Seorang Laki-laki Mengeluh kepada Imam Hasan Al-Bashri, Begini Kisahnya
Senin, 28 Juni 2021 - 17:09 WIB
loading...
Ulama Tabiin Imam Hasan Al-Bashri memberi jawaban menakjubkan ketika orang-orang mengeluhkan keadaannya. Foto ilustrasi/Ist
A
A
A
Kemiskinan dan kekayaan sejatinya adalah ujian dari Allah. Namun, banyak di antara manusia mengeluhkan tentang kemiskinan yang dihadapinya.
Imam Al-Qurthubi mengemukakan sebuah kisah dalam tafsirnya ketika menerangkan tafsir Surat Nuh. Kisah ini diceritakan kembali oleh Habib Quraisy Baharun dalam kajiannya agar kaum muslimin menjadikan istighfar dan tobat sebagai solusi dari segala persoalan.
Ibnu Shubayh berkata:
شَكَا رَجُلٌ إِلَى الْحَسَنِ الْجُدُوبَةَ فَقَالَ لَهُ: اسْتَغْفِرِ اللَّهَ. وَشَكَا آخَرُ إِلَيْهِ الْفَقْرَ فَقَالَ لَهُ: اسْتَغْفِرِ اللَّهَ. وَقَالَ لَهُ آخَرُ. ادْعُ اللَّهَ أَنْ يَرْزُقَنِي وَلَدًا، فَقَالَ لَهُ: اسْتَغْفِرِ اللَّهَ. وَشَكَا إِلَيْهِ آخَرُ جَفَافَ بُسْتَانِهِ، فَقَالَ لَهُ: اسْتَغْفِرِ اللَّهَ. فَقُلْنَا لَهُ فِي ذَلِكَ؟ فَقَالَ: مَا قُلْتُ مِنْ عِنْدِي شَيْئًا، إِنَّ اللَّهَ تَعَالَى يَقُولُ فِي سُورَةِ” نُوحٍ”: اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كانَ غَفَّاراً. يُرْسِلِ السَّماءَ عَلَيْكُمْ مِدْراراً.
"Ada seorang lelaki mengeluhkan kepada Al-Hasan Al-Bashri tentang musim kering, maka Al-Hasan berkata kepadanya, "Beristighfarlah!". Lalu ada lelaki yang lain mengeluhkan kepadanya tentang kemiskinannya. Maka Al-Hasan berkata, "Beristighfarlah!". Lalu datang lelaki yang lain seraya berkata, "Doakanlah untukku agar Allah menganugerahkan bagiku anak". Maka Al-Hasan berkata kepadanya, "Beristighfarlah!". Lalu datang lelaki yang lain yang mengeluhkan akan kebunnya yang kering. Maka Al-Hasan berkata kepadanya. "Beristighfarlah!".
Kami pun berkata kepadanya tentang jawabannya tersebut, maka Al-Hasan berkata: "Aku sama sekali tidak berpendapat dengan pendapat pribadi, sesungguhnya Allah berfirman dalam Surat Nuh:
"Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, -sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun-, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai." (QS Nuh ayat 10-12)
Baca Juga: Jangan Pernah Menunda Taubat, Yuk Segerakan
Kata Habib Quraisy, dosa dan salah merupakan sifat yang menyertai manusia. Dalam satu hadis yang diriwayatkan Imam Ibnu Majah, Baginda Rasulullah pernah berpesan bahwa seluruh anak Adam berdosa. Dan sebaik-baik orang yang berdosa adalah yang bertaubat.
Dalam hadits Qudsi, Allah berfirman:
يا عبادي! إنَّكم تُخطئون بالليل والنهار، وأنا أغفرُ الذنوبَ جميعاً، فاستغفروني أغفرْ لكم
"Wahai hamba-hambaKu, sesungguhnya kalian berdosa siang dan malam, dan Aku maha mengampuni dosa, maka mintalah ampunan kepadaKu niscaya Aku akan mengampuni kalian." (HR Muslim)
Salafunas Sholeh rahimahullah berkata:"Semua manusia bersalah, ia tidak bisa berlepas diri dari kesalahan, karena Allah tatkala menciptakan malaikat dan menciptakan manusia, maka Allah telah menggariskan terhadap manusia bahwasanya mereka bersalah, bagaimanapun juga, seorang manusia tidak akan terlepaskan dari dosa. Kenapa? karena ia seorang manusia dan bukan Malaikat."
