Kisah Imam Ahmad bin Hanbal dan Istighfar Tukang Roti
Senin, 20 April 2020 - 23:50 WIB
loading...
A
A
A
Penjual roti ini punya perilaku unik, jika Imam Ahmad mengajak ngomong, dijawabnya. Kalau tidak, dia terus membuat adonan roti sambil melafalkan istighfar, "Astaghfirullah". Ketika maruh garam Astaghfirullah, mecahin telur Astaghfirullah, campur gandum Astaghfirullah. Tukang roti ini selalu mendawamkan istighfar. Sebuah kebiasaan mulia. Kebiasaan itu pun menarik perhatian Imam Ahmad.
Lalu Imam Ahmad bertanya: "Sudah berapa lama kamu lakukan ini?". Orang itu menjawab: "Sudah lama sekali syeikh, saya menjual roti sudah 30 tahun, jadi semenjak itu saya lakukan".
Imam Ahmad bertanya "Ma tsamarotu fi'luk?" "apa hasil dari perbuatanmu ini?". Tukang roti itu menjawab "(lantaran wasilah istighfar) tidak ada hajat yang saya minta, kecuali pasti dikabulkan Allah. Semua yang saya minta ya Allah, langsung diterima".
Lalu orang itu melanjutkan: "Semua dikabulkan Allah kecuali satu, masih satu yang belum Allah kasih". Imam Ahmad penasaran dan bertanya: "Apa itu". Kata orang itu "saya minta kepada Allah supaya dipertemukan dengan Imam Ahmad".
Mendengar itu, seketika itu Imam Ahmad langsung bertakbir: "Allahu Akbar". Allah telah mendatangkan saya jauh dari Bagdad pergi ke Bashrah bahkan sampai didorong-dorong oleh marbot masjid itu sampai ke jalanan ternyata berkat istighfarmu".
Penjual roti itu pun terperanjat seraya memuji kebesaran Allah. Dia tak menyangka kalau orangtua yang diajaknya menginap di tempatnya adalah seorang ulama besar yang dirindukannya.
Demikian kisah Imam Ahmad bin Hanbal dan istighfar tukang roti yang penuh hikmah. Rasulullah SAW pernah bersabda: "Barangsiapa yang menjaga (mendawamkan) istighfar, maka Allah akan menjadikan jalan keluar baginya dari semua masalah dan Allah akan berikan rizki dari jalan yang tidak disangka-sangkanya".
Lalu Imam Ahmad bertanya: "Sudah berapa lama kamu lakukan ini?". Orang itu menjawab: "Sudah lama sekali syeikh, saya menjual roti sudah 30 tahun, jadi semenjak itu saya lakukan".
Imam Ahmad bertanya "Ma tsamarotu fi'luk?" "apa hasil dari perbuatanmu ini?". Tukang roti itu menjawab "(lantaran wasilah istighfar) tidak ada hajat yang saya minta, kecuali pasti dikabulkan Allah. Semua yang saya minta ya Allah, langsung diterima".
Lalu orang itu melanjutkan: "Semua dikabulkan Allah kecuali satu, masih satu yang belum Allah kasih". Imam Ahmad penasaran dan bertanya: "Apa itu". Kata orang itu "saya minta kepada Allah supaya dipertemukan dengan Imam Ahmad".
Mendengar itu, seketika itu Imam Ahmad langsung bertakbir: "Allahu Akbar". Allah telah mendatangkan saya jauh dari Bagdad pergi ke Bashrah bahkan sampai didorong-dorong oleh marbot masjid itu sampai ke jalanan ternyata berkat istighfarmu".
Penjual roti itu pun terperanjat seraya memuji kebesaran Allah. Dia tak menyangka kalau orangtua yang diajaknya menginap di tempatnya adalah seorang ulama besar yang dirindukannya.
Demikian kisah Imam Ahmad bin Hanbal dan istighfar tukang roti yang penuh hikmah. Rasulullah SAW pernah bersabda: "Barangsiapa yang menjaga (mendawamkan) istighfar, maka Allah akan menjadikan jalan keluar baginya dari semua masalah dan Allah akan berikan rizki dari jalan yang tidak disangka-sangkanya".
(rhs)
Lihat Juga :