Inilah Pemuda yang Akan Dinaungi Allah Ta'ala di Hari Kiamat
Minggu, 06 Juni 2021 - 05:00 WIB
loading...
A
A
A
1. Mentauhidkan Allah
Jadilah pemuda yang mentauhidkan Allah dan menjauhkan kesyirikan. Jadilah pemuda yang paham betul siapa Tuhannya. Tuhan kita adalah Allah yang menciptakan langit dan bumi. Maka berarti Allah satu-satunya Dzat yang berhak diibadahi.
Baca juga: Garap Bisnis Pengiriman Barang, Kantor Pos Kini Buka 24 Jam Tanpa Libur
Maka dari itu 7 pemuda Ashabul Kahfi itu dengan lantang mereka menyatakan bahwasanya Allah-lah pencipta langit dan bumi.
إِذْ أَوَى الْفِتْيَةُ إِلَى الْكَهْفِ فَقَالُوا رَبَّنَا آتِنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا
“Ingatlah ketika beberapa pemuda itu berlindung ke dalam sebuah gua, lalu mereka berdoa: “Wahai Rabb kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami ini.” (QS. Al-Kahfi : 10)
Ayat ini menunjukkan bahwa mereka mentauhidkan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Karena mereka hanya berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Pemuda yang seperti inilah yang Allah banggakan dalam Al-Qur’anul Karim. Yaitu pemuda yang kuat di atas tauhid, mereka beriman kepada Allah, mereka hanya menghambakan diri kepada Allah, mereka hanya memurnikan ibadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, bukan kepada selain Allah Subhanahu wa Ta’ala. Mereka tidak akan pernah mau menyeru selain Allah, maka mereka memilih tinggal di goa daripada harus menggadaikan akidah dan keimanan. Mereka tinggalkan dunia demi untuk menyelamatkan akidah dan keimanan.
Baca juga: Mengejutkan, Motor BMW Klasik yang Dikendarai Ridwan Kamil dan AHY Dibeli dari Tukang Cukur
2. Pemuda yang semangat menuntut Ilmu
Yang dimaksud “ilmu” di sini adalah ilmu agama yang berdasarkan Al-Qur’an dan sunnah dengan pemahaman para sahabat, para tabi’in dan tabi’ut tabi’in.
Ibnu Abbas atau Abdullah bin Abbas ketika umur 6 tahun didoakan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam supaya faqih. Jadilah dia pemuda yang rajin menuntut ilmu. Semangatnya Ibnu Abbas untuk menuntut ilmu terlihat ketika dia mendengar ada seorang sahabat Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam punya hadits yang tidak dimiliki sahabat lain, maka pergilah ia ke rumah sahabat tersebut. Ternyata didapati sahabat itu sedang tidur siang. Akhirnya Ibnu Abbas menunggu di depan rumahnya sampai tertidur. Ketika sore hari, sahabat ini keluar rumah ternyata ada Ibnu Abbas sedang tidur di depan rumahnya.
Lalu sahabat ini pun berkata: “Wahai anak paman Rasulullah, ada apa kamu berada di depan rumahku?” Kata Ibnu Abbas: “Wahai paman, aku mendengar bahwa engkau punya hadits yang hanya engkau yang tahu, aku ingin mengambilnya darimu.”
Sahabat ini pun berkata: “Kenapa kamu tidak suruh orang agar aku yang datang?” Kata Ibnu Abbas: “Demikianlah seharusnya adab seorang penuntut ilmu kepada gurunya.”
Jadilah pemuda yang mentauhidkan Allah dan menjauhkan kesyirikan. Jadilah pemuda yang paham betul siapa Tuhannya. Tuhan kita adalah Allah yang menciptakan langit dan bumi. Maka berarti Allah satu-satunya Dzat yang berhak diibadahi.
Baca juga: Garap Bisnis Pengiriman Barang, Kantor Pos Kini Buka 24 Jam Tanpa Libur
Maka dari itu 7 pemuda Ashabul Kahfi itu dengan lantang mereka menyatakan bahwasanya Allah-lah pencipta langit dan bumi.
إِذْ أَوَى الْفِتْيَةُ إِلَى الْكَهْفِ فَقَالُوا رَبَّنَا آتِنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا
“Ingatlah ketika beberapa pemuda itu berlindung ke dalam sebuah gua, lalu mereka berdoa: “Wahai Rabb kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami ini.” (QS. Al-Kahfi : 10)
Ayat ini menunjukkan bahwa mereka mentauhidkan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Karena mereka hanya berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Pemuda yang seperti inilah yang Allah banggakan dalam Al-Qur’anul Karim. Yaitu pemuda yang kuat di atas tauhid, mereka beriman kepada Allah, mereka hanya menghambakan diri kepada Allah, mereka hanya memurnikan ibadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, bukan kepada selain Allah Subhanahu wa Ta’ala. Mereka tidak akan pernah mau menyeru selain Allah, maka mereka memilih tinggal di goa daripada harus menggadaikan akidah dan keimanan. Mereka tinggalkan dunia demi untuk menyelamatkan akidah dan keimanan.
Baca juga: Mengejutkan, Motor BMW Klasik yang Dikendarai Ridwan Kamil dan AHY Dibeli dari Tukang Cukur
2. Pemuda yang semangat menuntut Ilmu
Yang dimaksud “ilmu” di sini adalah ilmu agama yang berdasarkan Al-Qur’an dan sunnah dengan pemahaman para sahabat, para tabi’in dan tabi’ut tabi’in.
Ibnu Abbas atau Abdullah bin Abbas ketika umur 6 tahun didoakan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam supaya faqih. Jadilah dia pemuda yang rajin menuntut ilmu. Semangatnya Ibnu Abbas untuk menuntut ilmu terlihat ketika dia mendengar ada seorang sahabat Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam punya hadits yang tidak dimiliki sahabat lain, maka pergilah ia ke rumah sahabat tersebut. Ternyata didapati sahabat itu sedang tidur siang. Akhirnya Ibnu Abbas menunggu di depan rumahnya sampai tertidur. Ketika sore hari, sahabat ini keluar rumah ternyata ada Ibnu Abbas sedang tidur di depan rumahnya.
Lalu sahabat ini pun berkata: “Wahai anak paman Rasulullah, ada apa kamu berada di depan rumahku?” Kata Ibnu Abbas: “Wahai paman, aku mendengar bahwa engkau punya hadits yang hanya engkau yang tahu, aku ingin mengambilnya darimu.”
Sahabat ini pun berkata: “Kenapa kamu tidak suruh orang agar aku yang datang?” Kata Ibnu Abbas: “Demikianlah seharusnya adab seorang penuntut ilmu kepada gurunya.”
Lihat Juga :