Imam Al-Qurthubi mengemukakan sebuah kisah dalam tafsirnya ketika menerangkan tafsir Surat Nuh. Kisah ini diceritakan kembali oleh Habib Quraisy Baharun dalam kajiannya agar kaum muslimin menjadikan istighfar dan tobat sebagai solusi dari segala persoalan.
Ibnu Shubayh berkata:
شَكَا رَجُلٌ إِلَى الْحَسَنِ الْجُدُوبَةَ فَقَالَ لَهُ: اسْتَغْفِرِ اللَّهَ. وَشَكَا آخَرُ إِلَيْهِ الْفَقْرَ فَقَالَ لَهُ: اسْتَغْفِرِ اللَّهَ. وَقَالَ لَهُ آخَرُ. ادْعُ اللَّهَ أَنْ يَرْزُقَنِي وَلَدًا، فَقَالَ لَهُ: اسْتَغْفِرِ اللَّهَ. وَشَكَا إِلَيْهِ آخَرُ جَفَافَ بُسْتَانِهِ، فَقَالَ لَهُ: اسْتَغْفِرِ اللَّهَ. فَقُلْنَا لَهُ فِي ذَلِكَ؟ فَقَالَ: مَا قُلْتُ مِنْ عِنْدِي شَيْئًا، إِنَّ اللَّهَ تَعَالَى يَقُولُ فِي سُورَةِ” نُوحٍ”: اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كانَ غَفَّاراً. يُرْسِلِ السَّماءَ عَلَيْكُمْ مِدْراراً.
"Ada seorang lelaki mengeluhkan kepada Al-Hasan Al-Bashri tentang musim kering, maka Al-Hasan berkata kepadanya, "Beristighfarlah!". Lalu ada lelaki yang lain mengeluhkan kepadanya tentang kemiskinannya. Maka Al-Hasan berkata, "Beristighfarlah!". Lalu datang lelaki yang lain seraya berkata, "Doakanlah untukku agar Allah menganugerahkan bagiku anak". Maka Al-Hasan berkata kepadanya, "Beristighfarlah!". Lalu datang lelaki yang lain yang mengeluhkan akan kebunnya yang kering. Maka Al-Hasan berkata kepadanya. "Beristighfarlah!".
Kami pun berkata kepadanya tentang jawabannya tersebut, maka Al-Hasan berkata: "Aku sama sekali tidak berpendapat dengan pendapat pribadi, sesungguhnya Allah berfirman dalam Surat Nuh:
"Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, -sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun-, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai." (QS Nuh ayat 10-12)
Baca Juga: Jangan Pernah Menunda Taubat, Yuk Segerakan
Kata Habib Quraisy, dosa dan salah merupakan sifat yang menyertai manusia. Dalam satu hadis yang diriwayatkan Imam Ibnu Majah, Baginda Rasulullah pernah berpesan bahwa seluruh anak Adam berdosa. Dan sebaik-baik orang yang berdosa adalah yang bertaubat.
Dalam hadits Qudsi, Allah berfirman:
يا عبادي! إنَّكم تُخطئون بالليل والنهار، وأنا أغفرُ الذنوبَ جميعاً، فاستغفروني أغفرْ لكم
"Wahai hamba-hambaKu, sesungguhnya kalian berdosa siang dan malam, dan Aku maha mengampuni dosa, maka mintalah ampunan kepadaKu niscaya Aku akan mengampuni kalian." (HR Muslim)
Salafunas Sholeh rahimahullah berkata:"Semua manusia bersalah, ia tidak bisa berlepas diri dari kesalahan, karena Allah tatkala menciptakan malaikat dan menciptakan manusia, maka Allah telah menggariskan terhadap manusia bahwasanya mereka bersalah, bagaimanapun juga, seorang manusia tidak akan terlepaskan dari dosa. Kenapa? karena ia seorang manusia dan bukan Malaikat."
Lihat Juga :