Penuhi 5 Syarat Ini Jika Ingin Menegakkan Amar Makruf Nahi Munkar
Minggu, 31 Mei 2020 - 06:30 WIB
loading...
A
A
A
Keinginannya untuk menegakkan amar makruf nahi munkar tidak terwujud. Andai niatnya ikhlas karena Allah dan tidak mau diperdaya oleh duniawi, tentulah ia akan berhasil menegakkan perintah agama tersebut.(Baca Juga: Syariah yang Mulai Digandrungi dan Bangkitnya Semangat Keislaman)
Imam Abu Laits berkata, seseorang yang akan menjalankan amar makruf dan nahi munkar harus memenuhi lima syarat berikut, yaitu:
1. Berilmu, sebab orang yang bodoh tidak mengerti hakikat makruf dan munkar.
2. Ikhlas karena Allah Ta'ala dan niat untuk menegakkan agama Allah.
3. Kasih sayang kepada yang dinasihati, dengan lunak dan ramah tamah. Tidak menggunakan kekerasan sebab Allah telah berpesan kepada Nabi Musa dan Nabi Harun supaya berlaku lemah lembut ketika menghadapi Fir'aun.
4. Sabar dan tenang, sebab Allah berfirman "Wa'mur bil ma'rufi wanha anil-munkar wash bir 'ala maa ashabaka (anjurkan kebaikan dan cegahlah yang mungkar dan sabarlah terhadap segala penderitaanmu)."
5. Harus mengerjakan apa-apa yang dianjurkan supaya tidak dicemooh orang atas perbuatannya sendiri sehingga tidak termasuk pada ayat yang berbunyi: "Ata'murunannasa bil-birri watansauna anfusakum. Artinya, apakah kamu menganjurkan kebaikan kepada orang lain sedangkan kamu melupakan dirimu sendiri."(Baca Juga: Para Dai Itu Mengajak, Bukan Menghakimi)
Wallahu A'lam
Imam Abu Laits berkata, seseorang yang akan menjalankan amar makruf dan nahi munkar harus memenuhi lima syarat berikut, yaitu:
1. Berilmu, sebab orang yang bodoh tidak mengerti hakikat makruf dan munkar.
2. Ikhlas karena Allah Ta'ala dan niat untuk menegakkan agama Allah.
3. Kasih sayang kepada yang dinasihati, dengan lunak dan ramah tamah. Tidak menggunakan kekerasan sebab Allah telah berpesan kepada Nabi Musa dan Nabi Harun supaya berlaku lemah lembut ketika menghadapi Fir'aun.
4. Sabar dan tenang, sebab Allah berfirman "Wa'mur bil ma'rufi wanha anil-munkar wash bir 'ala maa ashabaka (anjurkan kebaikan dan cegahlah yang mungkar dan sabarlah terhadap segala penderitaanmu)."
5. Harus mengerjakan apa-apa yang dianjurkan supaya tidak dicemooh orang atas perbuatannya sendiri sehingga tidak termasuk pada ayat yang berbunyi: "Ata'murunannasa bil-birri watansauna anfusakum. Artinya, apakah kamu menganjurkan kebaikan kepada orang lain sedangkan kamu melupakan dirimu sendiri."(Baca Juga: Para Dai Itu Mengajak, Bukan Menghakimi)
Wallahu A'lam
(rhs)
Lihat Juga :