Muhasabah Idul Fitri, Berikut 2 Hal yang Wajib Kita Benahi
Senin, 17 Mei 2021 - 09:21 WIB
loading...
A
A
A
"Yaitu orang-orang yang memenuhi janji Allah dan tidak melanggar perjanjian. Dan orang-orang yang menyambung apa yang Allah perintahkan untuk disambung (yaitu silaturahim) dan mereka takut kepada Tuhannya dan takut kepada hisab yang buruk".
Silaturahim atau Halal bihalal adalah hal yang sering kita dengar di momen lebaran. Di saat pandemi ini tidak menghalangi kita untuk tetap bisa menjaga silaturahim yang sesungguhnya bukan hanya sekadar berjabat tangan atau basa-basi di media sosial, tetapi harus menyambung hati dan saling cinta karena Allah. Kesungguhan hati yang saling mengkhikhlaskan dan memaafkan sebagaiman sabda Rasulullah berikut:
لَا تَدْخُلُونَ الجَنَّةَ حَتَّى تُؤْمِنُوا وَلَا تُؤْمِنُوا حَتى تَحَابُّوا أَوَلَا أَدُلُّكُمْ علَى شَيءٍ إِذَا فَعَلْتُمُوهُ تَحَابَبْتُم ؟ أَفْشُوا السَّلَامَ بَيْنَكُمْ (رواه مسلم)
"Kalian tidak akan masuk surga sampai kalian beriman, dan kalian tidak akan beriman dengan sesungguhnya sampai kalian saling mencintai. Mau kah kalian aku tunjukkan sesuatu yang jika kalian lakukan kalian akan saling mencintai ? Yaitu tebarkan salam di antara kalian" (HR. Muslim)
Rasulullah juga berpesan dalam hadits yang diriwayatkan Imam Al-Bukhari:
مَنْ كَانَتْ عِنْدَهُ مَظْلَمَةٌ لِأَخِيهِ فَلْيَتَحَلَّلْهُ مِنْهَا فَإنَّهُ لَيسَ هُنَاكَ دِينارٌ ولَا دِرْهَمٌ مِنْ قَبْلِ أَن يُؤْخَذَ لِأَخِيهِ مِن حَسنَاتِه فَإنْ لَم يَكُنْ له حَسنَاتٌ أُخِذَ مِن سَيِّئَاتِ أَخِيه فَطُرِحَتْ عَليهِ (رواه البخاري)
"Barang siapa yang mempunyai kesalahan dengan sesamanya maka mintalah maaf karena di akhirat nanti tidak ada dinar atau dirham untuk menebusnya sebelum kebaikannya diberikan kepada temannya yang dizholimi, jika dia tidak memiliki kebaikan maka dosa teman yang dizholiminya itu diberikan kepadanya." (HR Al-Bukhari)
Taqabbalallahu Minna Wa Minkum, Shiyamana Wa Shiyamakum. Semoga Allah menerima amal ibadah kita.
Baca Juga: Begini Ulasan Quraish Shihab Mengenai Esensi Perayaan Idul Fitri
Silaturahim atau Halal bihalal adalah hal yang sering kita dengar di momen lebaran. Di saat pandemi ini tidak menghalangi kita untuk tetap bisa menjaga silaturahim yang sesungguhnya bukan hanya sekadar berjabat tangan atau basa-basi di media sosial, tetapi harus menyambung hati dan saling cinta karena Allah. Kesungguhan hati yang saling mengkhikhlaskan dan memaafkan sebagaiman sabda Rasulullah berikut:
لَا تَدْخُلُونَ الجَنَّةَ حَتَّى تُؤْمِنُوا وَلَا تُؤْمِنُوا حَتى تَحَابُّوا أَوَلَا أَدُلُّكُمْ علَى شَيءٍ إِذَا فَعَلْتُمُوهُ تَحَابَبْتُم ؟ أَفْشُوا السَّلَامَ بَيْنَكُمْ (رواه مسلم)
"Kalian tidak akan masuk surga sampai kalian beriman, dan kalian tidak akan beriman dengan sesungguhnya sampai kalian saling mencintai. Mau kah kalian aku tunjukkan sesuatu yang jika kalian lakukan kalian akan saling mencintai ? Yaitu tebarkan salam di antara kalian" (HR. Muslim)
Rasulullah juga berpesan dalam hadits yang diriwayatkan Imam Al-Bukhari:
مَنْ كَانَتْ عِنْدَهُ مَظْلَمَةٌ لِأَخِيهِ فَلْيَتَحَلَّلْهُ مِنْهَا فَإنَّهُ لَيسَ هُنَاكَ دِينارٌ ولَا دِرْهَمٌ مِنْ قَبْلِ أَن يُؤْخَذَ لِأَخِيهِ مِن حَسنَاتِه فَإنْ لَم يَكُنْ له حَسنَاتٌ أُخِذَ مِن سَيِّئَاتِ أَخِيه فَطُرِحَتْ عَليهِ (رواه البخاري)
"Barang siapa yang mempunyai kesalahan dengan sesamanya maka mintalah maaf karena di akhirat nanti tidak ada dinar atau dirham untuk menebusnya sebelum kebaikannya diberikan kepada temannya yang dizholimi, jika dia tidak memiliki kebaikan maka dosa teman yang dizholiminya itu diberikan kepadanya." (HR Al-Bukhari)
Taqabbalallahu Minna Wa Minkum, Shiyamana Wa Shiyamakum. Semoga Allah menerima amal ibadah kita.
Baca Juga: Begini Ulasan Quraish Shihab Mengenai Esensi Perayaan Idul Fitri
(rhs)
Lihat Juga :