Kisah Bijak Para Sufi: Tiga Ekor Ikan
Sabtu, 30 Mei 2020 - 06:04 WIB
loading...
A
A
A
"Terima kasih banyak, saya sudah mengerti," ujar Si Bodoh. Selesai berkata, ia melentingkan tubuhnya keluar air, mendarat tepat di sebelah kaki penjala ikan itu.
Penjala ikan itu, yang telah kehilangan dua ekor ikan sebelumnya, menaruh ikan yang satu itu ke dalam keranjang tanpa mau repot rnemastikan apakah ikan itu hidup atau mati, ia menebar jalanya lagi dan lagi ke kolam, namun kedua ikan yang pertama telah aman bersembunyi di dasar kolam. Kali ini keranjang itu benar-benar tertutup rapat.
Baca juga: Abu Nawas Memang Debitur yang Cerdik, Tuan Tanah Kena Tipu
Akhirnya, penjala ikan itu berhenti. Ia membuka keranjang, dilihatnya ikan bodoh itu tidak bernafas, dan membawanya pulang untuk santapan kucing.
---
Dikisahkan bahwa Husein, cucu Nabi Muhammad, menyampaikan cerita ini kepada Khajagan (Para Guru) yang pada abad ke-14 mengubah nama rnereka menjadi Thoriqoh Naqshibandiah.
Terkadang kisah ini dikatakan berlatar di sebuah 'dunia' yang dikenal sebagai Karatas, Negeri Batu Hitam.
Versi ini berasal dari Abdal (Yang Berubah) Afifi. Ia mendengarnya dari Syeh Muhammad Asghar, yang wafat tahun 1813, dimakamkan di Delhi. (Baca juga: Abu Nawas Hamil dan Hendak Melahirkan, Baginda Jadi Dukun Beranak )
Dinukil dari Idries Shah, Harta Karun dari Timur Tengah - Kisah Bijak Para Sufi
Penjala ikan itu, yang telah kehilangan dua ekor ikan sebelumnya, menaruh ikan yang satu itu ke dalam keranjang tanpa mau repot rnemastikan apakah ikan itu hidup atau mati, ia menebar jalanya lagi dan lagi ke kolam, namun kedua ikan yang pertama telah aman bersembunyi di dasar kolam. Kali ini keranjang itu benar-benar tertutup rapat.
Baca juga: Abu Nawas Memang Debitur yang Cerdik, Tuan Tanah Kena Tipu
Akhirnya, penjala ikan itu berhenti. Ia membuka keranjang, dilihatnya ikan bodoh itu tidak bernafas, dan membawanya pulang untuk santapan kucing.
---
Dikisahkan bahwa Husein, cucu Nabi Muhammad, menyampaikan cerita ini kepada Khajagan (Para Guru) yang pada abad ke-14 mengubah nama rnereka menjadi Thoriqoh Naqshibandiah.
Terkadang kisah ini dikatakan berlatar di sebuah 'dunia' yang dikenal sebagai Karatas, Negeri Batu Hitam.
Versi ini berasal dari Abdal (Yang Berubah) Afifi. Ia mendengarnya dari Syeh Muhammad Asghar, yang wafat tahun 1813, dimakamkan di Delhi. (Baca juga: Abu Nawas Hamil dan Hendak Melahirkan, Baginda Jadi Dukun Beranak )
Dinukil dari Idries Shah, Harta Karun dari Timur Tengah - Kisah Bijak Para Sufi
(mhy)
Lihat Juga :