Gerakan Kurban Asyik Tanpa Sampah Plastik Saat Idul Adha
Kamis, 08 Juli 2021 - 17:04 WIB
loading...
A
A
A
"Belum lagi limbah medis yang meningkat tajam dibandingkan di masa normal. Kegiatan kurban yang menjadi bagian dari ritual ibadan dan memberikan dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat seharusnya tidak ikut memperparah persoalan sampah ini. Karena itu, Moment Iduladha dinilai tepat untuk meluncurkan gerakan pengurangan sampah plastik. Masyarakat dapat memanfaatkan besek bambu, daun pisang/jati, plastik gelatin/singkong, dan wadah makanan," tambahnya.
Hal senada diungkapkan Arif Rahmadi Haryono, GM Advokasi & Aliansi Strategis Dompet Dhuafa, semangat keber-Agama-an di dalam perayaan Iduladha sejatinya selaras dengan semangat pelestarian lingkungan.
"Namun, kami melihat kebanyakan masyarakat Indonesia belum menyadari bahayanya sampah plastik bagi lingkungannya sendiri. Gerakan ‘Kurban Asik Tanpa Sampah Plastik’ diluncurkan untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam penggunaan plastik yang tidak dapat didaur ulang, terutama di momen Iduladha," ujar Arif
"Dengan masyarakat didorong untuk mengganti wadah daging kurban yang ramah lingkungan, secara langsung kami juga berharap ada upaya masyarakat untuk menjaga kelestarian wilayahnya tersebut," sambung Arif.
Koordinator klaster ini, yaitu Belantara Foundation juga menambahkan bahwa, belantara sangat mendukung aksi pengurangan sampah plastik. Momen Idul Adha ini menjadi salah satu kesempatan untuk mengajak lebih banyak orang menggunakan bahan yang lebih ramah lingkungan.
"Kami juga yakin kerjasama antara berbagai pihak pada KLFHK, seperti dalam penyelenggaraan ‘Kurban Asik Tanpa Sampah Plastik’ ini, bisa menjadi upaya sinergis untuk mengatasi permasalahan lingkungan hidup dan konservasi lainnya," ujar Sri Mariati, Direktur Eksekutif Belantara Foundation.
Gerakan Kurban Asyik Tanpa Sampah Plastik ini akan dilakukan kurang lebih satu bulan. Kegiatan pertama gerakan ini adalah Philanthropy Sharing Session: “Pengendalian Sampah Plastik Saat Iduladha”. Selain itu materi edukasi juga telah disediakan agar menyebarluasan informasi lebih cepat. Gerakan ini juga meliputi kompetisi pembuatan video terkait inisiatif masyarakat untuk menggunakan bahan ramah lingkungan sebagai wadah daging kurban. Besar harapan agar gerakan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengurangi penggunaan plastik tidak hanya saat Iduladha tapi juga dalam keseharian.
Hal senada diungkapkan Arif Rahmadi Haryono, GM Advokasi & Aliansi Strategis Dompet Dhuafa, semangat keber-Agama-an di dalam perayaan Iduladha sejatinya selaras dengan semangat pelestarian lingkungan.
"Namun, kami melihat kebanyakan masyarakat Indonesia belum menyadari bahayanya sampah plastik bagi lingkungannya sendiri. Gerakan ‘Kurban Asik Tanpa Sampah Plastik’ diluncurkan untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam penggunaan plastik yang tidak dapat didaur ulang, terutama di momen Iduladha," ujar Arif
"Dengan masyarakat didorong untuk mengganti wadah daging kurban yang ramah lingkungan, secara langsung kami juga berharap ada upaya masyarakat untuk menjaga kelestarian wilayahnya tersebut," sambung Arif.
Koordinator klaster ini, yaitu Belantara Foundation juga menambahkan bahwa, belantara sangat mendukung aksi pengurangan sampah plastik. Momen Idul Adha ini menjadi salah satu kesempatan untuk mengajak lebih banyak orang menggunakan bahan yang lebih ramah lingkungan.
"Kami juga yakin kerjasama antara berbagai pihak pada KLFHK, seperti dalam penyelenggaraan ‘Kurban Asik Tanpa Sampah Plastik’ ini, bisa menjadi upaya sinergis untuk mengatasi permasalahan lingkungan hidup dan konservasi lainnya," ujar Sri Mariati, Direktur Eksekutif Belantara Foundation.
Gerakan Kurban Asyik Tanpa Sampah Plastik ini akan dilakukan kurang lebih satu bulan. Kegiatan pertama gerakan ini adalah Philanthropy Sharing Session: “Pengendalian Sampah Plastik Saat Iduladha”. Selain itu materi edukasi juga telah disediakan agar menyebarluasan informasi lebih cepat. Gerakan ini juga meliputi kompetisi pembuatan video terkait inisiatif masyarakat untuk menggunakan bahan ramah lingkungan sebagai wadah daging kurban. Besar harapan agar gerakan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengurangi penggunaan plastik tidak hanya saat Iduladha tapi juga dalam keseharian.
(maf)
Lihat Juga :