Kita Lahir Telanjang, Pakaian Apa yang Paling Utama?
Kamis, 10 Juni 2021 - 16:12 WIB
loading...
A
A
A
Pakaian dalam bentuk verbal adalah yang dapat kita kenakan setiap hari untuk menutup tubuh atau aurat ini, sehingga kita menjadi makhluq yang beretika dan memiliki sopan santun. Maka pakaian itu memberikan keanggunan bagi pemakainya. Jika pakaian kurang menutup auratnya maka kehidupan akan kembali dalam kondisi kehidupan yang primitif.
Bagi mereka yang kebetulan dikaruniai tubuh putih-kuning mulus seringkali salah sangka, seolah tubuhnya itu hasil karyanya sendiri. Padahal mereka hanya tahu beres terhadap keadaan tubuhnya itu, bagaimana jika mereka mendapat karunia tubuh yang berkulit hitam legam, adakah mereka berpikir serupa? yakni suka membuka dan memerkan auratnya.
Maka pakaian islami adalah pakaian universal untuk semua warna kulit, sehingga tidak ada diskriminasi dalam soal pakaian. Islam sangat menghormati semua anak manusia tanpa membedakan warna kulitnya.
Baca juga: Tergila-gila dengan Seorang Gadis, Bertobat Lalu Menjadi Ahli Hadis
Pakaian Takwa
Maka takwa merupakan pakaian yang agung bagi setiap manusia, baik laki-laki maupun perempuan.
يَٰبَنِيٓ ءَادَمَ قَدۡ أَنزَلۡنَا عَلَيۡكُمۡ لِبَاسٗا يُوَٰرِي سَوۡءَٰتِكُمۡ وَرِيشٗاۖ وَلِبَاسُ ٱلتَّقۡوَىٰ ذَٰلِكَ خَيۡرٞۚ ذَٰلِكَ مِنۡ ءَايَٰتِ ٱللَّهِ لَعَلَّهُمۡ يَذَّكَّرُونَ
“Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat.” (al-A’raf; 26)
Ustadz Muhammad Hidayatulloh, Pengasuh Kajian Tafsir al-Quran Yayasan Ma’had Islami (Yamais), Masjid al-Huda Berbek, Waru, Sidoarjo mengingatkan pernahkan kita berpikir tentang bagaimana seseorang bisa membuat kain yang kemudian bisa menjadi pakaian? "Allahlah yang telah menyediakan semua itu untuk manusia," katanya.
Dengan berpakaian akan adanya keserasian dan keanggunan seiring dengan kebagusan akhlak atau etika seorang Muslim. Berpakaian bukan dalam pengertian supaya menjadi orang terhormat di hadapan manusia yang lainnya. Tetapi landasan ketakwaanlah yang mendasarinya.
Dan makna pakaian sebagaimana hadis di atas adalah juga penutup aurat kekurangan dan kejelekan kehidupan kita. Begitu banyaknya kekurangan dan keburukan kita yang tertutupi oleh tirai Allah dari penglihatan orang lain. Maka memohon pakaian berarti kita menyadari akan kekurangan diri dan sekaligus memohon kepada Allah Subhanahu wa Taala.
Baca juga: Gara-gara Menghina Hadis Nabi, Tangannya Masuk ke Dubur Sampai Siku
Bagi mereka yang kebetulan dikaruniai tubuh putih-kuning mulus seringkali salah sangka, seolah tubuhnya itu hasil karyanya sendiri. Padahal mereka hanya tahu beres terhadap keadaan tubuhnya itu, bagaimana jika mereka mendapat karunia tubuh yang berkulit hitam legam, adakah mereka berpikir serupa? yakni suka membuka dan memerkan auratnya.
Maka pakaian islami adalah pakaian universal untuk semua warna kulit, sehingga tidak ada diskriminasi dalam soal pakaian. Islam sangat menghormati semua anak manusia tanpa membedakan warna kulitnya.
Baca juga: Tergila-gila dengan Seorang Gadis, Bertobat Lalu Menjadi Ahli Hadis
Pakaian Takwa
Maka takwa merupakan pakaian yang agung bagi setiap manusia, baik laki-laki maupun perempuan.
يَٰبَنِيٓ ءَادَمَ قَدۡ أَنزَلۡنَا عَلَيۡكُمۡ لِبَاسٗا يُوَٰرِي سَوۡءَٰتِكُمۡ وَرِيشٗاۖ وَلِبَاسُ ٱلتَّقۡوَىٰ ذَٰلِكَ خَيۡرٞۚ ذَٰلِكَ مِنۡ ءَايَٰتِ ٱللَّهِ لَعَلَّهُمۡ يَذَّكَّرُونَ
“Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat.” (al-A’raf; 26)
Ustadz Muhammad Hidayatulloh, Pengasuh Kajian Tafsir al-Quran Yayasan Ma’had Islami (Yamais), Masjid al-Huda Berbek, Waru, Sidoarjo mengingatkan pernahkan kita berpikir tentang bagaimana seseorang bisa membuat kain yang kemudian bisa menjadi pakaian? "Allahlah yang telah menyediakan semua itu untuk manusia," katanya.
Dengan berpakaian akan adanya keserasian dan keanggunan seiring dengan kebagusan akhlak atau etika seorang Muslim. Berpakaian bukan dalam pengertian supaya menjadi orang terhormat di hadapan manusia yang lainnya. Tetapi landasan ketakwaanlah yang mendasarinya.
Dan makna pakaian sebagaimana hadis di atas adalah juga penutup aurat kekurangan dan kejelekan kehidupan kita. Begitu banyaknya kekurangan dan keburukan kita yang tertutupi oleh tirai Allah dari penglihatan orang lain. Maka memohon pakaian berarti kita menyadari akan kekurangan diri dan sekaligus memohon kepada Allah Subhanahu wa Taala.
Baca juga: Gara-gara Menghina Hadis Nabi, Tangannya Masuk ke Dubur Sampai Siku
Lihat Juga :