Haedar Nashir Petakan Tantangan Mendasar Pasca-Reformasi
Kamis, 27 Mei 2021 - 14:05 WIB
loading...
A
A
A
Selanjutnya Haedar mengatakan kehidupuan di sekitar kita saat ini terutama Pasca Reformasi yang beririsan dengan Perkembangan Globalisasi dan Modernisme Abad 21 telah mengalami perubahan landscape yang luar biasa di bidang politik, ekonomi, sosial budaya, keagamaan, dan tataruang sosial kehidupan lainnya yang berpengaruh pada perubahan orientasi dan pandangan hidup manusia dan masyarakat luas.
Baca juga: Sejarah Munculnya Istilah Halal Bihalal di Indonesia
Revolusi Saintek
Di bidang revolusi saintek, dia mencontohkan, Google Ventures menginvestasikan 34% dari portofolionya yang bernilai US$2 miliar pada sejumlah start-up yang menekuni “Sains Kehidupan”, termasuk proyek ambisius “pemanjangan usia”.
"Yuval Noah Harari mengatakan bahwa inilah revolusi saintifik abad 21 yang spektakuler. Masalah fundamental umat manusia saat ini ialah menafsirkan kembali soal kebahagiaan. Apakah Homo Sapiens abad ke-21 lebih bahagia ketimbang sapiens abad ke-19, 18, atau 70 ribu tahun lalu?" tuturnya.
Harari berbicara tentang manusia ke depan ialah yang memiliki kemampuan untuk hidup, bahkan bisa melawan kematian, melalui proyek sains abadi manusia dapat menciptakan kehidupan yang lebih sehat, lebih baik, lebih maju, dan dengan Kecerdasan Buatan (AI) mampu merekayasa untuk hidup berusia sampai 150 tahun.
Kematian bagi orang beragama soal metafisik tentang kehendak Tuhan serta berkaitan dengan hidup di akhirat, surga, dan neraka. "Tapi bagi manusia modern abad ke-21 kematian urusan teknis. Inilah yang disebut perang melawan kematian! Premis utamanya: jika kematian merupakan masalah teknis, maka solusinya pun bersifat teknis, bukan metafisik," jelasnya.
Simulakra Medsos
Microsoft merilis laporan terbaru Digital Civility Index(DCI) yang mengukur tingkat kesopanan digital pengguna internet dunia saat berkomunikasi di dunia maya. Dalam riset ini, warganet Indonesia menempati urutan terbawah se-Asia Tenggara, alias paling tidak sopan di wilayah tersebut. (6) Indonesia 76 poin terburuk (5) Vietnam 72 poin (4) Thailand 69 poin (3) Filipina 66 poin (2) Malaysia 63 poin, (1) Singapura 59 poin.
Kemunduran tingkat kesopanan paling banyak didorong pengguna usia dewasa dengan presentase 68 persen. Sementara usia remaja disebut tidak berkontrubusi dalam mundurnya tingkat kesopanan digital di Indonesia pada 2020. Tiga faktor (1) paling tinggi hoaks dan penipuan 47 persen, (2) Ujaran kebencian 27 persen, dan (3) Diskriminasi 13 persen.
Multikulturalisme
Demokrasi, HAM, pluralisme, toleransi, dan freedom termasuk kebenaran berpikir merupakan nilai-nilai universal yang makin kuat dan menjadi milik bersama secara niscaya (shared value) mengikuti arus global yang semakin membuana sehingga menjadi suatu nilai kosmopolitanisme baru.
Contohnya karena ekstrem pro-demokrasi, pro-HAM maka tumbuh sikap Anti-Agama, Pro-Israel, dsb.
Kebangkitan Agama
Pasca Reformasi dan di kalangan Kaum Muslimin sebenarnya sejak Era Kebangkitan Islam pasca Revolusi Iran terdapat kebangkitan agama (Religious Revitalization).
Secara khusus pasca reformasi terutama dalam satu dasawarsa terakhir muncul kebangkitan agama yang menurut sebagian ahli ditandai menguatnya identitas keagamaan dan kecenderungan beragama yang semakin puritan dan bangkitnya Islamisme dalam politik yang lebih militan, kaku, dan keras. Termasuk kebangkitan agama atau kepercayaan lokal (Local-Tradisional religion).
1. The Few Forum: Kenaikan jumlah umat Islam di dunia setelah tahun 2035. Tetapi kenaikan tersebut harus disertai proses adaptasi kultural dan reorientasi padangan keagamaan. Tariq Ramadhan: Adaptasi Umat Islam di kawasan tempat berada seperti menjadi Muslim Eropa.
2. Carol Kersten “A History of Islam in Indonesia: Unity in Diversity” (2017). Carool memetakan dinamika pemikiran Islam di Indonesia, sebelum dan setelah reformasi untuk memahami peta politik dan intelektual Islam di negeri ini. Polarisasi berbagai kelompok aktivis muslim semakin terlihat.
Baca juga: Sejarah Munculnya Istilah Halal Bihalal di Indonesia
Revolusi Saintek
Di bidang revolusi saintek, dia mencontohkan, Google Ventures menginvestasikan 34% dari portofolionya yang bernilai US$2 miliar pada sejumlah start-up yang menekuni “Sains Kehidupan”, termasuk proyek ambisius “pemanjangan usia”.
"Yuval Noah Harari mengatakan bahwa inilah revolusi saintifik abad 21 yang spektakuler. Masalah fundamental umat manusia saat ini ialah menafsirkan kembali soal kebahagiaan. Apakah Homo Sapiens abad ke-21 lebih bahagia ketimbang sapiens abad ke-19, 18, atau 70 ribu tahun lalu?" tuturnya.
Harari berbicara tentang manusia ke depan ialah yang memiliki kemampuan untuk hidup, bahkan bisa melawan kematian, melalui proyek sains abadi manusia dapat menciptakan kehidupan yang lebih sehat, lebih baik, lebih maju, dan dengan Kecerdasan Buatan (AI) mampu merekayasa untuk hidup berusia sampai 150 tahun.
Kematian bagi orang beragama soal metafisik tentang kehendak Tuhan serta berkaitan dengan hidup di akhirat, surga, dan neraka. "Tapi bagi manusia modern abad ke-21 kematian urusan teknis. Inilah yang disebut perang melawan kematian! Premis utamanya: jika kematian merupakan masalah teknis, maka solusinya pun bersifat teknis, bukan metafisik," jelasnya.
Simulakra Medsos
Microsoft merilis laporan terbaru Digital Civility Index(DCI) yang mengukur tingkat kesopanan digital pengguna internet dunia saat berkomunikasi di dunia maya. Dalam riset ini, warganet Indonesia menempati urutan terbawah se-Asia Tenggara, alias paling tidak sopan di wilayah tersebut. (6) Indonesia 76 poin terburuk (5) Vietnam 72 poin (4) Thailand 69 poin (3) Filipina 66 poin (2) Malaysia 63 poin, (1) Singapura 59 poin.
Kemunduran tingkat kesopanan paling banyak didorong pengguna usia dewasa dengan presentase 68 persen. Sementara usia remaja disebut tidak berkontrubusi dalam mundurnya tingkat kesopanan digital di Indonesia pada 2020. Tiga faktor (1) paling tinggi hoaks dan penipuan 47 persen, (2) Ujaran kebencian 27 persen, dan (3) Diskriminasi 13 persen.
Multikulturalisme
Demokrasi, HAM, pluralisme, toleransi, dan freedom termasuk kebenaran berpikir merupakan nilai-nilai universal yang makin kuat dan menjadi milik bersama secara niscaya (shared value) mengikuti arus global yang semakin membuana sehingga menjadi suatu nilai kosmopolitanisme baru.
Contohnya karena ekstrem pro-demokrasi, pro-HAM maka tumbuh sikap Anti-Agama, Pro-Israel, dsb.
Kebangkitan Agama
Pasca Reformasi dan di kalangan Kaum Muslimin sebenarnya sejak Era Kebangkitan Islam pasca Revolusi Iran terdapat kebangkitan agama (Religious Revitalization).
Secara khusus pasca reformasi terutama dalam satu dasawarsa terakhir muncul kebangkitan agama yang menurut sebagian ahli ditandai menguatnya identitas keagamaan dan kecenderungan beragama yang semakin puritan dan bangkitnya Islamisme dalam politik yang lebih militan, kaku, dan keras. Termasuk kebangkitan agama atau kepercayaan lokal (Local-Tradisional religion).
1. The Few Forum: Kenaikan jumlah umat Islam di dunia setelah tahun 2035. Tetapi kenaikan tersebut harus disertai proses adaptasi kultural dan reorientasi padangan keagamaan. Tariq Ramadhan: Adaptasi Umat Islam di kawasan tempat berada seperti menjadi Muslim Eropa.
2. Carol Kersten “A History of Islam in Indonesia: Unity in Diversity” (2017). Carool memetakan dinamika pemikiran Islam di Indonesia, sebelum dan setelah reformasi untuk memahami peta politik dan intelektual Islam di negeri ini. Polarisasi berbagai kelompok aktivis muslim semakin terlihat.
Lihat Juga :