Terbanyak di Dunia, Umat Islam Indonesia Antara Kuantitas dan Kualitas
Kamis, 17 Juni 2021 - 05:00 WIB
loading...
A
A
A
Lulus kuliah langsung haji. Dapat prioritas karena Allah SWT yang pastikan bahwa orang berilmu itu memang lebih tinggi derajatnya.
يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ ۚ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ
"Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat." (QS. Al-Mujadilah : 11)
Juga sebagaimana sabda Nabi dalam memuliakan orang berilmu :
مَن سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ طَرِيقًا إلى الجَنَّةِ
"Orang yang menelusuri jalan demi mencari ilmu agama, maka Allah SWT mudahkan baginya jalan menuju surga." (HR. Ahmad: Musnad Imam Ahmad 14/66)
Program Percepatan Antrean Haji
Ustaz Ahmad Sarwat menyampaikan beberapa usulan dalam rangka percepatan antrean haji. Di antaranya:
1. Program ini bukan screening, bukan fit and proper test juga bukan syarat pergi haji. Tapi program ini adalah program percepatan antrean haji. Yang ikut program ini bisa dapat kesempatan haji lebih cepat. "Daripada nunggu 40 tahun, mau nggak nunggunya cuma 4 tahun saja? Kalau tidak mau ya tidak apa-apa," katanya.
2. Di zaman serba online ini, pendidikan bisa diselenggarakan secara online. Sehingga tidak butuh banyak fasilitas aneh-aneh.Dan itu berarti tidak butuh terlalu banyak biaya juga.
3. Untuk memastikan kualitas para lulusannya, maka program ini tentu harus ada tes di tiap semester. "Usulan saya ada tes lisan yang sifatnya live streaming sehingga bisa ditonton seluruh bangsa Indonesia. Jadi semua akan tahu kayak apa kualitas lulusannya," paparnya.
4. Kalau program ini berjalan baik, kita bisa lobi pemerintah Saudi untuk memberikan jatah khusus buat para lulusannya. Sehingga program ini tidak mengurangi jatah kuota aslinya. Misalnya Saudi kasih jatah tambahan 10 ribu orang. Syaratnya para peserta dites bahasa Arab dan hafalan Qur'an serta tes Fiqih, Tafsir, Hadits, Ilmu Al-Quran dan seterusnya.Dan kita mudahkan jalannya menuju Baitullah. Aamien.
Baca Juga: Tak Bisa Berangkat Haji dan Umrah, Berikut Pesan Gus Baha
![Terbanyak di Dunia, Umat Islam Indonesia Antara Kuantitas dan Kualitas]()
Ustaz Ahmad Sarwat Lc MA. Foto/dok iNews
يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ ۚ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ
"Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat." (QS. Al-Mujadilah : 11)
Juga sebagaimana sabda Nabi dalam memuliakan orang berilmu :
مَن سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ طَرِيقًا إلى الجَنَّةِ
"Orang yang menelusuri jalan demi mencari ilmu agama, maka Allah SWT mudahkan baginya jalan menuju surga." (HR. Ahmad: Musnad Imam Ahmad 14/66)
Program Percepatan Antrean Haji
Ustaz Ahmad Sarwat menyampaikan beberapa usulan dalam rangka percepatan antrean haji. Di antaranya:
1. Program ini bukan screening, bukan fit and proper test juga bukan syarat pergi haji. Tapi program ini adalah program percepatan antrean haji. Yang ikut program ini bisa dapat kesempatan haji lebih cepat. "Daripada nunggu 40 tahun, mau nggak nunggunya cuma 4 tahun saja? Kalau tidak mau ya tidak apa-apa," katanya.
2. Di zaman serba online ini, pendidikan bisa diselenggarakan secara online. Sehingga tidak butuh banyak fasilitas aneh-aneh.Dan itu berarti tidak butuh terlalu banyak biaya juga.
3. Untuk memastikan kualitas para lulusannya, maka program ini tentu harus ada tes di tiap semester. "Usulan saya ada tes lisan yang sifatnya live streaming sehingga bisa ditonton seluruh bangsa Indonesia. Jadi semua akan tahu kayak apa kualitas lulusannya," paparnya.
4. Kalau program ini berjalan baik, kita bisa lobi pemerintah Saudi untuk memberikan jatah khusus buat para lulusannya. Sehingga program ini tidak mengurangi jatah kuota aslinya. Misalnya Saudi kasih jatah tambahan 10 ribu orang. Syaratnya para peserta dites bahasa Arab dan hafalan Qur'an serta tes Fiqih, Tafsir, Hadits, Ilmu Al-Quran dan seterusnya.Dan kita mudahkan jalannya menuju Baitullah. Aamien.
Baca Juga: Tak Bisa Berangkat Haji dan Umrah, Berikut Pesan Gus Baha

Ustaz Ahmad Sarwat Lc MA. Foto/dok iNews
(rhs)
Lihat Juga :