺎﻩ ﻭﻋﻦ ﺷﺒﺎﺑﻪ ﻓﻴﻤﺎ ﺃﺑﻼﻩ ﻭﻋﻦ ﻣﺎﻟﻪ ﻣﻦ ﺃﻳﻦ اﻛﺘﺴﺒﻪ ﻭﻓﻴﻤﺎ ﺃﻧﻔﻘﻪ ﻭﻋﻦ ﻋﻠﻤﻪ ﻣﺎﺫا ﻋﻤﻞ ﻓﻴﻪ ﺭﻭاﻩ اﻟﺒﺰاﺭ ﻭاﻟﻄﺒﺮاﻧﻲ ﺑﺈﺳﻨﺎﺩ ﺻﺤﻴﺢ ﻭاﻟﻠﻔﻆ ﻟﻪ
"Diriwayatkan dari Muadz bin Jabal radhiyallahu'anhu, ia berkata: Rasulullah bersabda: Pada hari kiamat kedua kaki manusia akan berhenti untuk dimintai pertanggungjawaban tentang empat hal. Pertama, tentang umurnya dihabiskan untuk tujuan apa. Kedua, tentang waktu muda dihabiskan untuk apa. Ketiga, tentang harta, dari mana sumber penghasilannya dan dihabiskan untuk tujuan apa. Keempat, tentang ilmu yang ia miliki, diamalkan atau tidak.” (HR. Imam Bazzar dan Imam Tabrani dengan sanad yang sahih, dan lafadz hadis darinya).
Baca juga: 5 Cara Meredam Amarah Agar Pahala Puasa Tidak Hilang
Dari penjelasan di atas, manusia harus berhati-hati dalam menyikapi segala sesuatu karena akan diminta pertanggungjawaban. Maka dari itu kunci dalam mengahadapinya adalah ilmu yang akan menuntun dirinya, itu saja tak cukup, ia harus mengamalkan ilmunya sehingga menjadi berkah hidupnya, karena ilmu tanpa amal akan terjadi kehampaan, dan amal tanpa ilmu tak akan diterima.
Salah satu kerugian manusia yang sangat besar adalah menyia-nyiakan waktu istirahatnya di malam hari dengan berbagai hal yang tidak ada manfaatnya sama sekali. Padahal, bbanyak hal yang bisa kita lakukan, misalnya kita habiskan dengan tadarus Al-Qur’an, berkhalwat dengan Allah Ta’ala di kala manusia yang lain terlelap tidur, atau mengerjakan shalat.
Baca juga: Mereka yang Tidak Diampuni di Bulan Ramadhan
Allah Ta’ala menawar kan suatu keuntungan yang sangat besar bagi orang-orang yang mau pergi menuju masjid saat malam gelap untuk melaksanakan shalat Isya dan Shubuh berjama’ah, yakni akan diberikan padanya cahaya yang sempurna di hari kiamat kelak.
Lihat Juga :