Istidraj, Mengapa Umat Islam Tak Merasa Terkena Azab Ini?

Minggu, 05 September 2021 - 18:06 WIB
loading...
Istidraj, Mengapa Umat...
Istidraj merupakan suatu jebakan berupa kenikmatan kelapangan rezeki padahal penerimanya dalam keadaan terus menerus bermaksiat pada Allah Taala. Foto ilustrasi/ist
A A A
Istidraj dalah salah satu azab yang sangat mengerikan. Sebab, seseorang yang sudah terkena istidraj berarti Allah Ta'ala sudah memalingkan perhatian dari mereka. Orang yang kena azab Istidraj tidak akan mendapat karunia Allah di dunia dan di akhirat.

Sebagaimana Allah Ta'ala jelaskan dalam surat Al-An'am ayat 44.

فَلَمَّا نَسُوا۟ مَا ذُكِّرُوا۟ بِهِۦ فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ أَبْوَٰبَ كُلِّ شَىْءٍ حَتَّىٰٓ إِذَا فَرِحُوا۟ بِمَآ أُوتُوٓا۟ أَخَذْنَٰهُم بَغْتَةً فَإِذَا هُم مُّبْلِسُونَ

“Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa.” (QS. Al An’am: 44).

Baca juga: Hati-hati dengan Istidraj dan Ini 5 Ciri-cirinya

Setiap muslim harus tahu dan hati-hati serta waspada terhadap istidraj. Karena istidraj adalah suatu jebakan berupa kenikmatan kelapangan rezeki padahal penerimanya dalam keadaan terus menerus bermaksiat pada Allah padahal sudah sering diingatkan.

Menurut Ustadz Abdul Somad , ketika peminum khamar, pezina, koruptor, penipu, pembohong, serta pendosa hidupnya nampak tenang, perutnya kenyang, dan terlihat tak ada kesusahan, maka dia terkena Istidraj.

"Para pendosa yang hidupnya justru dimudahkan oleh harta dunia, maka mereka sesungguhnya sedang di azab Allah. Ini adalah azab yang lebih mengerikan daripada penyakit. Azab berbalut nikmat, itu istidraj namanya, " tegas Ustadz Abdul Somad dalam salah satu ceramahnya di kanal youtube.

Ustadz Abdul Somad menambahkan sederhananya adalah, jika kita dapati seseorang yang semakin buruk kualitas ibadahnya, semakin tidak ikhlas, berkurang kuantitasnya, sementara maksiat semakin banyak, baik maksiat kepada Allah dan manusia, tapi Allah berikan harta melimpah ruah, kesenangan hidup begitu mudah didapatkan, tidak pernah sakit dan celaka, panjang umur, bahkan Allah berikan keluarbiasaan pada kekuatan tubuhnya.

Maka, hati-hatilah bisa jadi ini adalah istidraj baginya, bukan kharamah. Secara berangsur-angsur Allah Ta'ala menariknya dalam kebinasaan. Puncaknya, dia akan diazab dengan azab neraka jika tidak bertaubat.

Baca juga: Mengapa Tamu Adalah Penunjuk Jalan Menuju Surga?

Jadi, ketika Allah Ta'ala membiarkan seseorang :

1. Sengaja meninggalkan shalat.
2. Sengaja meninggalkan puasa.
3. Tidak ada perasaan berdosa ketika bermaksiat dan membuka aurat.
4. Berat untuk bershadaqah.
5. Merasa bangga dengan apa yang dimiliki.
6. Mengabaikan semua atau mungkin sebagian perintah Allah.
7. Menganggap enteng perintah- perintah Allah.
8. Merasa umurnya panjang dan menunda-nunda taubat.
9. Tidak mau menuntut ilmu syar’I.
10. Lupa akan kematian.

