Beribadah 500 Tahun Tapi Diseret ke Neraka, Ini Penyebabnya
Jum'at, 11 Juni 2021 - 05:01 WIB
loading...
Ilustrasi hamba yang beribadah selama 500 tahun di puncak gunung yang dikelilingi oleh lautan. Allah mengeluarkan mata air segar dan buah delima kepadanya setiap hari sebagai makanannya. Foto/Ist
A
A
A
Berikut kisah seorang hamba yang beribadah selama 500 tahun tetapi diseret ke neraka karena takjub dengan amalannya. Untungnya, Allah yang Maha Pengasih berkenan menyelamatkannya sehingga ahli ibadah ini dikeluarkan dari neraka.
Apa yang menyebabkan ahli ibadah ini masuk neraka? Mari kita simak kisah berikut ini sebagaimana disampaikan Habib Jindan Bin Novel Salim Jindan (Pengasuh Ponpes Al-Facriyah Tangerang) dalam satu kajiannya. Kisah ini mengandung hikmah dan pelajaran berharga.
Baca Juga: Memetik Hikmah dari Kisah Hamba yang Beribadah 500 Tahun
Diriwayatkan dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu 'anhuma: "Sesungguhnya Malaikat Jibril berkata kepada Nabi Muhammad shalallahu 'alaihi wasallam: "Demi Zat yang telah mengutus engkau (Muhammad) dengan sebenar-benarnya dengan kenabian, sesungguhnya Allah mempunyai seorang hamba dari hamba sekalian yang beribadah kepada Allah yang Mahaluhur selama 500 tahun di puncak gunung. Lebar dan panjangnya 30 dziro' (30x30 hasta) yang dikelilingi lautan seluas 4.000 farsakh dari setiap penjuru.
Allah memancarkan mata air yang segar sebesar jari untuknya. Air segar itu menggenang dari bawah gunung. Dan Allah menumbuhkan pohon delima dan sebutir buah delima tumbuh setiap hari untuknya. Maka ketika waktu sore hari dia turun dan mengambil wudhu dan mengambil buah delima lalu dia memakannya. Kemudian dia berdiri untuk mendirikan sholat dan meminta kepada Tuhannya agar mencabut nyawanya dalam keadaan sujud. Dan agar Allah tidak menjadikan bumi dan segala sesuatu untuk menghancurkan jasadnya, sehingga Allah membangkitkannya dalam keadaan sujud.
Maka Allah mengabulkan permohonan tersebut. Berkatalah Malaikat Jibril: "Maka ketika kami melewati kepadanya ketika kami turun dan naik ke langit dan dia dalam keadaan sujudnya."
Berkata Malaikat Jibril: "Kami mendapati di dalam ilmu-Nya Allah (Lauhil Mahfuzh) bahwa ia akan dibangkitkan pada hari Kiamat dan ditempatkan di hadapan Allah (dalam keadaan bersujud). Kemudian Allah berfirman: "Masukkanlah hamba-Ku ini ke dalam Surga dengan belas kasih sayang-Ku (karena rahmat-Ku)."
Hamba itu berkata: "Masukanlah aku dengan amalku". Kemudian Allah berfirman kepada Malaikatnya: "Hitunglah amal hamba-Ku ini dengan nikmat yang telah Kuberikan dengan amal yang dilakukannya."
Maka didapatilah nikmat melihat yang diberikan Allah kepadanya telah melebihi ibadahnya selama 500 tahun. Dan masih tersisa nikmat anggota badan lainnya (yang belum dihitung). Maka Allah berfirman: "Masukkanlah hamba-Ku ini ke dalam api neraka."
Kemudian diseretlah ke dalam api neraka lalu ia berseru: "Wahai Allah dengan belas kasih sayang-Mu (rahmat-Mu), masukkanlah aku ke dalam Surga".
Apa yang menyebabkan ahli ibadah ini masuk neraka? Mari kita simak kisah berikut ini sebagaimana disampaikan Habib Jindan Bin Novel Salim Jindan (Pengasuh Ponpes Al-Facriyah Tangerang) dalam satu kajiannya. Kisah ini mengandung hikmah dan pelajaran berharga.
Baca Juga: Memetik Hikmah dari Kisah Hamba yang Beribadah 500 Tahun
Diriwayatkan dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu 'anhuma: "Sesungguhnya Malaikat Jibril berkata kepada Nabi Muhammad shalallahu 'alaihi wasallam: "Demi Zat yang telah mengutus engkau (Muhammad) dengan sebenar-benarnya dengan kenabian, sesungguhnya Allah mempunyai seorang hamba dari hamba sekalian yang beribadah kepada Allah yang Mahaluhur selama 500 tahun di puncak gunung. Lebar dan panjangnya 30 dziro' (30x30 hasta) yang dikelilingi lautan seluas 4.000 farsakh dari setiap penjuru.
Allah memancarkan mata air yang segar sebesar jari untuknya. Air segar itu menggenang dari bawah gunung. Dan Allah menumbuhkan pohon delima dan sebutir buah delima tumbuh setiap hari untuknya. Maka ketika waktu sore hari dia turun dan mengambil wudhu dan mengambil buah delima lalu dia memakannya. Kemudian dia berdiri untuk mendirikan sholat dan meminta kepada Tuhannya agar mencabut nyawanya dalam keadaan sujud. Dan agar Allah tidak menjadikan bumi dan segala sesuatu untuk menghancurkan jasadnya, sehingga Allah membangkitkannya dalam keadaan sujud.
Maka Allah mengabulkan permohonan tersebut. Berkatalah Malaikat Jibril: "Maka ketika kami melewati kepadanya ketika kami turun dan naik ke langit dan dia dalam keadaan sujudnya."
Berkata Malaikat Jibril: "Kami mendapati di dalam ilmu-Nya Allah (Lauhil Mahfuzh) bahwa ia akan dibangkitkan pada hari Kiamat dan ditempatkan di hadapan Allah (dalam keadaan bersujud). Kemudian Allah berfirman: "Masukkanlah hamba-Ku ini ke dalam Surga dengan belas kasih sayang-Ku (karena rahmat-Ku)."
Hamba itu berkata: "Masukanlah aku dengan amalku". Kemudian Allah berfirman kepada Malaikatnya: "Hitunglah amal hamba-Ku ini dengan nikmat yang telah Kuberikan dengan amal yang dilakukannya."
Maka didapatilah nikmat melihat yang diberikan Allah kepadanya telah melebihi ibadahnya selama 500 tahun. Dan masih tersisa nikmat anggota badan lainnya (yang belum dihitung). Maka Allah berfirman: "Masukkanlah hamba-Ku ini ke dalam api neraka."
Kemudian diseretlah ke dalam api neraka lalu ia berseru: "Wahai Allah dengan belas kasih sayang-Mu (rahmat-Mu), masukkanlah aku ke dalam Surga".
Lihat Juga :