Terbanyak di Dunia, Umat Islam Indonesia Antara Kuantitas dan Kualitas

loading...
Terbanyak di Dunia, Umat Islam Indonesia Antara Kuantitas dan Kualitas
Jumlah jamaah haji terbanyak di luar Saudi Arabia pada Tahun 2019 adalah Indonesia yaitu 221 ribu jamaah. Foto/Dok Al Jazeera
Umat Islam Indonesia boleh berbangga karena pernah mencatat sejarah sebagai jamaah Haji terbanyak pada Tahun 2019 yaitu 221 ribu ditambah kuota 10 ribu jamaah. Hal ini tidaklah mengherankan mengingat pemeluk Islam terbesar di dunia adalah negara Indonesia.

Dari hampir dua miliar jumlah umat muslim di muka bumi, paling banyak disumbangkan oleh Indonesia. Lebih dari 221 juta jumlahnya. Itu berarti lebih dari 10-15% dari muslimin sedunia adalah orang Indonesia.

Baca Juga: Saudi Batasi Haji, Menag: Kita Fokus Persiapkan Haji 1443 H

"Seandainya (ini hanya seandainya) di masa sekarang ini Nabi Muhammad SAW masih hidup dan melihat grafik jumlah pemeluk agama Islam di berbagai negara seperti grafik berikut ini, pastilah Beliau SAW bangga dengan kita bangsa Indonesia," kata Pengasuh Rumah Fiqih Indonesia Ustaz Ahmad Sarwat dalam catatan yang dipublishnya lewat media sosial.

Ustaz Ahmad Sarwat merilis grafik daftar jatah kuota haji yang disepakati negara-negara anggota Koferensi Islam (OKI), dimana tiap negara hanya boleh mengirimkan 1/1000 dari jumlah penduduk muslimnya. Dan yang jadi juara bertahan dalam meraih jumlah kuota haji tertinggi selalu Indonesia. Angkanya sangat fantastis yaitu 221 ribu jamaah.

Para pesaingnya nampaknya sulit mengejar ketertinggalan. Pakistan berada di peringkat kedua dengan jumlah 179 ribu jamaah, India di nomor tiga dengan jumlah 170 ribu. Bangladesh di nomor empat 127 ribu dan Mesir di peringkat lima dengan jumlah 108 ribu jamaah saja.

Jumlah pemeluk Islam memang tidak selalu harus terkait dengan kualitasnya. Bisa saja jumlahnya banyak tapi kualitasnya rendah atau sebaliknya, jumlahnya sedikit tapi kualitasnya bagus.

"Namun bukan berarti kita tidak boleh berbangga dengan jumlah yang besar. Toh, Nabi SAW sendiri pun tetap ingin jumlah pemeluk Islam sebagai agama yang dibawanya dipeluk oleh lebih banyak manusia," terang Ustaz Sarwat.

Dalam banyak riwayat disebutkan bahwa Beliau SAW memang termasuk berlomba untuk memperbanyak umatnya dari umat lain. Misalnya anjuran Beliau untuk menikahi wanita yang subur:

تَزَوَّجُوا الوَدُودَ الوَلُودَ، فَإنِّي مُكاثِرٌ بِكُمُ الأنْبِياءَ يَوْمَ القِيامَةِ
halaman ke-1
cover top ayah
يَمۡحَقُ اللّٰهُ الرِّبٰوا وَيُرۡبِى الصَّدَقٰتِ‌ؕ وَاللّٰهُ لَا يُحِبُّ كُلَّ كَفَّارٍ اَثِيۡمٍ
Allah menghapuskan keberkahan riba dan menyuburkan keberkahan sedekah. Allah tidak menyukai orang-orang yang tetap dalam kekafiran dan bergelimang dosa.

(QS. Al-Baqarah:276)
cover bottom ayah
preload video