Hati-hati, Anak Buah Iblis Selalu Mengincar Perceraian
Selasa, 22 Juni 2021 - 15:06 WIB
loading...
A
A
A
هو الذي خلقكم من نفس واحدة وجعل منها زوجها ليسكن إليها
"Dialah yang telah menciptakan kalian dari satu jiwa, dan dari jiwa tersebut Allah ciptakan istrinya agar dia merasa tenang terhadapnya" (Al-A'raf: 189)
Baca juga: Waduh! Kemendag Temukan Penjualan Bahan Berbahaya di Marketplace
Demikian pula wanita, wajib untuk bertakwa kepada Allah dalam urusan suaminya suaminya pergi bekerja, dan bekerja sepanjang harinya, Tidak selayaknya ketika dia pulang, sang istri menghitungnya pada setiap (kekurangan) yang besar dan yang kecil bahkan wajib baginya untuk menjadi sebaik-baik penolong bagi suaminya.
Contohlah apa yang terjadi pada Khadijah, sebagaimana yang beliau radhiyallahuanha kataka. Yakni ketika Nabi mendatanginya dalam keadaan diri beliau shalallahu alaihi wa salam dipenuhi dengan rasa takut, dikarenakan beliau shalallahu alaihi wa salam ketika itu melihat Jibril dan didekap oleh Jibril (diawal mula turun wahyu), beliau khawatir bahwa itu adalah setan atau yang lainnya,
Maka Khadijah radhiyallahuanha berkata untuk menenangkan suaminya kepada beliau shalallahu alaihi wa salam:
"Sekali-kali tidak !
Baca juga: Duterte Ancam Penjarakan Warga yang Menolak Vaksin COVID-19
Allah tidak akan menghinakanmu sungguh engkau adalah seorang yang menyambung silaturahmi dan membantu orang-orang yang kekurangan".
Maka yang semestinya bagi seorang wanita adalah untuk bertakwa kepada Allah subhanahu wa ta'ala dalam urusan suaminya dan bersabar terhadapnya, setelah berjalannya waktu nanti akan datang anak-anak mereka, yang akan menyibukkan mereka.
Adapun apabila seseorang muslim sunni (yang mengamalkan sunnah) menikah dan cerai, menikah dan cerai lagi, hal yang demikian itu terkadang menjadi sebab larinya para wanita dari sunnah (Nabi shallallahu alaihi wa salam) , maka seyogyanya menyibukkan diri mereka dengan ilmu dan ibadah, Allahlah yang menyatukan di antara kedua suami istri.
Baca juga: DPR Resmi Perpanjang Pembahasan RUU PDP dan Penanggulangan Bencana
Wallahu A'lam
"Dialah yang telah menciptakan kalian dari satu jiwa, dan dari jiwa tersebut Allah ciptakan istrinya agar dia merasa tenang terhadapnya" (Al-A'raf: 189)
Baca juga: Waduh! Kemendag Temukan Penjualan Bahan Berbahaya di Marketplace
Demikian pula wanita, wajib untuk bertakwa kepada Allah dalam urusan suaminya suaminya pergi bekerja, dan bekerja sepanjang harinya, Tidak selayaknya ketika dia pulang, sang istri menghitungnya pada setiap (kekurangan) yang besar dan yang kecil bahkan wajib baginya untuk menjadi sebaik-baik penolong bagi suaminya.
Contohlah apa yang terjadi pada Khadijah, sebagaimana yang beliau radhiyallahuanha kataka. Yakni ketika Nabi mendatanginya dalam keadaan diri beliau shalallahu alaihi wa salam dipenuhi dengan rasa takut, dikarenakan beliau shalallahu alaihi wa salam ketika itu melihat Jibril dan didekap oleh Jibril (diawal mula turun wahyu), beliau khawatir bahwa itu adalah setan atau yang lainnya,
Maka Khadijah radhiyallahuanha berkata untuk menenangkan suaminya kepada beliau shalallahu alaihi wa salam:
"Sekali-kali tidak !
Baca juga: Duterte Ancam Penjarakan Warga yang Menolak Vaksin COVID-19
Allah tidak akan menghinakanmu sungguh engkau adalah seorang yang menyambung silaturahmi dan membantu orang-orang yang kekurangan".
Maka yang semestinya bagi seorang wanita adalah untuk bertakwa kepada Allah subhanahu wa ta'ala dalam urusan suaminya dan bersabar terhadapnya, setelah berjalannya waktu nanti akan datang anak-anak mereka, yang akan menyibukkan mereka.
Adapun apabila seseorang muslim sunni (yang mengamalkan sunnah) menikah dan cerai, menikah dan cerai lagi, hal yang demikian itu terkadang menjadi sebab larinya para wanita dari sunnah (Nabi shallallahu alaihi wa salam) , maka seyogyanya menyibukkan diri mereka dengan ilmu dan ibadah, Allahlah yang menyatukan di antara kedua suami istri.
Baca juga: DPR Resmi Perpanjang Pembahasan RUU PDP dan Penanggulangan Bencana
Wallahu A'lam
(wid)
Lihat Juga :