Tetapi Allah Ta'ala malah memberikan :

1. Harta yang berlimpah.
2. Kesenangan terus menerus.
3. Dikagumi dan dipuja puji banyak orang.
4. Tidak pernah diberikan sakit.
5. Tidak pernah diberikan musibah.
6. Hidupnya aman-aman saja.

Hati-hati karena semuanya itu adalah istidraj. Ini merupakan bentuk kesengajaan dan pembiaran yang dilakukan Allah Ta'ala pada hambaNya yang sengaja berpaling dari perintah-perintah Allah, Allah menunda segala bentuk azabNya.

Baca juga: Doa Setelah Membaca Surat Al-Waqiah, Arab, Latin dan Artinya

Allah Ta'ala membiarkan hamba tersebut semakin lalai dan semakin diperbudak dunia, Allah membuatnya lupa pada kematian. Jangan dulu merasa aman, nyaman, tentram dengan hidup kita saat ini, seolah hidup kita penuh berkah dari Allah, lihat diri kita. Bila semua kesenangan yang Allah titipkan tapi justru membuat kita semakin jauh dari Allah dan melupakan segala perintah-perintahNya bersiaplah utk menantikan konsekuensinya, karena janji Allah itu Maha Benar.

Tolak ukur kebahagiaan bukanlah diukur dari banyaknya harta, tahta, dan keturunan melainkan karena ketaqwaannya kepada Allah Azza wajalla. Maka, hendaklah setiap muslim takut jika selalu mendapat karunia Allah, padahal dia tetap dalam perbuatan maksiat kepada-Nya, jangan sampai karunia itu semata-mata dia mendapat azab istidraj dari Allah”.

Wallahu A'lam
(wid)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Doa Nabi Luth AS : Mohon...
Doa Nabi Luth AS : Mohon Dijauhkan dari Azab Allah
Kisah-kisah dalam Al...
Kisah-kisah dalam Al Quran : 12 Kaum yang Dibinasakan karena Dosa Mereka
Ayat-Ayat Al-Quran Tentang...
Ayat-Ayat Al-Quran Tentang Azab Terhadap Suatu Kaum
5 Perkara yang Menyebabkan...
5 Perkara yang Menyebabkan Turunnya Azab Allah SWT di Dunia
Mengapa Ada Golongan...
Mengapa Ada Golongan yang Dilaknat Allah SWT? Perbuatan Apa yang Dilakukan?
Diazab Allah SWT : Inilah...
Diazab Allah SWT : Inilah Jejak Kota yang Dikutuk dan Terbuang
Rekomendasi
Penemuan Mengejutkan...
Penemuan Mengejutkan dari Mumi Oezti Berusia 5.000 Tahun Dibeberkan
Harta Karun Air Purba...
Harta Karun Air Purba Berusia 6 Juta Tahun Ditemukan di Bawah Pegunungan Sisilia
Ulasan Lengkap Riset...
Ulasan Lengkap Riset Potensi Gempa dan Tsunami di Selatan Jawa
Artikel Terkini
Sebaik-baikya Puasa...
Sebaik-baikya Puasa Setelah Ramadan, Ternyata Puasa Muharram!
Bacaan Niat 3 Jenis...
Bacaan Niat 3 Jenis Puasa Sunnah Muharram, Harian, Tasua dan Asyura
Puasa Asyura 2026: Jadwal,...
Puasa Asyura 2026: Jadwal, Dalil, dan Keutamaan Besarnya Menurut Hadis Nabi
Peristiwa di Bulan Muharram...
Peristiwa di Bulan Muharram : Bahtera Nabi Nuh AS Berlabuh setelah 150 Tahun Terombang-ambing Banjir
7 Kisah Para Nabi di...
7 Kisah Para Nabi di Bulan Muharram yang Diabadikan Al Quran
Bolehkah Menggabungkan...
Bolehkah Menggabungkan Niat Puasa Sunnah?
Infografis
10 Kota Israel Dihuni...
10 Kota Israel Dihuni Banyak Umat Islam, Ada yang 99% Muslim
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved