Wawasan Al-Quran tentang Ahl Al-Kitab

Bagaimana Seharusnya Sikap Terhadap Ahlul Kitab? Begini Pendapat Quraish Shihab

loading...
Bagaimana Seharusnya Sikap Terhadap Ahlul Kitab? Begini Pendapat Quraish Shihab
Prof Dr Quraish Shihab/Foto Ist
Prof Dr M Quraish Shihab dalam bukunya berjudul Wawasan Al-Qur’an mengatakan bahwa Ahl Al-Kitab tidak semua sama. Karena itu sikap yang diajarkan Al-Qur'an terhadap mereka pun berbeda, sesuai dengan sikap mereka.

Dalam sekian banyak ayat yang menggunakan istilah Ahl Al-Kitab, terasa adanya uluran tangan dan sikap bersahabat, walaupun di sana-sini Al-Qur'an mengakui adanya perbedaan dalam keyakinan.

Baca juga: Apakah Ahlul Kitab Semua Sama? Ini Penjelasan Quraish Shihab

Perhatikan firman Allah berikut ini:

"Janganlah kamu berdebat dengan Ahl Al-Kitab, melainkan dengan cara yang sebaik-baiknya, kecuali terhadap orang-orang yang zalim di antara mereka" (QS Al-'Ankabut [29]: 46).

Dalam beberapa kitab tafsir - seperti juga pada catatan kaki Al-Qur'an dan Terjemahnya Departemen Agama - dijelaskan bahwa yang dimaksud dengan "orang-orang zalim" dalam ayat di atas adalah mereka yang setelah diberi penjelasan dengan baik, masih tetap membantah, membangkang, dan menyatakan permusuhan.

Sebenarnya yang diharapkan oleh kaum Muslim dari semua pihak termasuk Ahl Al-Kitab adalah kalimat sawa' (kata sepakat), dan kalau ini tidak ditemukan, maka cukuplah mengakui kaum Muslim sebagai umat beragama Islam, jangan diganggu dan dihalangi dalam melaksanakan ibadahnya. Dalam konteks ini Al-Qur'an memerintahkan kepada Nabi Muhammad SAW,

"Hai Ahl Al-Kitab, marilah kepada satu kata sepakat antara kita yang tidak ada perselisihan di antara kami dan kamu, yakni bahwa kita tidak menyembah kecuali Allah, dan kita tidak mempersekutukan Dia dengan sesuatu pun, dan tidak pula sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain dari Allah. Jika mereka berpaling, maka katakanlah (kepada mereka), 'Saksikanlah (akuilah) bahwa kami adalah orang-orang Muslim (yang menyerahkan diri kepada Allah)" (QS Ali 'Imran [3]: 64).

Baca juga: Sifat dan Sikap Ahlul Kitab kepada Muslim Menurut Al-Qur'an

Quraish menegaskan "sebagian mereka," karena Al-Qur'an juga menggarisbawahi bahwa:
halaman ke-1
cover top ayah
اَلۡمُنٰفِقُوۡنَ وَالۡمُنٰفِقٰتُ بَعۡضُهُمۡ مِّنۡۢ بَعۡضٍ‌ۘ يَاۡمُرُوۡنَ بِالۡمُنۡكَرِ وَيَنۡهَوۡنَ عَنِ الۡمَعۡرُوۡفِ وَيَقۡبِضُوۡنَ اَيۡدِيَهُمۡ‌ؕ نَسُوا اللّٰهَ فَنَسِيَهُمۡ‌ؕ اِنَّ الۡمُنٰفِقِيۡنَ هُمُ الۡفٰسِقُوۡنَ
Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan, satu dengan yang lain adalah sama, mereka menyuruh berbuat mungkar dan mencegah perbuatan yang makruf dan mereka juga kikir. Mereka telah melupakan Allah, maka Allah melupakan mereka.  Sesungguhnya orang-orang munafik itulah orang-orang yang fasik.

(QS. At-Taubah:67)
cover bottom ayah
preload video