Pelajaran Berharga dari Kisah Nabi Musa Saat Sakit Gigi

Selasa, 15 Juni 2021 - 12:02 WIB
loading...
Pelajaran Berharga dari...
Kisah Nabi Musa ketika mengalami saki gigi layak menjadi pelajaran bagi kita agar senantiasa tawakkal kepada Allah. Foto ilustrasi/dok Channel Islam Populer
A A A
Kisah Nabi Musa 'alaihissalam saat menderita saat gigi layak dijadikan hikmah dan iktibar buat kita. Allah Ta'ala mengajarkan beliau ilmu hikmah dan hakikat tawakkal yang sesungguhnya.

Nabi Musa adalah salah satu Nabi bergelar Ulul 'Azmi selain empat Rasul lainnya yakni Nabi Nuh, Nabi Ibrahim, Nabi Isa dan Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam. Keistimewaan Nabi Musa adalah dapat berbicara langsung dengan Allah Ta'ala.

Baca Juga: Kisah Suami Istri Mendadak Kaya di Zaman Nabi Musa

Dalam Kitab Nuruzh Zholam (نور الظلام) Syarh Aqidatul Awam dikisahkan tentang Nabi Musa yang mengadu kepada Allah mengenai giginya yang sedang sakit. Untuk diketahui, perkara sakit merupakan sunnatullah karena semua manusia pernah merasakannya termasuk para Nabi.

Ketika mendengar pengaduan Nabi Musa, maka Allah 'Azza wa Jalla memerintahkan beliau untuk mengobati sakitnya: "Ambillah daun itu (sesuai yang ditunjuk oleh Allah) dan letakkanlah di gigimu."

Maka Nabi Musa pun mengambil daun tersebut dan meletakkannya di giginya, lalu seketika itu meredalah sakit giginya. Setelah beberapa waktu penyakit itu kembali, maka Nabi Musa pun mengambil daun yang ketika itu diperintahkan oleh Allah untuk diletakkan di giginya.

Namun, ketika daun tersebut diletakkan di giginya, bukan mereda justru sakitnya makin parah dari sebelumnya. Nabi Musa pun mengadu kepada Allah: "Ya Tuhanku bukankah Engkau telah memerintahkan dan menunjukkan aku dengan daun tersebut untuk mengobati sakit gigiku."

Lalu Allah menjawab: "Ya Musa, Aku adalah Zat yang menyembuhkan, Zat yang mensejahterakan, Zat yang meletakkan bahaya, Zat yang memberikan manfaat. Pada sakit yang awal kamu datang kepadaKu maka Aku hilangkan penyakitmu, adapun sekarang kamu datang kepada daun tersebut dan bukan kepada Aku."

Hikmah dibalik kisah ini adalah Allah ingin mengajarkan kepada hambaNya bahwa setiap kali sakit langkah yang pertama yang dituju adalah Allah, meskipun kita sudah mengetahui obat dari penyakit tersebut. Sebab, yang memberi kesembuhan pada obat itu adalah Allah Yang Maha Kuasa, bukan obat itu sendiri.

Kisah Imam Syafi'i dan Sang Guru
Berikut kisah dua ulama besar berbeda pandangan menyikapi rezeki, namun keduanya saling membenarkan. Ketika di satu majelis ilmu, Imam Malik (wafat 179 H) yang merupakan guru dari Imam Syafi'i (wafat 204 H) mengatakan bahwa rezeki itu datang tanpa sebab. Seseorang cukup bertawakkal dengan benar, niscaya Allah akan memberikannnya rezeki.

"Lakukan yang menjadi bagianmu, selanjutnya biarkan Allah mengurus lainnya," demikian kata Imam Malik.

Imam Malik menyandarkan pendapatnya itu berdasarkan sebuah hadis Rasulullah:

لَو أنكُم توكَّلْتُم علَى اللهِ حقَّ تَوَكُّلِهِ لَرَزَقَكُم كما يَرْزُقُ الطَّيْرَ تغدُو خِمَاصًا وتَروحُ بِطَانًا

"Andai kalian bertawakkal kepada Allah sebenar-benar tawakkal niscaya Allah akan berikan rezeki kepada kalian, sebagaimana Dia memberikan rezeki kepada burung yang pergi dalam keadaan lapar lalu pulang dalam keadaan kenyang".

Ternyata Imam Syafi'i memiliki pandangan lain. Beliau mengemukakan pendapat kepada sang guru. "Ya Syekh, seandainya seekor burung tidak keluar dari sangkarnya, bagaimana mungkin ia akan mendapatkan rezeki?"

