Puasa dan Transformasi Hidup (1)

Rabu, 19 Mei 2021 - 22:55 WIB
loading...
Puasa dan Transformasi...
Imam Shamsi Ali, Direktur/Imam Jamaica Muslim Center. Foto/Ist
A A A
Ustaz Shamsi Ali
Presiden Nusantara Foundation,
Imam/Direktur Jamaica Muslim Center

Tulisan ini adalah bagian dari catatan Ramadhan yang telah saya sampaikan pada berbagai kesempatan ceramah di bulan Ramadhan. Pengingat (dzikra) untuk kita semua jika Ramadhan hendaknya tidak saja dijadikan sebagai bulan ritual rutinitas semata. Apalagi sekadar menjadi ajang (seolah) sedang hitung-hitungan dengan Allah Ta'ala.

Ramadhan atau bulan puasa, sebagaimana ibadah-ibadah dalam Islam lainnya, kerap disikapi secara terbatas dan parsial. Saya menilai ini karena memang ada kesalahan Umat dalam memandang Islam itu sendiri. Umat masih memandang Islam sebagai sekedar agama. Dalam artian Islam seolah hanyalah tuntunan ritual untuk memenuhi kebutuhan spiritualitas semata. Padahal Islam adalah agama kehidupan atau agama yang menjadi petunjuk hidup secara menyeluruh (way of life).

Dan karenanya untuk membenahi kesalah pahaman tentang ibadah-ibadah ritual dalam Islam, menjadi penting bagi Umat ini untuk membenarkan wawasan atau cara pandang tentang Islam itu sendiri. Bahwa Islam harusnya dipahami sebagai jalan hidup dan bukan sekedar tumpukan ritual yang kerap menjadi ritunitas hidup semata.

Dalam konteks inilah kemudian harusnya kita memahami puasa dan ibadah-ibadah lainnya dalam Islam. Bahwa puasa bukan sekedar amalan ritual yang terpisah dari hidup dan kehidupan manusia. Justru puasa menjadi bagian dari akar hidup seorang Muslim.

Pada tataran ini pula saya selalu menekankan agar Ramadhan atau bulan puasa harus menjadi bulan pembelajaran (month of learnings). Bahkan harusnya menjadi bulan yang dapat membawa kepada perubahan mendasar (inherent change) dalam hidup manusia. Perubahan mendasar inilah yang saya istilahkan dengan transformasi hidup (life transformation).

Beberapa bentuk transformasi yang harus terjadi selama Ramadhan itu, antara lain:

Pertama, transformasi spiritualitas (spiritual transformation). Ketika kita mendefenisikan manusia maka manusia itu adalah "spiritual being in a physical body" (manusia adalah wujud spiritulitas yang bertengger pada wujud fisikalnya).

Ini menunjukkan bahwa kemanusiaan (insaniyat) itulah sesungguhnya yang menentukan siapa dan bagaimana manusia. Dan ketika kita berbicara tentang kemanusiaan (insaniyat) manusia maka esensinya ada pada aspek spiritulitasnya.

Sayangnya dunia kita saat ini didominasi oleh aspek material (physical) kehidupan. Dunia kita adalah dunia materilistik dan berpaham materialisme. Sehingga manusia dalam banyak hal melupakan esensi kemanusiaannya (humanity). Manusia nampak seperti manusia tapi bukan manusia karena hampa dengan kemanusiaan (insaniyat).

Dengan puasalah manusia kemudian bermujahadah (bersungguh-sungguh) untuk mengembalikan kekuatan spiritualitasnya. Yang dengannnya esensi kemanusiaan itu kembali hidup. Esensi kemanusiaan itulah sesungguhnya yang dikenal juga dengan fitrah (nilai-nilai kesucian) manusia.

Ketika manusia kuat secara spiritulitas maka fitrahnya akan hidup dan menjadi kendali hidupnya. Di sanalah kemudian manusia akan tajam dalam melihat mana yang baik dan mana yang buruk dalam hidupnya. Kemampuan memilah antara kebaikan dan keburukan atau kebenaran dan kebatilan dikenal dengan "Al-Furqan" (pembeda).

Ketika hidup manusia tidak lagi disinari oleh Fitrah atau al-Furqan maka yang terjadi adalah hidup “chaotic” (hidup yang kacau balau). Itulah yang kita saksikan dalam kehidupan ril dunia kita saat ini. Yang baik sering dianggap buruk. Sebaliknya yang buruk seringkali dianggap baik bagi kehidupan.

