Keturunan Rasulullah SAW: Cucu Ali bin Abu Thalib yang Banyak Julukan

Jum'at, 16 Juli 2021 - 17:49 WIB
loading...
Keturunan Rasulullah...
Ilustrasi/Ist
A A A
TAHUN itu, tamatlah riwayat kekaisaran Persia. Yazdajurd , kaisar terakhir Persi wafat di pengasingan, sementara seluruh harta, prajurit dan istana menjadi tawanan kaum muslimin. Semuanya diangkut ke Madinah Al-Munawarah .

Baca juga: Budak Asal Persia yang Akhirnya Hafal Al-Quran dan Menjadi Ahli Hadis

Kemenangan kaum muslimin itu menghasilkan tawanan yang berjumlah banyak, dari kalangan terhormat dan belum pernah penduduk Madinah melihat hasil ghanimah sebanyak dan begitu berharga seperti itu. Di antara tawanan tersebut terdapat pula tiga orang putri kaisar Yazdajurd.

Orang-orang memperhatikan para tawanan tersebut dan beberapa saat kemudian sebagian mereka ikut membelinya, sedangkan bayarannya dimasukkan ke baitul maal kaum muslimin. Tidak ada lagi yang tertinggal selain para putri kaisar yang sangat jelita lagi masih belia.

Ketika ditawarkan untuk dijual, mereka semua tertunduk ke bumi merasa hina dan rendah. Air mata meleleh dari kedua pipi mereka.

Ali bin Abi Thalib merasa iba melihatnya dan berharap semoga yang akan membeli para putri itu adalah orang yang bisa menghargai martabat mereka dan sanggup memelihara mereka dengan baik, sebab Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda, “Kasihanilah para bangsawan yang terhina.”

Dengan segera beliau mendekati Amirul Mukminin Umar bin Khathab dan mengusulkan, “Para putri itu sebaiknya tidak diperlakukan seperti tawanan lainnya.”

Umar berkata, “Engkau benar, tapi bagaimana caranya?”

Ali berkata, “Umumkanlah harga mereka setinggi mungkin, lalu beri mereka kebebasan untuk memilih orang yang bersedia membelinya.”

Baca juga: Pengadilan Hurmuzan: Ketika Umar bin Khattab Tidur di Emperen Masjid

Saran Ali disetujui dan segera dilaksanakan oleh Umar. Putri yang pertama memilih Abdullah bin Umar, putri kedua memilih Muhammad bin Abu Bakar, sedangkan ketiga yang dipanggil dengan Syah Zinan memilih Husain bin Ali bin Abi Thalib, cucu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Tak lama setelah itu, putri yang ketiga langsung masuk Islam dan bagus keislamannya. Sehingga dia beruntung dengan agama yang lurus, juga dimerdekakan dan diambil istri oleh Husain setelah tadinya berstatus budak.

Setelah itu dia tinggalkan segala sesuatu yang berkenaan dengan paganisme (penyembahan berhala) dan mengganti nama “Syah Zinan” yang berarti ratunya para wanita menjadi “Ghazalah”.

Ghazalah amat bahagia menjadi istri dari suami yang paling baik dan paling layak untuk mendapatkan putri raja. Sehingga tiada lagi yang dia cita-citakan selain mendapatkan karunia anak.

Beberapa waktu kemudian, Allah pun memuliakan beliau dengan dikaruniai seorang anak yang tampan. Beliau memberinya nama Ali, sama dengan nama kakeknya Ali bin Abi Thalib.

Baca juga: Untaian Kalimat Umar bin Khattab yang Meningkatkan Wibawa dan Hikmah

Hanya saja, kebahagiaan itu tidak lama dirasakan Ghazalah. Ia segera memenuhi panggilan Rabb-nya akibat pendarahan terus-menerus setelah melahirkan. Sehingga tidak ada kesempatan bagi beliau untuk bersenang-senang dengan anaknya.

Selanjutnya anak tersebut dirawat oleh seorang budak wanita. Dia dicintai seperti darah dagingnya sendiri, dipelihara lebih baik daripada anaknya sendiri. Maka si kecil tumbuh tanpa mengenal orang lain selain budak wanita itu.

Menginjak usia remaja Ali bin Husain sangat tekun dan antusias menuntut ilmu. Madrasah pertama beliau adalah rumahnya sendiri, rumah yang paling mulia dan gurunya pun ayahandanya sendiri. Madrasah yang kedua adalah masjid Nabawi Asy-Syarif yang ramai dikunjungi sisa-sisa sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan generasi tabi’in.

Mereka begitu semangat mendidik para putra sahabat utama. Mengajari Kitabullah, fiqih serta riwayat hadits-hadits nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sesuai dengan target dan obyek yang ditujunya.

