Ustaz Adi Hidayat Berikan Tips Jadi Orang Kaya Sesungguhnya
Jum'at, 10 September 2021 - 05:10 WIB
loading...
A
A
A
Kalau dia nggak pernah belajar tangganya maka selamanya dia tidak akan pernah naik. Jadi pembuktian dari awal persis seperti Sayyidah Maryam itu diberikan pendahuluan oleh Allah. Sebelum melahirkan Nabi Isa 'alaihissalam dengan cara yang tidak biasa. Sayyidah Maryam diberikan pengantar oleh Allah. Apa pengantarnya?
Dari mulai beliau tumbuh berkembang dirawat (diasuh) oleh pamannya Nabi Zakariya 'alaihissalam. Apa yang terjadi dengan beliau. Masya Allah, tiba-tiba setiap mau makan, makanannya ada. Setiap ada kebutuhan diantar semua oleh Nabi Zakariya. Baru dibuka pintu mihrabnya sudah ada semua yang dibutuhkan. Ini yang sering diulang-ulang dalam Al-Qur'an Surah ke-3 (QS 'Ali Imran) Ayat ke-37.
فَتَقَبَّلَهَا رَبُّهَا بِقَبُوۡلٍ حَسَنٍ وَّاَنۡۢبَتَهَا نَبَاتًا حَسَنًا ۙ وَّكَفَّلَهَا زَكَرِيَّا ؕ كُلَّمَا دَخَلَ عَلَيۡهَا زَكَرِيَّا الۡمِحۡرَابَۙ وَجَدَ عِنۡدَهَا رِزۡقًا ۚ قَالَ يٰمَرۡيَمُ اَنّٰى لَـكِ هٰذَا ؕ قَالَتۡ هُوَ مِنۡ عِنۡدِ اللّٰهِؕ اِنَّ اللّٰهَ يَرۡزُقُ مَنۡ يَّشَآءُ بِغَيۡرِ حِسَابٍ
"Maka Dia (Allah) menerimanya dengan penerimaan yang baik, membesarkannya dengan pertumbuhan yang baik dan menyerahkan pemeliharaannya kepada Zakaria. Setiap kali Zakaria masuk menemuinya di mihrab (kamar khusus ibadah), dia dapati makanan di sisinya. Dia berkata, "Wahai Maryam! Dari mana ini engkau peroleh?" Dia (Maryam) menjawab, "Itu dari Allah." Sesungguhnya Allah memberi rezeki kepada siapa yang Dia kehendaki tanpa perhitungan."
Sampai ada keyakinan di jiwa Sayyidah Maryam, ini Allah yang berikan. Beliau yakin kepada Allah dengan seyakin-yakinnya, tersambung dengan kuat. Itulah puncak keimanan paling dalam, dengan semua itu muncullah ketakwaan. Jadi sudah tidak berfikir yang lain lagi, karena sudah merasa dibuktikan oleh Allah.
Asal kamu berikhtiar dengan cara yang benar, maka Allah tunjukkan jalan untuk mendapatkan kecukupan dalam kehidupan. Ini muqaddimahnya, jadi jangan khawatir. Jangan pernah membangun persepsi di benak kita bahwa ini bisa miskin, bisa jadi fakir, tidak! Batas paling rendahnya adalah cukup.
Kemiskinan hanya terjadi bagi orang yang tidak pernah merasa cukup. Sedangkan orang yang selalu mencukupnya dirinya (merasa cukup), maka pada hakikatnya dia adalah orang kaya yang sesungguhnya. Inilah poinnya!"
Baca Juga: Rajin Sholat Tapi Suka Nonton Porno, Begini Jawaban Ustaz Adi Hidayat
Berikut Tausiyah UAH disiarkan Channel resmi Adi Hidayat Official:
Dari mulai beliau tumbuh berkembang dirawat (diasuh) oleh pamannya Nabi Zakariya 'alaihissalam. Apa yang terjadi dengan beliau. Masya Allah, tiba-tiba setiap mau makan, makanannya ada. Setiap ada kebutuhan diantar semua oleh Nabi Zakariya. Baru dibuka pintu mihrabnya sudah ada semua yang dibutuhkan. Ini yang sering diulang-ulang dalam Al-Qur'an Surah ke-3 (QS 'Ali Imran) Ayat ke-37.
فَتَقَبَّلَهَا رَبُّهَا بِقَبُوۡلٍ حَسَنٍ وَّاَنۡۢبَتَهَا نَبَاتًا حَسَنًا ۙ وَّكَفَّلَهَا زَكَرِيَّا ؕ كُلَّمَا دَخَلَ عَلَيۡهَا زَكَرِيَّا الۡمِحۡرَابَۙ وَجَدَ عِنۡدَهَا رِزۡقًا ۚ قَالَ يٰمَرۡيَمُ اَنّٰى لَـكِ هٰذَا ؕ قَالَتۡ هُوَ مِنۡ عِنۡدِ اللّٰهِؕ اِنَّ اللّٰهَ يَرۡزُقُ مَنۡ يَّشَآءُ بِغَيۡرِ حِسَابٍ
"Maka Dia (Allah) menerimanya dengan penerimaan yang baik, membesarkannya dengan pertumbuhan yang baik dan menyerahkan pemeliharaannya kepada Zakaria. Setiap kali Zakaria masuk menemuinya di mihrab (kamar khusus ibadah), dia dapati makanan di sisinya. Dia berkata, "Wahai Maryam! Dari mana ini engkau peroleh?" Dia (Maryam) menjawab, "Itu dari Allah." Sesungguhnya Allah memberi rezeki kepada siapa yang Dia kehendaki tanpa perhitungan."
Sampai ada keyakinan di jiwa Sayyidah Maryam, ini Allah yang berikan. Beliau yakin kepada Allah dengan seyakin-yakinnya, tersambung dengan kuat. Itulah puncak keimanan paling dalam, dengan semua itu muncullah ketakwaan. Jadi sudah tidak berfikir yang lain lagi, karena sudah merasa dibuktikan oleh Allah.
Asal kamu berikhtiar dengan cara yang benar, maka Allah tunjukkan jalan untuk mendapatkan kecukupan dalam kehidupan. Ini muqaddimahnya, jadi jangan khawatir. Jangan pernah membangun persepsi di benak kita bahwa ini bisa miskin, bisa jadi fakir, tidak! Batas paling rendahnya adalah cukup.
Kemiskinan hanya terjadi bagi orang yang tidak pernah merasa cukup. Sedangkan orang yang selalu mencukupnya dirinya (merasa cukup), maka pada hakikatnya dia adalah orang kaya yang sesungguhnya. Inilah poinnya!"
Baca Juga: Rajin Sholat Tapi Suka Nonton Porno, Begini Jawaban Ustaz Adi Hidayat
Berikut Tausiyah UAH disiarkan Channel resmi Adi Hidayat Official:
(rhs)
Lihat Juga :