Ibarat orang yang sakit, rasa kemanusiaan manusia itu menjadi terbalik. Yang lezat menjadi tidak enak. Dan yang pahit terkadang menjadi enak di tenggorokan. Begitulah manusia yang fitrahnya tertimbung oleh berbagai hawa nafsu jahat. Mereka sedang sakit (hati) yang parah.

Transformasi spiritulitas juga dimaknai dengan terbangunnya koneksi intim (intimate connection) dengan Sang Khaliq. Terjadi koneksi ruhiyah yang kokoh. Dengan ibadah puasa yang sangat personal itu menjadikan seseorang terpaut dengan “Dia” yang mengendalikan segalanya dalam hidup ini.

Al-Qurbah (kedekatan) atau al-ma’iyah (kebersamaan) dengan Allah ini akan membangun energi positif yang luar biasa dalam hidup manusia. Di sìnilah orang-orang beriman akan memiliki motivasi hidup yang dahsyat yang takkan goyah oleh situasi dan keadaan bagaimanapun.

Di Tengah goncangan hidup saat ini, khususnya dengan Covid 19, manusia pastinya memerlukan pegangan hidup yang kokoh. Jika tidak maka manusia akan goyah dan terombang ambing oleh berbagai perubahan yang terjadi. Tanpa pegangan yang kuat, yang lebih dikenal dalam Al-Qur'an dengan "Al-Urwah Al-Wutsqa" manusia rentang mengalami goncangan hidup yang dahsyat.

Karenanya puasa menjadi benteng sekaligus motivasi hidup yang kokoh di tengah goncangan hidup yang semakin kencang tak terkendali.

(Bersambung)!

New York, 18 Mei 2021

Baca Juga: Puasa Adalah Sebuah Proses Perubahan
(rhs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Mengembalikan Kemuliaan...
Mengembalikan Kemuliaan Nuzulul Qur'an dengan Kesalehan Ritual dan Sosial
Niat Puasa Ayyamul Bidh...
Niat Puasa Ayyamul Bidh dan Puasa Syaban Bersamaan 2025 Beserta Keutamaan, Jadwal dan Dalilnya
7 Negara dengan Puasa...
7 Negara dengan Puasa Terlama di Tahun 2024, Nomor 1 Ada di Wilayah Benua Amerika
Lafaz 2 Doa Buka Puasa...
Lafaz 2 Doa Buka Puasa Ramadan yang Populer Lengkap dengan Artinya
Hukum Berpuasa 1 atau...
Hukum Berpuasa 1 atau 2 Hari Sebelum Ramadan
Persiapan dan Bekal...
Persiapan dan Bekal Diri Menjelang Ramadan
Rekomendasi
Robot Ini Ungkap Kisah...
Robot Ini Ungkap Kisah Bangkai Kapal Berusia 600 Tahun di Norwegia
Takut Terkena Kutukan,...
Takut Terkena Kutukan, Ilmuwan Pakai Robot Ungkap Tempat Misterius di Piramida Giza
Es Antartika Tiba-tiba...
Es Antartika Tiba-tiba Mencair, Ilmuwan Mulai Panik
Artikel Terkini
Jadwal Puasa Muharam...
Jadwal Puasa Muharam 1448 H Tahun 2026, Kapan Puasa Tasu'a dan Asyura Dilaksanakan?
Jangan Libatkan Anak...
Jangan Libatkan Anak dalam Konflik Perceraian, Ini Pesan Buya Yahya untuk Orang Tua
Ramai Kasus Perebutan...
Ramai Kasus Perebutan Hak Asuh Anak, Begini Aturan Hadhanah dalam Islam
5 Putusan Rasulullah...
5 Putusan Rasulullah SAW tentang Hak Asuh Anak Setelah Perceraian
Tak Banyak yang Tahu,...
Tak Banyak yang Tahu, Ini 7 Larangan di Bulan Muharram
Mengenal Keutamaan Puasa...
Mengenal Keutamaan Puasa Asyura, Puasa Sehari Penghapus Dosa Setahun
Infografis
Abu Musa Jabir Bin Hayyan,...
Abu Musa Jabir Bin Hayyan, Ilmuwan Islam di Bidang Kimia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved