Gus Baha Jelaskan Hukum Berkurban untuk Orangtua yang Meninggal
Rabu, 14 Juli 2021 - 17:17 WIB
loading...
Ulama ahli tafsir Gus Baha ketika menjelaskan hukum kurban bagi orangtua yang sudah meninggal. Foto/Channel Sirah Ulama
A
A
A
Dalam satu kajian ilmiah bertema "Berkurban dalam Perspektif Kesehatan", Ulama ahli tafsir Al-Qur'an Gus Baha menerangkan hukum berkurban untuk orangtua yang sudah meninggal.
Ulama bernama asli KH Ahmad Bahauddin Nursalim ini mengatakan, Islam dari dulu membolehkan amal untuk orang lain. Seperti, haji orang tua digantikan oleh anaknya. Berlaku juga Kurban, misal dulu orang tuanya miskin tidak bisa Qurban, sekarang anaknya kaya dan ingin berqurban untuk orang tuanya kira-kira sampai tidak?
Baca Juga: Sisihkan Rezeki, Ini Keutamaan Berkurban di Hari Raya Idul Adha
Mari simak penjelasan Gus Baha berikut dikutip dari portal Islam iqra.id:
"Kurban satu sapi cukup untuk 7 orang. Jumlah 7 orang bisa keluarga maupun orang yang kita amali. Memang dari dulu Islam itu membolehkan amal untuk orang lain.
Dulu ada orang, "Ya Rasulullah orang tua saya sudah tua, beliau ingin haji. Tapi kalau haji tidak bisa karena sudah tidak bisa berkendara unta."
Rasulullah menjawab, "Ya sudah kamu saja yang haji sebagai ganti bapak kamu."
Mulai dari dulu Islam memang ada beberapa hal yang amal itu bisa diamali untuk orang lain. Kurban juga begitu. Biasanya anak-anak yang sholeh itu merasa dulu bapak kami miskin tidak mampu kurban, tidak mampu aqiqah. Terus biasanya si anak melakukan itu untuk bapaknya.
Memang jadi perdebatan ulama, "Apakah mayit ini mendapatkan pahalanya tidak?" Jawabannya begini, kalau mayit itu orang sholeh dapat. Tapi kalau tidak sholeh kemungkinan dapat kecil.
Misalnya ada mayit ketika zaman hidup, anti pati ngamal. "Kok enak uangku yang hilang, orang lain nyate". Dia mentalnya mental kikir. Terus mental seperti itu dibawa mati.
Ulama bernama asli KH Ahmad Bahauddin Nursalim ini mengatakan, Islam dari dulu membolehkan amal untuk orang lain. Seperti, haji orang tua digantikan oleh anaknya. Berlaku juga Kurban, misal dulu orang tuanya miskin tidak bisa Qurban, sekarang anaknya kaya dan ingin berqurban untuk orang tuanya kira-kira sampai tidak?
Baca Juga: Sisihkan Rezeki, Ini Keutamaan Berkurban di Hari Raya Idul Adha
Mari simak penjelasan Gus Baha berikut dikutip dari portal Islam iqra.id:
"Kurban satu sapi cukup untuk 7 orang. Jumlah 7 orang bisa keluarga maupun orang yang kita amali. Memang dari dulu Islam itu membolehkan amal untuk orang lain.
Dulu ada orang, "Ya Rasulullah orang tua saya sudah tua, beliau ingin haji. Tapi kalau haji tidak bisa karena sudah tidak bisa berkendara unta."
Rasulullah menjawab, "Ya sudah kamu saja yang haji sebagai ganti bapak kamu."
Mulai dari dulu Islam memang ada beberapa hal yang amal itu bisa diamali untuk orang lain. Kurban juga begitu. Biasanya anak-anak yang sholeh itu merasa dulu bapak kami miskin tidak mampu kurban, tidak mampu aqiqah. Terus biasanya si anak melakukan itu untuk bapaknya.
Memang jadi perdebatan ulama, "Apakah mayit ini mendapatkan pahalanya tidak?" Jawabannya begini, kalau mayit itu orang sholeh dapat. Tapi kalau tidak sholeh kemungkinan dapat kecil.
Misalnya ada mayit ketika zaman hidup, anti pati ngamal. "Kok enak uangku yang hilang, orang lain nyate". Dia mentalnya mental kikir. Terus mental seperti itu dibawa mati.
Lihat Juga :