Habis Manis Sepah Dibuang
Selasa, 25 Mei 2021 - 18:25 WIB
loading...
A
A
A
Maka Aisyah menegur saudaranya. “"Wahai saudaraku Abdurrahman, dulu engkau mencintai Laila dan sangat berlebihan dalam mencintainya. Dan sekarang engkau membencinya dan sangat berlebihan membencinya. Maka, hendaknya engkau pilih, Engkau akan berlaku adil kepada Laila atau engkau mengembalikan dia kepada keluarganya". (Tarikh Damaskus oleh Ibnu Asakir [35/34] dan Tahzibul Kamal oleh Al Mizzi [16/559])
Baca juga: DPR Dorong Bentuk Tim Khusus Usut Temuan 97.000 Data PNS Misterius
Dan karena desakan saudarinya tersebut, akhirnya Abdurrahman mengembalikan Laila kepada keluarganya. Cinta yang dulu menggebu-gebu kini berakhir dalam perceraian, sungguh malang kisah cinta Laila ini.
Hikmah Kisah
Dari kisah Laila dan Abdurrahman ini, terlihat bahwa kadang cinta dan benci terasa tipis batasnya. Sebaik apapun atau sesempurna apapun seseorang suatu saat akan ada kekurangan. Sebaliknya seburuk apapun orang yang anda benci, pasti ia memiliki kelebihan. Maka dibutuhkan sikap proposional serta objektif dalam menilai, mencintai atau membenci orang lain.
Baca juga: Tiga Tahun Terakhir Jumlah Tenaga Kerja Asing Turun 'Tipis'
Di antara pelajaran dari kisah Abdurrahman dan Laila ini, setiap pasangan suami istri hendaklah menyadari bahwa kecantikan atau ketampanan dan perkara-perkara yang bersifat lahiriyah pada hakekatnya sebuah ujian. Dianugerahi pasangan yang nyaris ‘sempurna’ hendaklah bersyukur dan tidak melupakan tanggung jawabnya kepada istri yang lainnya (suami yang poligami)
Syaikh Dr. Abdullah bin Ath-Thayyar dalam al ‘Adalah Fi At-Ta’addud, berkata: “Adil terhadap para istri adalah salah satu hak istri yang paling pokok dan menjadi faktor terpenting kebaikan dan ketentraman keluarga serta tercapainya keharmonisan antara anggota keluarga”.
Baca juga: Sri Mulyani Tarik Utang Baru Senilai Rp410 Triliun
Adil dalam sandang, papan, pangan serta hal-hal yang suami mampu, adapun kecenderungan, perasaan cinta, hati ini di luar kehendak manusia. Allah berfirman,
Baca juga: DPR Dorong Bentuk Tim Khusus Usut Temuan 97.000 Data PNS Misterius
Dan karena desakan saudarinya tersebut, akhirnya Abdurrahman mengembalikan Laila kepada keluarganya. Cinta yang dulu menggebu-gebu kini berakhir dalam perceraian, sungguh malang kisah cinta Laila ini.
Hikmah Kisah
Dari kisah Laila dan Abdurrahman ini, terlihat bahwa kadang cinta dan benci terasa tipis batasnya. Sebaik apapun atau sesempurna apapun seseorang suatu saat akan ada kekurangan. Sebaliknya seburuk apapun orang yang anda benci, pasti ia memiliki kelebihan. Maka dibutuhkan sikap proposional serta objektif dalam menilai, mencintai atau membenci orang lain.
Baca juga: Tiga Tahun Terakhir Jumlah Tenaga Kerja Asing Turun 'Tipis'
Di antara pelajaran dari kisah Abdurrahman dan Laila ini, setiap pasangan suami istri hendaklah menyadari bahwa kecantikan atau ketampanan dan perkara-perkara yang bersifat lahiriyah pada hakekatnya sebuah ujian. Dianugerahi pasangan yang nyaris ‘sempurna’ hendaklah bersyukur dan tidak melupakan tanggung jawabnya kepada istri yang lainnya (suami yang poligami)
Syaikh Dr. Abdullah bin Ath-Thayyar dalam al ‘Adalah Fi At-Ta’addud, berkata: “Adil terhadap para istri adalah salah satu hak istri yang paling pokok dan menjadi faktor terpenting kebaikan dan ketentraman keluarga serta tercapainya keharmonisan antara anggota keluarga”.
Baca juga: Sri Mulyani Tarik Utang Baru Senilai Rp410 Triliun
Adil dalam sandang, papan, pangan serta hal-hal yang suami mampu, adapun kecenderungan, perasaan cinta, hati ini di luar kehendak manusia. Allah berfirman,
Lihat Juga :