Suatu hari, Imam Syafi'i berjalan-jalan, beliau melihat orang-orang memanen buah anggur. Beliau pun ikut membantu mereka. Setelah selesai bekerja, Imam Syafi'i diberi imbalan beberapa ikat anggur.

Imam Syafi'i senangnya bukan main. Beliau senang bukan karena mendapatkan anggur, tetapi karena memiliki alasan untuk menyampaikan kepada Imam Malik bahwa pandangannya soal rezeki itu benar.

Bergegas Imam Syafi'i menjumpai Gurunya Imam Malik yang sedang duduk santai. Sambil menaruh anggur yang didapatnya, Imam Syafi'i menceritakan pengalamannya: "Seandainya saya tidak keluar membantu memanen, tentu saja anggur itu tidak akan pernah sampai di tangan saya".

Mendengar itu, Imam Malik tersenyum, seraya mengambil anggur dan mencicipinya. Kemudian Imam Malik berucap: "Sehari ini aku memang tidak keluar pondok, hanya mengambil tugas sebagai guru, dan sedikit berpikir alangkah nikmatnya kalau dalam hari yang panas ini aku bisa menikmati anggur. Tiba-tiba engkau datang membawakan beberapa ikat anggur. Bukankah ini juga bagian dari rezeki yang datang tanpa sebab? Cukup dengan tawakkal yang benar kepada Allah niscaya Allah akan berikan rezeki. Lakukan yang menjadi bagianmu, selanjutnya biarkan Allah yang mengurus lainnya".

Imam Syafi'i pun tertawa mendengar penjelasan Imam Malik tersebut. Sang Guru dan murid itu kemudian tertawa bersama. Begitulah, dua Imam mazhab menyikapi tawakkal dari dua sudut pandang berbeda. Keduanya tidak saling menyalahkan. Mereka tetap memuliakan ilmu dan hikmah yang mereka dapat dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam.

Wallahu A'lam

Baca Juga: Hakikat Tawakkal dan Doa yang Diajarkan Rasulullah
(rhs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Kisah Nabi Musa dan...
Kisah Nabi Musa dan Pendosa 40 Tahun, Bukti Allah Menutupi Aib Hamba yang Bertobat
Kisah Uwais Al-Qarni,...
Kisah Uwais Al-Qarni, Teladan Berbakti kepada Orang Tua yang Dijamin Doanya Mustajab
Kisah Nabi Muhammad...
Kisah Nabi Muhammad SAW Sujud Sangat Lama, Ternyata Ini Penyebabnya
Kisah Hikmah : Tidak...
Kisah Hikmah : Tidak Melakukan Ibadah Haji Tapi Dapat Pahala Haji, Kok Bisa?
Kisah Bulan Zulhijjah...
Kisah Bulan Zulhijjah : Diijabahnya Doa Nabi Zakaria Mendapatkan Keturunan di Umur 90 Tahun
Kisah Uwais Al Qarni...
Kisah Uwais Al Qarni : Menggendong Ibunya dari Yaman ke Makkah untuk Melaksanakan Haji
Rekomendasi
Temuan Kapak Kuno Raksasa,...
Temuan Kapak Kuno Raksasa, Senjata yang Mustahil Digunakan Manusia Berukuran Normal
Astronom Temukan Sinyal...
Astronom Temukan Sinyal Radio Berusia 8 Miliar Tahun
Gempa Besar Guncang...
Gempa Besar Guncang Jepang, Ahli Prediksi yang Lebih Dahsyat Akan Terjadi
Artikel Terkini
Pandangan Islam tentang...
Pandangan Islam tentang Harta: Benarkah Kaya Lebih Baik daripada Miskin?
Solusi Pemberantasan...
Solusi Pemberantasan Korupsi Menurut Islam: Dimulai dari Reformasi Individu dan Sosial
Korupsi Merupakan Karakter...
Korupsi Merupakan Karakter Orang Munafik, Dosanya Mengerikan!
Suap-Menyuap Termasuk...
Suap-Menyuap Termasuk Bentuk Korupsi yang Dilaknat, Begini Penjelasannya
Mengapa Korupsi Diharamkan...
Mengapa Korupsi Diharamkan dan Termasuk Dosa Besar dalam Islam?
Curang dalam Islam:...
Curang dalam Islam: Ancaman Pelaku Kecurangan dalam Al-Qur'an dan Hadis, Bukan Golongan Rasulullah
Infografis
Penemuan-penemuan Ilmuwan...
Penemuan-penemuan Ilmuwan Muslim yang Mengubah Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved