Ibn Hazm: Buku Karyanya Dibakar karena Berbeda dengan Ulama Lain
Kamis, 10 Juni 2021 - 15:45 WIB
loading...
A
A
A
Diantara karya-karya Ibn Hazm yang populer adalah Al Ihkam fi Ushuli Al Ahkam, Ibthalu Al Qiyas, Al Muhalla Bi Al Atsar, Jawami’ As Sirah, Jamharah Ansab Al ‘Arab dan banyak lagi karya-karya beliau yang lainnya.
Baca juga: Selamat dari Bom Israel, Ulama Iran Pendiri Hizbullah Meninggal karena COVID-19
Pernah suatu hari seseorang datang ke rumah Ibnu Hazm untuk memperingatinya agar tidak mengeluarkan serta menulis pendapat dan fatwa yang menyimpang dan berbeda dari ulama-ulama yang lain yang semasa dengan beliau.
Setelah mendapat peringatan tersebut Ibnu Hazm hanya berkata kepada orang itu: "Aku menulis pendapat yang aku yakini kebenarannya dan aku merasa puas dengan pendapat itu, aku tidak menulis agar orang lain ridha atau murka kepadaku".
Tidak lama setelah peringatan itu, datang beberapa orang ke rumah beliau dan masuk tanpa izin pemilik rumah, mereka mengambil semua buku-buku yang di dalamnya terdapat pendapat-pendapat dan fatwa Ibnu Hazm yang beliau tulis.
Orang-orang itu pun membawa buku-buku tersebut ke sebuah tanah lapang yang ternyata di sana sudah disiapkan api yang sudah menyala. Selang beberapa saat buku-buku itu pun dilemparkan ke kobaran api tersebut. Ibnu Hazm yang mengikuti mereka hanya dapat pasrah melihat karya-karyanya dilemparkan ke api seraya berucap:
"Jika kalian bisa membakar kertas-kertas itu, maka ketahuilah bahwa kalian tidak akan pernah bisa membakar apa yang tertulis di kertas itu; karena ia ada di dalam dadaku.
"Ia akan selalu berjalan bersamaku ke manapun aku pergi, dan di manapun aku tinggal ia akan tinggal bersamaku, bahkan ia akan bersamaku hingga nanti saat aku berada dalam kuburku".
Untungnya setelah pembakaran itu beliau tidak hilang semangat dan putus asa, beliau tuliskan lagi pendapat beliau yang pernah tertuang di kertas-kertas yang dibakar habis itu. Bersama orang kepercayaannya beliau menulis ulang semua yang pernah beliau tulis, hingga akhirnya karya-karya itu sampai pada kita saat ini.
Baca juga: Selamat dari Bom Israel, Ulama Iran Pendiri Hizbullah Meninggal karena COVID-19
Pernah suatu hari seseorang datang ke rumah Ibnu Hazm untuk memperingatinya agar tidak mengeluarkan serta menulis pendapat dan fatwa yang menyimpang dan berbeda dari ulama-ulama yang lain yang semasa dengan beliau.
Setelah mendapat peringatan tersebut Ibnu Hazm hanya berkata kepada orang itu: "Aku menulis pendapat yang aku yakini kebenarannya dan aku merasa puas dengan pendapat itu, aku tidak menulis agar orang lain ridha atau murka kepadaku".
Tidak lama setelah peringatan itu, datang beberapa orang ke rumah beliau dan masuk tanpa izin pemilik rumah, mereka mengambil semua buku-buku yang di dalamnya terdapat pendapat-pendapat dan fatwa Ibnu Hazm yang beliau tulis.
Orang-orang itu pun membawa buku-buku tersebut ke sebuah tanah lapang yang ternyata di sana sudah disiapkan api yang sudah menyala. Selang beberapa saat buku-buku itu pun dilemparkan ke kobaran api tersebut. Ibnu Hazm yang mengikuti mereka hanya dapat pasrah melihat karya-karyanya dilemparkan ke api seraya berucap:
"Jika kalian bisa membakar kertas-kertas itu, maka ketahuilah bahwa kalian tidak akan pernah bisa membakar apa yang tertulis di kertas itu; karena ia ada di dalam dadaku.
"Ia akan selalu berjalan bersamaku ke manapun aku pergi, dan di manapun aku tinggal ia akan tinggal bersamaku, bahkan ia akan bersamaku hingga nanti saat aku berada dalam kuburku".
Untungnya setelah pembakaran itu beliau tidak hilang semangat dan putus asa, beliau tuliskan lagi pendapat beliau yang pernah tertuang di kertas-kertas yang dibakar habis itu. Bersama orang kepercayaannya beliau menulis ulang semua yang pernah beliau tulis, hingga akhirnya karya-karya itu sampai pada kita saat ini.
(mhy)
Lihat Juga :