Abu Lahab: Mayatnya Membusuk Tak Ada yang Sudi Mengubur

Jum'at, 29 Mei 2020 - 08:12 WIB
loading...
Abu Lahab: Mayatnya...
Luka tersebut menyebabkan infeksi yang akhirnya menyebar di sekujur tubuh Abu Lahab sampai akhirnya dia mati. Foto/Ilustrasi/Ist
A A A
ABU Lahab bin Abdul Muthalib bin Hasyim merupakan salah satu paman Nabi SAW . Nama aslinya adalah Abdul Uzza. Lahab berarti 'yang menyala-nyala.' Sebutan itu disematkan karena waktu kecil dia dikenal dari wajahnya yang tampak cerah. (Baca juga: Kisah Leluhur Rasulullah dan Jabatan Pemegang Kunci Ka'bah )

Allah SWT melaknat Abu Lahab. Namanya bahkan diabadikan melalui surah al-Lahab yang terdiri atas lima ayat. Asbabun nuzul surah itu diterangkan Imam Bukhari yang meriwayatkan dari Ibnu Abbas.

Konteksnya adalah sesudah Nabi SAW menerima wahyu pertama. Awalnya, beliau SAW melakukan dakwah secara sembunyi-sembunyi. Selang waktu kemudian, turun surah asy-Syu'ara' ayat ke-214 yang artinya, "Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat." Maka, beliau SAW pun mulai menyebarkan risalah Islam secara terbuka.

"Suatu hari, Rasulullah SAW naik ke atas bukit Shafa lalu memanggil orang-orang Quraisy untuk berkumpul. Pada saat mereka telah berkumpul, Rasulullah lalu berkata, 'Sekiranya saya sekarang mengatakan kepada kalian bahwa pasukan musuh akan menyerang kalian di pagi ini atau sore ini, apakah kalian akan mempercayainya?'

Mereka serentak menjawab, 'Ya.'

Baca juga: Ka'bah: Kisah Nazar Abdul Muthalib Menyembelih Anaknya

Rasulullah SAW lalu berkata, 'Sesungguhnya saya sekarang memberi peringatan kepada kalian terhadap akan datangnya azab yang pedih.'

Mendengar ucapan Nabi SAW tersebut, Abu Lahab langsung menyahut, 'Celaka engkau, apakah hanya untuk menyampaikan hal ini engkau mengumpulkan kami!?'

Baca juga: Ka'bah: Kisah Paganisme Pasca-Nabi Ismail dan Pra-Islam

Muhammad Husain Haekal dalam Sejarah Hidup Muhammad menggambarkan Abu Lahab adalah seorang laki-laki berbadan gemuk dan cepat naik darah. Mendengar respon pamannya itu, Rasulullah SAW terdiam. Dilihatnya pamannya itu. Sesudah itu Allah SWT melalui Jibril AS menurunkan surah al-Lahab kepada Nabi SAW."

تَبَّتۡ يَدَاۤ اَبِىۡ لَهَبٍ وَّتَبَّؕ

1. Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan benar-benar binasa dia!

مَاۤ اَغۡنٰى عَنۡهُ مَالُهٗ وَمَا كَسَبَؕ

2. Tidaklah berguna baginya hartanya dan apa yang dia usahakan.

سَيَصۡلٰى نَارًا ذَاتَ لَهَبٍ

3. Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak (neraka).

وَّامۡرَاَ تُهٗ ؕ حَمَّالَةَ الۡحَطَبِ‌ۚ‏

4. Dan (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar (penyebar fitnah).

فِىۡ جِيۡدِهَا حَبۡلٌ مِّنۡ مَّسَدٍ

5. Di lehernya ada tali dari sabut yang dipintal.

Surah al-Lahab sendiri secara harfiah berarti 'gejolak api' atau 'sabut.' Pada ayat keempat dan kelima, disebutkan firman Allah SWT yang artinya: "Dan (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar", "Yang di lehernya ada tali dari sabut."

Maknanya, istri Abu Lahab kelak juga akan merasakan siksa api neraka. Riwayat Ibnu Jarir yang sampai pada Yazid bin Zaid menyebutkan, suatu ketika istri Abu Lahab menebarkan duri-duri ke jalan yang biasa dilalui Nabi SAW. Tidak lama kemudian, turunlah surah al-Lahab, ayat kesatu hingga keempat.

Shabi
Rabiah bin Ibad bercerita pengalamannya yang kala itu masih jahiliyah, "Saya melihat Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam di pasar Dzi Majaz, terus mengajak masyarakat, "Wahai manusia, ucapkanlah Laa ilaaha illallah kalian akan beruntung."

Beliau masuk ke lorong-lorong jalan. Banyak orang yang mengerumuni beliau, dan tidak ada satupun berkomentar, sementara beliau tidak henti-hentinya menyatakan, "Wahai manusia, ucapkanlah Laa ilaaha illallah kalian akan beruntung."

Hanya saja di belakang beliau ada orang yang wajahnya sangat putih, jambulnya menjuntai itulah Abu Lahab dia selalu mengatakan, "Dia itu shabi (pembawa agama baru), pendusta. Saya bertanya, Siapa ini? Mereka mengatakan, "Muhammad bin Abdillah. Dia mengaku jadi nabi." Lalu siapa yang menyebutnya dusta? tanyaku. "Pamannya, Abu Lahab." Jawab mereka. (Ahmad 16023 dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth)

Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam disebut shabi, karena beliau membawa ajaran agama baru yang tidak dikenal masyarakatnya. Meskipun sejatinya itu ajaran tauhid, millah Ibrahim alaihis salam yang sudah dilupakan masyarakat Jahiliyah. Berangkat dari makna ini, kata shabi bisa digunakan untuk menyebut orang yang agamanya baik dan bisa juga digunakan untuk menyebut penganut agama sesat.

Matinya Abu Lahab
Untuk diketahui, surah al-Lahab turun 10 tahun sebelum matinya Abu lahab. Karena itu, banyak ulama yang berpendapat, turunnya firman Allah SWT itu sebagai salah satu mukjizat.

Kematian Abu Lahab terjadi setelah Perang Badar . Waktu itu, dia tidak mengikuti pertempuran tersebut. Dengan menyetor 4.000 dirham, dia meminta seorang temannya, al-Ashi bin Hisyam, untuk menggantikannya di medan perang.

Perang Badar berakhir dengan kekalahan yang memalukan dari pihak musyrikin Quraisy. Sepekan setelah itu, Abu Lahab menderita sakit parah. Dia pun meregang nyawa dan tewas.

Kisah lain menyebut, ketika Abu Sufyan bersama kafilahnya tiba di Makkah dari Perang Badar, Abu Lahab memintanya untuk menceritakan kejadian yang menimpa mereka dan sebab-sebab kekalahan mereka. Dalam beberapa riwayat lain, yang bercerita adalah Mughirah ibn Al Harits anggota pasukan Quraisy bukan Abu Sufyan. (Baca juga: Perang Badar (1): Menguji Kesetiaan Kaum Anshar )

Ketika Abu Sufyan bercerita, ada seorang sahaya yang hadir di dekat mereka, yang selama ini telah menyembunyikan keislamannya merasa bahagia mendengar kisah yang disampaikan Abu Sufyan sehingga keislamannya tebongkar.

Tiba-tiba Abu Lahab bangkit menerjang dan menghajar sahaya tersebut. Tidak disangka, dari arah lain saudara ipar Abu Lahab dan istri Abbas yang juga hadir di sana, Ummu al Fadhl (yang diam-diam juga telah memeluk Islam), menghantamkan tiang tenda di atas kepala Abu Lahab sekerasnya hingga berlumuran darah.

Luka tersebut menyebabkan infeksi yang akhirnya menyebar di sekujur tubuh Abu Lahab sampai akhirnya dia mati. (Baca juga: Perang Badar (2): Bukti Dahsyatnya Kekuatan Doa dan Keyakinan )

Jasadnya diabaikan orang-orang tiga hari berturut-turut. Bau busuk menyeruak. Para tetangganya memutuskan untuk menggali sebuah lubang besar dan memasukkan mayat Abu Lahab ke dalam boks kayu. Dimasukkanlah peti kayu dan isinya itu ke dalam lubang tersebut.

Cara menguburkannya begitu merepotkan. Orang-orang tidak tahan dengan bau busuk yang keluar dari jasad Abu Lahab, sehingga mereka memasukkan peti tadi dari kejauhan. Sesudah itu, lubang tadi dilempari dengan kerikil dan tanah sampai rata. Demikianlah akhir hayat sang penentang dakwah Nabi SAW. (Baca juga: Mengenal 313 Pejuang Terbaik Ahlul Badar, Siapa Saja Mereka? )
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Menelusuri Jejak Kehidupan...
Menelusuri Jejak Kehidupan Rasulullah di Museum Biografi Nabi Muhammad di Makkah
Kisah Rasulullah SAW...
Kisah Rasulullah SAW Menyembelih 100 Unta setelah Melaksanakan Haji Wada
Rasulullah SAW Pernah...
Rasulullah SAW Pernah Menunda Ibadah Haji Hingga 4 Tahun, Begini Kisahnya!
Kisah Baginda Nabi Muhammad...
Kisah Baginda Nabi Muhammad SAW Ketika Bertemu Lailatul Qadar
Kisah Rasulullah SAW...
Kisah Rasulullah SAW yang Melipatgandakan Sedekah di Bulan Ramadan
Kumpulan Kisah Nabi...
Kumpulan Kisah Nabi SAW di Bulan Ramadan, Dari Terima Wahyu Al Quran hingga Perintah Segerakan Berbuka Puasa
Rekomendasi
Bromo Bersalju: Selimut...
Bromo Bersalju: Selimut Kristal Es Ajaib Selimuti Lautan Pasir, Pertanda Apa?
Ketika Bumi Berhenti...
Ketika Bumi Berhenti Berputar, Hal Ini yang Dirasakan Penduduk Dunia
Abbas bin Firnas, Ilmuwan...
Abbas bin Firnas, Ilmuwan Islam Penemu Pesawat Terbang Sebelum Wright Bersaudara
Artikel Terkini
Perlukah Melakukan Resolusi...
Perlukah Melakukan Resolusi Hidup di Tahun Baru Islam?
Doa Akhir dan Awal Tahun...
Doa Akhir dan Awal Tahun Baru Islam yang Penting Diketahui!
Bolehkah Puasa pada...
Bolehkah Puasa pada 1 Muharram? Ini Penjelasan Ulama dan Dalilnya
Khotbah Jumat : 5 Pelajaran...
Khotbah Jumat : 5 Pelajaran dalam Pergantian Tahun Baru Hijriyah
Mengapa Muharram Menjadi...
Mengapa Muharram Menjadi Bulan Pertama Tahun Hijriah? Ini Sejarah dan Keistimewaannya
Jangan Salah Kaprah!...
Jangan Salah Kaprah! Begini Cara Menyambut Tahun Baru Islam Menurut Syariat
Infografis
Penemuan-penemuan Ilmuwan...
Penemuan-penemuan Ilmuwan Muslim yang Mengubah Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved