Mengenal Jin Qorin yang Ungkap Misteri Pembunuhan di Subang, Yuk!
Selasa, 14 September 2021 - 05:15 WIB
loading...
A
A
A
Beliau menjawab: “Juga kepada saya, tetapi Allah Azza wa Jalla membantuku melawannya sehingga dia masuk Islam. Maka dia tidak memerintahkanku kecuali dengan kebaikan”. [HR Muslim, no: 2814; Ahmad, no. 3770; dari Abdullah bin Mas’ûd]
Baca juga: Ibu dan Anak Gadisnya Dibunuh dengan Kondisi Tanpa Sehelai Benang, Warga Tanyakan ke Jin Qorin
Qarin secara bahasa artinya pasangan, orang yang digabungkan, orang yang dijadikan kawan. Sehingga qarîn di dalam hadits ini maksudnya adalah jin atau malaikat yang disertakan kepada setiap manusia. Jin tersebut selalu mengajak kepada keburukan, sedangkan malaikat selalu mengajak kepada kebaikan. Adapun hikmah diadakannya qarîn bagi manusia dari kalangan jin dan malaikat itu adalah sebagai ujian dari Allah SWT kepada manusia.
Dalam riwayat disebutkan bahwa Rasulullah SAW juga didampingi jin semasa hidupnya. Namun, Allah memberikannya karunia sehingga ia mampu menaklukannya. Jin tersebut pun tidak menyesatkannya dan hanya memerintahkan Rasulullah kepada perbuatan baik saja.
Berbeda dengan Rasulullah, manusia biasa tidak mampu menaklukan jin. Namun, kekuatan jin tersebut bisa dilemahkan dengan kekuatan iman yang ada di dalam diri.
Kesurupan
Perihal tentang mungkinnya jin masuk ke dalam tubuh manusia merupakan salah satu sisi perbedaan antara jin dengan malaikat. Hal ini sudah menjadi bahan perdebatan sejak dulu antara Ulama Ahlussunnah dengan para pengikut aliran Mu’tazilah yang bermadzhab rasionalisme.
Dalil-dalil yang menunjukkan tentang mungkinnya jin masuk ke dalam tubuh manusia serta dapat mempengaruhi perasaan dan pikirannya.
Berikut ini kita sebutkan beberapa dalil yang dikemukakan oleh para ulama Ahlussunnah tentang kemungkinan jin masuk ke dalam tubuh manusia atau kesurupan.
1. Firman Allâh Taala:
Orang-orang yang memakan harta riba itu, mereka tidak berdiri (dari kubur mereka) kecuali seperti orang yang kerupan kemasukan setan.[ QS al-Baqarah/2:275 ].
Imam al-Baghawi dalam tafsirnya berkata, “Mereka tidak berdiri dari kubur mereka pada Hari Kiamat melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan”.
Imam al-Qurthubi dalam tafsirnya juga berkata, dalam ayat tersebut terdapat dalil yang menunjukkan tentang kekeliruan pendapat orang yang mengingkari kesurupan karena jin, mengira bahwa hal itu gejala alam semata, bahwa setan tidak berjalan dalam tubuh manusia dan tidak ada kesurupan karena setan.
2. Dan sabda Rasûlullâh SAW:
Baca juga: Ibu dan Anak Gadisnya Dibunuh dengan Kondisi Tanpa Sehelai Benang, Warga Tanyakan ke Jin Qorin
Qarin secara bahasa artinya pasangan, orang yang digabungkan, orang yang dijadikan kawan. Sehingga qarîn di dalam hadits ini maksudnya adalah jin atau malaikat yang disertakan kepada setiap manusia. Jin tersebut selalu mengajak kepada keburukan, sedangkan malaikat selalu mengajak kepada kebaikan. Adapun hikmah diadakannya qarîn bagi manusia dari kalangan jin dan malaikat itu adalah sebagai ujian dari Allah SWT kepada manusia.
Dalam riwayat disebutkan bahwa Rasulullah SAW juga didampingi jin semasa hidupnya. Namun, Allah memberikannya karunia sehingga ia mampu menaklukannya. Jin tersebut pun tidak menyesatkannya dan hanya memerintahkan Rasulullah kepada perbuatan baik saja.
Berbeda dengan Rasulullah, manusia biasa tidak mampu menaklukan jin. Namun, kekuatan jin tersebut bisa dilemahkan dengan kekuatan iman yang ada di dalam diri.
Kesurupan
Perihal tentang mungkinnya jin masuk ke dalam tubuh manusia merupakan salah satu sisi perbedaan antara jin dengan malaikat. Hal ini sudah menjadi bahan perdebatan sejak dulu antara Ulama Ahlussunnah dengan para pengikut aliran Mu’tazilah yang bermadzhab rasionalisme.
Dalil-dalil yang menunjukkan tentang mungkinnya jin masuk ke dalam tubuh manusia serta dapat mempengaruhi perasaan dan pikirannya.
Berikut ini kita sebutkan beberapa dalil yang dikemukakan oleh para ulama Ahlussunnah tentang kemungkinan jin masuk ke dalam tubuh manusia atau kesurupan.
1. Firman Allâh Taala:
الَّذِينَ يَأْكُلُونَ الرِّبَا لَا يَقُومُونَ إِلَّا كَمَا يَقُومُ الَّذِي يَتَخَبَّطُهُ الشَّيْطَانُ مِنَ الْمَسِّ
Orang-orang yang memakan harta riba itu, mereka tidak berdiri (dari kubur mereka) kecuali seperti orang yang kerupan kemasukan setan.[ QS al-Baqarah/2:275 ].
Imam al-Baghawi dalam tafsirnya berkata, “Mereka tidak berdiri dari kubur mereka pada Hari Kiamat melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan”.
Imam al-Qurthubi dalam tafsirnya juga berkata, dalam ayat tersebut terdapat dalil yang menunjukkan tentang kekeliruan pendapat orang yang mengingkari kesurupan karena jin, mengira bahwa hal itu gejala alam semata, bahwa setan tidak berjalan dalam tubuh manusia dan tidak ada kesurupan karena setan.
2. Dan sabda Rasûlullâh SAW:
إِنَّ الشَّيْطَانَ يَجْرِى مِنَ الإِنْسَانِ مَجْرَى الدَّمِ
Lihat Juga :