2 Macam Takbir Hari Raya yang Perlu Diketahui

loading...
2 Macam Takbir Hari Raya yang Perlu Diketahui
Dua macam Takbir yang perlu diketahui salah satunya Takbir Muqoyyad yang hanya berlaku untuk Hari Raya Idhul Adha saja. Foto/Ist
Ustaz Muhammad Ajib Lc MA
Pengajar Rumah Fiqih Indonesia

Setiap muslim dianjurkan mengumandangkan takbir pada dua hari Raya yaitu Idul Fitri dan Idul Adha. Mengumandangkan takbir merupakan bagian dari syiar dan perintah syariat.

Allah berfirman yang artinya: "...Dan berzikirlah (dengan menyebut) Allah dalam beberapa hari yang berbilang..." (Surah Al-Baqarah Ayat 203)

Dua macam Takbir Hari Raya yang perlu diketahui kaum muslimin, yaitu:

1. Takbir Mutlaq/Mursal.
2. Takbir Muqoyyad.

Takbir Mutlaq/Mursal adalah takbir yang tidak terikat dengan waktu sholat, alias kapan saja bahkan tiap detik kalau bisa takbiran terus.

Waktunya dimulai sejak terbenam matahari pada malam hari raya sampai dengan sholat Ied dilaksanakan. Mudahnya sejak adzan Maghrib (misal jam 6 malam) sampai jam 7 pagi misalnya (shalat Ied).

Adapun Takbir Muqoyyad adalah takbir yang dibaca khusus hanya setelah selesai sholat 5 waktu saja. Biasanya setelah salam langsung takbiran (sebelum baca istighfar 3 kali).

Takbir Muqoyyad ini hanya berlaku untuk hari raya Idhul Adha saja. Waktunya dimulai sejak ba'da sholat Shubuh tanggal 9 Dzulhijjah (Hari Arafah) sampai pada ba'da sholat Ashar tanggal 13 Dzulhijjah (Hari Tasyriq).

Berarti Takbir Muqoyyad bisa disimpulkan hanya 5 hari saja.
halaman ke-1
cover top ayah
وَمَنۡ اَحۡسَنُ قَوۡلًا مِّمَّنۡ دَعَاۤ اِلَى اللّٰهِ وَعَمِلَ صَالِحًا وَّقَالَ اِنَّنِىۡ مِنَ الۡمُسۡلِمِيۡنَ
Orang yang lebih baik perkataannya adalah orang yang menyeru kepada Allah dan mengerjakan kebajikan serta berkata, “Sungguh, aku termasuk orang-orang yang berserah diri?”

(QS. Fussilat:33)
cover bottom ayah
preload video