Haedar Nashir: Waspadai Virus yang Ganggu Ukhuwah
Minggu, 06 Juni 2021 - 09:04 WIB
loading...
A
A
A
Tentu saja, masa lalu yang terungkit itu menimbulkan trauma pada keduanya dan memicu kembalinya pertengkaran. Nyaris saja Aus dan Khazraj bangkit untuk saling bertengkar kembali sampai terdengar oleh Nabi Muhammad SAW.
Kemudian Nabi merukunkan sekaligus berkata “Apakah kalian mau mendengarkan ocehan kaum jahiliyah yang ingin membangkitkan kembali kalian untuk bertengkar?”
Haedar melanjutkan melihat Aus dan Khazraj yang hendak kembali bertengkar, nyaris saja mereka seperti berdiri di tebing jurang neraka.
“Artinya bahwa ketika kita ingin membangun solidaritas sosial, solidaritas umat, solidaritas bangsa, solidaritas lebih luas lagi kemanusiaan maka selain hal-hal yang positif harus terus kita kembangkan tetapi pada saat yang sama kita harus seksama kita harus waspada tanpa paranoid terhadap benih-benih dan kemungkinan provokasi yang membuat kita tidak solider lagi, yang membuat solidaritas kita itu luruh, longgar dan kemudian rapuh maka silaturahmi ini tentu pertama mempertautkan hubungan yang sudah terjalin bagus,” terang Haedar.
Baca juga: Telaga Rasulullah di Padang Mahsyar, Ada Lho, Umat Nabi Tak Bisa Minum
Di sisi lain, Haedar juga menjelaskan bahwa agama Islam mempunyai rujukan yang jelas terkait silaturahmi. Salah satunya tertuang dalam surat Ali Imron ayat 103, “Dan berpegangteguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa jahiliah) bermusuhan, lalu Allah mempersatukan hatimu, sehingga dengan karunia-Nya kamu menjadi bersaudara, sedangkan (ketika itu) kamu berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari sana. Demikianlah, Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu mendapat petunjuk.”
Dari ayat tersebut kita hendaknya menjalin hubungan dalam jalinan tali Allah dan jagan sekali-kali kita itu berpecah belah.
Kemudian Nabi merukunkan sekaligus berkata “Apakah kalian mau mendengarkan ocehan kaum jahiliyah yang ingin membangkitkan kembali kalian untuk bertengkar?”
Haedar melanjutkan melihat Aus dan Khazraj yang hendak kembali bertengkar, nyaris saja mereka seperti berdiri di tebing jurang neraka.
“Artinya bahwa ketika kita ingin membangun solidaritas sosial, solidaritas umat, solidaritas bangsa, solidaritas lebih luas lagi kemanusiaan maka selain hal-hal yang positif harus terus kita kembangkan tetapi pada saat yang sama kita harus seksama kita harus waspada tanpa paranoid terhadap benih-benih dan kemungkinan provokasi yang membuat kita tidak solider lagi, yang membuat solidaritas kita itu luruh, longgar dan kemudian rapuh maka silaturahmi ini tentu pertama mempertautkan hubungan yang sudah terjalin bagus,” terang Haedar.
Baca juga: Telaga Rasulullah di Padang Mahsyar, Ada Lho, Umat Nabi Tak Bisa Minum
Di sisi lain, Haedar juga menjelaskan bahwa agama Islam mempunyai rujukan yang jelas terkait silaturahmi. Salah satunya tertuang dalam surat Ali Imron ayat 103, “Dan berpegangteguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa jahiliah) bermusuhan, lalu Allah mempersatukan hatimu, sehingga dengan karunia-Nya kamu menjadi bersaudara, sedangkan (ketika itu) kamu berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari sana. Demikianlah, Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu mendapat petunjuk.”
Dari ayat tersebut kita hendaknya menjalin hubungan dalam jalinan tali Allah dan jagan sekali-kali kita itu berpecah belah.
(mhy)
Lihat Juga :