Persiapan Menjelang Usia 40 Tahun
Kamis, 22 Juli 2021 - 17:59 WIB
loading...
A
A
A
2. Meyakini bahwa kematian itu pasti. Kapan pun dan dimana pun kita berada kematian iti mutlak dan pasti adanya terjadi pada diri kita, meski tidak harus mencapai usia senja atau tua. Bukan kematian yang kita khawatirkan, tapi bagaimana kondisi kesiapan kita untuk mempersiapkan menghadapi bekal kematian yang akan dibawa dalam perjalanan selanjutnya.
3. Meyakini bahwa kehidupan di dunia ini hanyalah perjalanan transit sementara, dan ada stasiun akhir yang sedang dan akan kita tuju. Dunia ini tidak lebih dari perjalanan seorang musafir yang hanya sekadar berteduh manakala terik matahari dan akan melanjutkan perjalanan di sore harinya.
4. Mulai mempersiapkan ilmu menghadap Allah kelak. Ilmu yang harus dipersiapkan dan dipelajari, yaitu ilmu-ilmu mengenal Allah seperti ilmu Tauhid beserta sifat-sifat 20 yang Wajib dan Mustahil bagi Allah serta sifat Jaiz bagi-Nya.
5. Mulai menekuni dan memperdalam ilmu-ilmu kebersihan hati dan jiwa dengan mempelajari sifat-sifat akhlak Mahmudah dan Mazmumah dalam ranah ilmu Tasawuf.
6. Mulai memperbanyak istighfar menyesali dosa-dosa masa lalu. Usahakan membaca minimal 100 hingga 1.000 kali istighfar setiap hari.
7. Mulai merutinkan membaca wiridan-wiridan surah dalam Al-Qur'an, misalnya Surah Yasin, Al-Waqi'ah, Al-Mulk, minimal Surah Al-Fatihah atau Surah Al-Ikhlas setiap malam, sebab amaliah tersebut akan bisa menjadi syafa'at di alam Barzakh.
8. Mulai memperbanyak membaca sholawat Nabi minimal 300 kali hingga 1.000 kali dalam sehari agar memperoleh jaminan syafa'at dari Habibuna baginda Rasulullah SAW.
9. Mulai menggadha sholat-sholat wajib 5 waktu di kala ada kesempatan luang serta memperbanyak shalat-shalat sunnah rawatib, dhuha, tahajud, tasbih dan lain sebagainya.
10. Memperbanyak amaliyah kebaikan lainnya, seperti: sering menghadiri majelis ilmu, membaca zikir zahir maupun zikir sirr, sedekah, serta amal kebaikan lainnya.
11. Sering-seringlah meminta maaf dan ridha mereka terhadap orang-orang yang sepergaulan dengan kita. Dengan demikian, kita telah mengurangi beban dosa terhadap sesama makhluk yang kelak bisa saja menghabiskan amal kebaikan kita di akhirat.
3. Meyakini bahwa kehidupan di dunia ini hanyalah perjalanan transit sementara, dan ada stasiun akhir yang sedang dan akan kita tuju. Dunia ini tidak lebih dari perjalanan seorang musafir yang hanya sekadar berteduh manakala terik matahari dan akan melanjutkan perjalanan di sore harinya.
4. Mulai mempersiapkan ilmu menghadap Allah kelak. Ilmu yang harus dipersiapkan dan dipelajari, yaitu ilmu-ilmu mengenal Allah seperti ilmu Tauhid beserta sifat-sifat 20 yang Wajib dan Mustahil bagi Allah serta sifat Jaiz bagi-Nya.
5. Mulai menekuni dan memperdalam ilmu-ilmu kebersihan hati dan jiwa dengan mempelajari sifat-sifat akhlak Mahmudah dan Mazmumah dalam ranah ilmu Tasawuf.
6. Mulai memperbanyak istighfar menyesali dosa-dosa masa lalu. Usahakan membaca minimal 100 hingga 1.000 kali istighfar setiap hari.
7. Mulai merutinkan membaca wiridan-wiridan surah dalam Al-Qur'an, misalnya Surah Yasin, Al-Waqi'ah, Al-Mulk, minimal Surah Al-Fatihah atau Surah Al-Ikhlas setiap malam, sebab amaliah tersebut akan bisa menjadi syafa'at di alam Barzakh.
8. Mulai memperbanyak membaca sholawat Nabi minimal 300 kali hingga 1.000 kali dalam sehari agar memperoleh jaminan syafa'at dari Habibuna baginda Rasulullah SAW.
9. Mulai menggadha sholat-sholat wajib 5 waktu di kala ada kesempatan luang serta memperbanyak shalat-shalat sunnah rawatib, dhuha, tahajud, tasbih dan lain sebagainya.
10. Memperbanyak amaliyah kebaikan lainnya, seperti: sering menghadiri majelis ilmu, membaca zikir zahir maupun zikir sirr, sedekah, serta amal kebaikan lainnya.
11. Sering-seringlah meminta maaf dan ridha mereka terhadap orang-orang yang sepergaulan dengan kita. Dengan demikian, kita telah mengurangi beban dosa terhadap sesama makhluk yang kelak bisa saja menghabiskan amal kebaikan kita di akhirat.
Lihat Juga :