Juga menceritakan tentang perjalanan dan perjuangan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, tentang syair-syair Arab dan keindahannya. Mengisi hati mereka dengan kecintaan, takut dan ketakwaan kepada Allah. Dan akhirnya mereka berhasil menjadi ulama yang mau beramal dan menjadi pembimbing bagi orang-orang yang mendapat petunjuk.

Hanya saja hati Ali bin Husain tidaklah terkait dengan sesuatu melebihi keterpautan hatinya terhadap Kitabullah. Tak ada hal lain yang boleh dikagumi sekaligus ditakuti daripada kalimat-kalimat, janji dan ancaman yang ada di dalamnya.

Jika ayat yang beliau baca menyebut-nyebut tentang surga, serasa terbang kerinduan beliau terhadapnya. Bila membaca ayat-ayat tentang neraka, gentar gemetar seakan melihat dan merasakan panas api di tubuhnya.

Dr Abdurrahman Ra’fat Basya dalam bukunya Shuwaru min Hayati at-Tabi’in, atau Mereka Adalah Para Tabi’in, menceritakan memasuki usia dewasa, Ali bin Husain tumbuh menadi seorang pemuda yang kaya ilmu dan ketakwaan.

Baca juga: Benarkah Ali bin Abi Thalib Bilang Perempuan Itu Jahat dalam Segalanya?

Penduduk Madinah mendapatinya sebagai pemuda bani Hasyim yang patut diteladani ibadah dan ketakwaannya, terhormat, luas pengetahuan dan ilmunya, mencapai puncak ibadah dan takwanya. Sampai-sampai setiap kali selesai wudhu terlihat wajahnya pucat seperti ketakutan. Bila ditanya tentang hal itu menjawab, “Duhai celaka, tidakkah kalian tahu, kepada siapa aku akan menghadap dan siapa yang akan aku ajak bicara?”

Melihat kepribadian beliau tersebut, kaumnya memberi julukan “Zainul ‘Abdin” (hiasan para ahli ibadah) dan julukan ini justru lebih dikenal daripada nama aslinya. Selain itu karena sujud yang sangat lama, penduduk Madinah juga menyebutnya sebagai Assajad. Karena jiwanya yang bersih, dijuluki pula dengan “Az-Zakiy”. (Bersambung)
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Kisah Uwais Al-Qarni,...
Kisah Uwais Al-Qarni, Teladan Berbakti kepada Orang Tua yang Dijamin Doanya Mustajab
Kisah Tabiin : Sikap...
Kisah Tabiin : Sikap Rendah Hati Abdullah bin Mubarak, Ulama Teladan dan Ditakuti di Medan Perang
Benarkah Pemimpin Iran...
Benarkah Pemimpin Iran Ayatollah Ali Khamenei Keturunan Rasulullah SAW? Begini Profilnya
Nasihat Penuh Hikmah...
Nasihat Penuh Hikmah Tabi'in Hasan Al-Bashri kepada Pejabat Tinggi
Tokoh-tokoh Tabiin yang...
Tokoh-tokoh Tabiin yang Melakukan Ijtihad sebelum Mazhab-Mazhab
Kisah Tabiin Hasan al-Bashri...
Kisah Tabiin Hasan al-Bashri dan Doanya Agar Terhindar dari Penguasa Zalim
Rekomendasi
7 Hal yang Membuat Nabi...
7 Hal yang Membuat Nabi Muhammad Menjadi Manusia Paling Berpengaruh di Dunia
Fenomena Alam Pusaran...
Fenomena Alam Pusaran Air Menari Terjadi di Italia
Fenomena Efek Stadion...
Fenomena Efek Stadion Badai Erin Kategori 5 Curi Perhatian Dunia
Artikel Terkini
Kenali 7 Ciri Wanita...
Kenali 7 Ciri Wanita yang Tertipu Fitnah Dajjal di Akhir Zaman
Kumpulan Doa Menghadapi...
Kumpulan Doa Menghadapi Fitnah Akhir Zaman, Kaum Muslim Wajib Tahu
Pesugihan untuk Cepat...
Pesugihan untuk Cepat Kaya, Benarkah Bisa Mendatangkan Rezeki? Ini Penjelasan Islam
Pejabat yang Menyesal...
Pejabat yang Menyesal di Hari Kiamat, Siapa Saja Mereka?
Bolehkah Mengejar Jabatan...
Bolehkah Mengejar Jabatan dalam Islam? Ini Penjelasan Hadis dan Kisah Nabi Yusuf AS
Fitnah Kekuasaan: Bahaya...
Fitnah Kekuasaan: Bahaya Jabatan, Mengejar Dunia yang Tiada Akhir
Infografis
10 Ilmuwan Muslim yang...
10 Ilmuwan Muslim yang Mengubah Wajah Ilmu Pengetahuan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved