Mengapa Surah At-Taubah Tak Pakai Basmalah?

Kamis, 17 Juni 2021 - 16:43 WIB
loading...
Mengapa Surah At-Taubah...
Surah At-Taubah adalah Surat ke-9 dalam Al-Quran tergolong surah Madaniyah. Surah ini tidak diawali dengan kalimat Basmalah. Foto/Ist
A A A
Mengapa Surah At-Taubah atau dikenal disebut juga Al-Bara'ah tidak memakai kalimat pembuka Basmalah? Lalu kalimat apa yang dibaca ketika hendak membaca Surah At-Taubah?

Untuk diketahui, Surah At-Taubah adalah Surat ke-9 dalam Al-Qur'an. Surah ini tergolong surah Madaniyah terdiri atas 129 ayat. Dinamakan At-Taubah yang berarti "Pengampunan" karena kata At-Taubah berulang kali disebut dalam surah ini. Dinamakan juga dengan Al-Bara'ah yang berarti berlepas diri.

Menurut Ustaz Farid Nu'man Hasan (Dai lulusan Sastra Arab Universitas Indonesia), bagi yang membaca Surah At-Taubah dianjurkan membaca dengan kalimat ta'awudz, lalu langsung baca ayat pertama tanpa membaca basmalah (Bismillahirrahmanirrahim). Adapun selain Surat At-Taubah dianjurkan membaca Basmalah di awal surat, demikianlah adabnya.

Imam an-Nawawi rahimahullah mengatakan:

وينبغي أن يحافظ على قراءة بسم الله الرحمن الرحيم في أول كل سورة سوى براءة فإن أكثر العلماء قالوا إنها آية حيث تكتب في المصحف

Sepatutnya membiasakan membaca "Bismillahirrahmanirrahim" di awal tiap surah Al-Qur'an kecuali Surah Al-Bara'ah. Mayoritas ulama mengatakan bahwa Basmalah adalah ayat yang tertulis dalam mushaf di setiap awal surah kecuali Al-Bara'ah. (At Tibyan fi Adab Hamalatil Quran, Hal. 82)

Mengapa awal Surah At-Taubah tidak ada Basmalah? Imam Ibnu Katsir rahimahullah menyebutkan dua alasan:

1. Karena para sahabat Nabi tidak menuliskan Basmalah pada awal surah At-Taubah di mushaf induk, dan itulah yang diikuti Utsman radhiyallahu 'anhu saat pembukuan di masanya.

2. At-Taubah termasuk surat yang akhir-akhir turun kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam di Madinah dan surat sebelumnya yaitu Al-Anfal termasuk surat yang awal turun di Madinah, dan kisah keduanya mirip (yaitu tentang peperangan, sehingga dianggap satu kesatuan). Menurut Utsman, sampai Rasulullah wafat belum ada keterangan darinya bahwa Basmalah termasuk darinya. Oleh Utsman, Surah At-Taubah masih bagian Al Anfal, maka keduanya digandengkan dan tanpa dipisahkan dengan Basmalah di antara keduanya. Ini diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi. Sanadnya: hasan. (Tafsir Ibnu Katsir, 4/101). Itulah kenapa tidak ada Basmalah yang fungsinya pembeda antar surat, di antara Al Anfal dengan At Taubah.

Sementara Imam Al-Qurthubi rahimahullah menulis ada lima pendapat:

1. Kebiasaan orang Arab Jahiliyah jika menulis pembatalan atas perjanjian maka mereka tidak menulis basmalah. Sedangkan surat At-Taubah diawali tentang pemutusan perjanjian Rasul-Nya atas pengkhianatan orang-orang Musyrikin Madinah. Lalu Rasulullah mengutus Ali bin Abi Thalib kepada kaum musyrikin menyampaikan membacakannya dan tidak disebutkan basmalah sesuai kebiasaan yang biasa terjadi dalam pemutusan perjanjian.

2. Diriwayatkan dari Utsman juga. Seperti yang dikatakan Imam Malik, pada riwayat Ibnu Wahab, Ibnul Qasim, dan Ibnu Abdil Hakim, bahwa ketika awal turun surah Al-Qur'an maka turun pula basmalah bersamanya. Diriwayatkan dari Ibnu ‘Ajlan bahwa telah sampai kepadanya surah At Taubah itu setara dengan Al-Baqarah atau mendekatinya, sehingga tidak perlu lagi Basmalah. Ini dikatakan. Said bin Jubeir mengatakan: "Al-Bara'ah itu semisal dengan Al-Baqarah".

4. Kahrijah, Abu ‘Ishmah, dan lainnya mengatakan, bahwa terjadi perdebatan saat pembukuan di masa Utsman Radhiallahu 'Anhu. Sebagian sahabat Nabi mengatakan Al Anfal dan At Taubah itu satu kesatuan surah. Sebagian lain mengatakan itu dua surah terpisah. Akhirnya, surah itu dipisahkan untuk mengakomodasi pendapat itu surah yang berbeda, namun tanpa basmalah untuk mengakomodasi yang mengatakan keduanya satu kesatuan surat. Kedua pihak sama-sama ridha hal tersebut. Maka, telah tetap hujjah keduanya dalam penulisannya di mushaf.

5. Ibnu Abbas bertanya kepada Ali kenapa Surah At-Taubah tidak ada Basmalah. Kata Ali: "Karena basmalah itu kalimat keamanan, sedangkan Surat Al-Bara'ah diturunkan dengan pedang bukan dengan keamanan." Ibnul Mubarrad mengatakan: "Itulah kenapa kedua surat itu tidak disatukan, namun tanpa ditulis basmalah karena basmalah itu kasih sayang, sedangkan surat al Bara'ah (At Taubah) turun tentang kemurkaan." Ini juga dikatakan Imam Sufyan bin 'Uyainah.

Imam Al-Qurthubi mengatakan, pendapat yang shahih bahwa basmalah tidak ditulis karena Jibril menurunkannya tanpa basmalah, seperti yang dikatakan Al-Qusyairi. Riwayat dari Utsman menunjukkan bahwa sampai wafatnya Rasulullah ﷺ Beliau tidak menjelaskan tentang basmalah itu sebagai bagian dari Al-Bara'ah. (Tafsir Al Qurthubi, 5/86-87)

Wallahu A'lam

Baca Juga: Doa Khatam Qur'an dan Keutamaannya
(rhs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Momen Vicky Shu Belajar...
Momen Vicky Shu Belajar Al-Fatihah Bahasa Isyarat Bersama Disabilitas Tunarungu
Berapa Lama Seluruh...
Berapa Lama Seluruh Ayat Al Quran Diturunkan? Ini Fakta di Balik 22 Tahun Perjalanannya!
Dukung Pemenuhan Kebutuhan...
Dukung Pemenuhan Kebutuhan Al-Qur'an, Sinar Mas Wakafkan 2.000 Mushaf kepada ICMI
Segera Hadir untuk Umat...
Segera Hadir untuk Umat Muslim, Al-Qur’an Terjemah Bahasa Betawi
Penjelasan Mulianya...
Penjelasan Mulianya Kedudukan Perempuan dalam Al-Qur'an
Wamenag Jelaskan Inovasi...
Wamenag Jelaskan Inovasi Mushaf Al-Qur’an Isyarat kepada Menteri Besar Kelantan
Rekomendasi
Cacing Predator Berusia...
Cacing Predator Berusia 425 Juta Tahun Bergerak seperti Akordeon Ditemukan
Ini Penyebab Lautan...
Ini Penyebab Lautan Pertama di Bumi Tidak Berwarna Biru
4 Fenomena Gaib yang...
4 Fenomena Gaib yang Belum Bisa Dijelaskan secara Sains, Nomor Terakhir Sangat Populer
Artikel Terkini
Asal Usul Rebo Wekasan,...
Asal Usul Rebo Wekasan, Hukum Salat Sunnah dan Sedekah Tolak Bala Menurut Islam
Populer di Bulan Safar...
Populer di Bulan Safar : Mengapa Ada Tradisi Rebo Wekasan di Indonesia?
Teladan Rasulullah SAW...
Teladan Rasulullah SAW kepada Tetangga: Akhlak Mulia yang Tetap Relevan hingga Kini
5 Adab Bertetangga dalam...
5 Adab Bertetangga dalam Islam, Lengkap dengan Dalilnya
Orang yang Mengganggu...
Orang yang Mengganggu Tetangganya Bukan Mukmin, Ini Dalil Hadis dan Penjelasan Ulama
Butuh 7 Hari, CQF Bangun...
Butuh 7 Hari, CQF Bangun Masjid Pertama Asmaul Husna di Aceh Tamiang
Infografis
Presiden Jokowi Perbolehkan...
Presiden Jokowi Perbolehkan Masyarakat Tak Pakai Masker
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved