Tanda Kebaikan dalam Rumah Tangga adalah Akhlak dan Kelembutan
Sabtu, 26 Juni 2021 - 05:00 WIB
loading...
A
A
A
Renungkanlah kondisi rumah tangga setiap muslim. Jika selalu dipenuhi dengan suara keras, lantang, kekasaran, atau teriak-teriak, maka harus muhasabah, cepat perbaiki diri. Atau di rumah tangga kerap ada bentakan, pukulan terhadap anak-anak, ditambah dengan jeritan anak-anakmu, bahkan istri berani mengangkat suara tinggi di hadapan suami, maka hal ini juga sangat tidak baik.
Baca juga: Amalkan Doa Ini Saat Rasa Nyeri Haid Menyerang
Kondisi itu sangat jauh dari kebaikan. Segeralah mengubah sikap. Perbaiki kondisi rumah dengan akhlak dan kelembutan, penuhi dengan senyuman. Kalau sudah seperti itu, niscaya Allah menebar kebaikan dalam keluarga muslimin. Bahkan menurut Asy Syaikh Abdul Malik Ar Ramdhani, yang dinukil dari buku Al Mau’izhah Al Hasanah fil Akhlaaqil Hasanah, akhlak itu barometer kebaikan dalam rumah tangga.
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,
“خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لِأَهْلِهِ وَأَنَا خَيْرُكُمْ لِأَهْلِي”
“Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap keluarganya. Dan akulah yang paling baik di antara kalian terhadap keluargaku.” (H.R. Tirmidzi).
Baca juga: Arab Saudi Umumkan Nama 60.000 Jamaah Haji yang Lolos Seleksi Hari Ini
Mungkin sebagian orang bertanya, kenapa Rasulullah menjadikan hubungan seorang kepala keluarga dengan anak istrinya menjadi barometer baiknya seseorang? Penjelasannya adalah watak asli seseorang itu akan lebih ketahuan ketika dia berada di rumahnya. Ini adalah sebuah kaidah yang tidak diragukan lagi.
Seseorang bisa saja berpura-pura berakhlak baik di luar rumah, kemudian bersabar mempertahankan kepura-puraannya itu. Karena interaksi dia di luar rumah itu hanya sedikit saja. Mungkin interaksinya bersama si A cuma setengah jam, bersama si B satu jam, bersama si C bisa jadi lebih atau kurang daripada itu.
Baca juga: Imbas Pandemi, Debt Collector Jadi Sering Ngamuk di Jalan
Baca juga: Amalkan Doa Ini Saat Rasa Nyeri Haid Menyerang
Kondisi itu sangat jauh dari kebaikan. Segeralah mengubah sikap. Perbaiki kondisi rumah dengan akhlak dan kelembutan, penuhi dengan senyuman. Kalau sudah seperti itu, niscaya Allah menebar kebaikan dalam keluarga muslimin. Bahkan menurut Asy Syaikh Abdul Malik Ar Ramdhani, yang dinukil dari buku Al Mau’izhah Al Hasanah fil Akhlaaqil Hasanah, akhlak itu barometer kebaikan dalam rumah tangga.
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,
“خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لِأَهْلِهِ وَأَنَا خَيْرُكُمْ لِأَهْلِي”
“Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap keluarganya. Dan akulah yang paling baik di antara kalian terhadap keluargaku.” (H.R. Tirmidzi).
Baca juga: Arab Saudi Umumkan Nama 60.000 Jamaah Haji yang Lolos Seleksi Hari Ini
Mungkin sebagian orang bertanya, kenapa Rasulullah menjadikan hubungan seorang kepala keluarga dengan anak istrinya menjadi barometer baiknya seseorang? Penjelasannya adalah watak asli seseorang itu akan lebih ketahuan ketika dia berada di rumahnya. Ini adalah sebuah kaidah yang tidak diragukan lagi.
Seseorang bisa saja berpura-pura berakhlak baik di luar rumah, kemudian bersabar mempertahankan kepura-puraannya itu. Karena interaksi dia di luar rumah itu hanya sedikit saja. Mungkin interaksinya bersama si A cuma setengah jam, bersama si B satu jam, bersama si C bisa jadi lebih atau kurang daripada itu.
Baca juga: Imbas Pandemi, Debt Collector Jadi Sering Ngamuk di Jalan
Lihat Juga :