Apa yang Dimaksud Jembatan Antara Surga dan Neraka di Hari Kiamat?
Jum'at, 11 Juni 2021 - 20:18 WIB
loading...
A
A
A
Yang dimaksud dengan Qonthoroh secara bahasa ialah jembatan yang dibentangkan di atas sungai yang bisa dilewati.
Baca juga: Umat Islam Alami 5 Fase Sebelum Kiamat, Sekarang Berada di Fase 4
Syaikh Amin bin Abdullah asy-Syaqawi menjelaskan, mungkin ada yang bertanya, seperti apa Qonthoroh itu dan bagaimana jalannya qishash tersebut yang terjadi di antara jembatan tadi. Apakah di sana ada qishosh lagi selain dari qishosh yang dilakukan pada permulaan hari kiamat?
Maka kita jawab, kata Syaikh Amin, bahwa perkara-perkara seperti ini merupakan perkara ghaib yang tugas kita hanya mengimaninya saja, tidak ada keharusan untuk mengetahui tentang bagaimana proses kejadiannya. Sebab kita tidak mempunyai ilmu tentang shirat, hakekatnya seperti apa, begitu pula dalam masalah qonthoroh, terus bagaimana mereka tertahan di sana, kita tidak mengetahuinya?
Karena hakekat akhirat itu tidak ada yang mengetahuinya melainkan Allah Ta’ala, namun, dengan ini setiap orang akan menjumpai perkara akhirat pada hari kiamat apabila mereka menyaksikan secara langsung perkaranya dengan mata kepala sendiri.
Imam Ibnu Katsir dalam kitab Bidayah wa Nihayah menerangkan, “Qonthoroh peristiwanya terjadi setelah (mereka) melewati neraka. Bisa jadi qonthoroh ini berbarengan dengan peristiwa lain yang hanya Allah Shubhanahu wa Ta’alla yang mengetahuinya, sedang kita tidak mengetahui hal tersebut. Wallahu a’lam.
Sedang al-Hafidh Ibnu Hajar menyatakan, “Terjadi silang pendapat di kalangan para ulama dalam masalah ini, apakah qonthoroh itu merupakan tepi jembatan yang dibentangkan di atas neraka Jahanam ataukah dia merupakan jembatan sendiri secara terpisah, dan imam al-Qurthubi lebih condong kepada pendapat yang kedua”.
Baca juga: Mengenal Syafa'at Rasulullah SAW pada Hari Kiamat
Adapun sabdanya, “Kemudian mereka semua dihukumi satu sama lain atas kezaliman yang dahulu pernah mereka lakukan“.
Syaikh Ibnu Utsaimin menjelaskan, “Pembalasan ini bukan pembalasan yang pertama yang terjadi di permulaan hari kiamat. Karena qishosh ini sifatnya lebih khusus yakni dengan tujuan menghilangkan rasa dendam dan dengki, serta permusuhan yang berada di dada-dada manusia, sehingga qishosh ini kedudukannya sama persis sebagai penyuci dan pembersih, hal itu dilakukan, karena ganjalan yang ada dalam hati tidak mungkin bisa hilang secara sempurna hanya sekedar dibalas dengan qishosh (pertama).
Maka qonthoroh yang berada di antara surga dan neraka tujuannya adalah untuk mensucikan isi hati mereka sehingga mereka masuk ke dalam surga benar-benar dengan hati bersih tanpa ada lagi iri dan dengki yang tersimpan”. (Lihat Syarh Aqidah al-Wasithiyah karya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah 2/163).
Baca juga: Umat Islam Alami 5 Fase Sebelum Kiamat, Sekarang Berada di Fase 4
Syaikh Amin bin Abdullah asy-Syaqawi menjelaskan, mungkin ada yang bertanya, seperti apa Qonthoroh itu dan bagaimana jalannya qishash tersebut yang terjadi di antara jembatan tadi. Apakah di sana ada qishosh lagi selain dari qishosh yang dilakukan pada permulaan hari kiamat?
Maka kita jawab, kata Syaikh Amin, bahwa perkara-perkara seperti ini merupakan perkara ghaib yang tugas kita hanya mengimaninya saja, tidak ada keharusan untuk mengetahui tentang bagaimana proses kejadiannya. Sebab kita tidak mempunyai ilmu tentang shirat, hakekatnya seperti apa, begitu pula dalam masalah qonthoroh, terus bagaimana mereka tertahan di sana, kita tidak mengetahuinya?
Karena hakekat akhirat itu tidak ada yang mengetahuinya melainkan Allah Ta’ala, namun, dengan ini setiap orang akan menjumpai perkara akhirat pada hari kiamat apabila mereka menyaksikan secara langsung perkaranya dengan mata kepala sendiri.
Imam Ibnu Katsir dalam kitab Bidayah wa Nihayah menerangkan, “Qonthoroh peristiwanya terjadi setelah (mereka) melewati neraka. Bisa jadi qonthoroh ini berbarengan dengan peristiwa lain yang hanya Allah Shubhanahu wa Ta’alla yang mengetahuinya, sedang kita tidak mengetahui hal tersebut. Wallahu a’lam.
Sedang al-Hafidh Ibnu Hajar menyatakan, “Terjadi silang pendapat di kalangan para ulama dalam masalah ini, apakah qonthoroh itu merupakan tepi jembatan yang dibentangkan di atas neraka Jahanam ataukah dia merupakan jembatan sendiri secara terpisah, dan imam al-Qurthubi lebih condong kepada pendapat yang kedua”.
Baca juga: Mengenal Syafa'at Rasulullah SAW pada Hari Kiamat
Adapun sabdanya, “Kemudian mereka semua dihukumi satu sama lain atas kezaliman yang dahulu pernah mereka lakukan“.
Syaikh Ibnu Utsaimin menjelaskan, “Pembalasan ini bukan pembalasan yang pertama yang terjadi di permulaan hari kiamat. Karena qishosh ini sifatnya lebih khusus yakni dengan tujuan menghilangkan rasa dendam dan dengki, serta permusuhan yang berada di dada-dada manusia, sehingga qishosh ini kedudukannya sama persis sebagai penyuci dan pembersih, hal itu dilakukan, karena ganjalan yang ada dalam hati tidak mungkin bisa hilang secara sempurna hanya sekedar dibalas dengan qishosh (pertama).
Maka qonthoroh yang berada di antara surga dan neraka tujuannya adalah untuk mensucikan isi hati mereka sehingga mereka masuk ke dalam surga benar-benar dengan hati bersih tanpa ada lagi iri dan dengki yang tersimpan”. (Lihat Syarh Aqidah al-Wasithiyah karya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah 2/163).
Lihat Juga :