Kisah Sufi

Kisah di Zaman Nabi Syuaib: Tanda Hukuman Tuhan

loading...
Kisah di Zaman Nabi Syuaib: Tanda Hukuman Tuhan
Ibadah tanpa kenikmatan tak lebih dari sekadar khayalan. (Foto/Ilusrasi: Ist)
Pada zaman Nabi Syuaib, seorang pria datang ke hadapan Nabi, "Tuhan telah menyaksikan semua dosa yang aku lakukan. Namun karena kemurahanNya, Ia masih juga belum menghukumku."

Baca juga: Kisah Darwis Yang Mengetuk Pintu Rumah Si Kikir

Tuhan lalu berkata kepada Syuaib, "Katakan pada orang itu: Engkau merasa Tuhan belum menghukummu padahal sebaliknya.

"Tuhan telah menghukum tetapi kau tak menyadarinya. Kau berkelana di tengah rimba tanpa tujuan. Tangan dan kakimu terikat. Kau tak lain hanyalah baja yang penuh dengan karat.

Semakin hari kau dibutakan oleh hal-hal spiritual. Bila api mengenai baja yang masih bersih, jelaganya terlihat seketika. Tapi dengan baja yang permukaannya amat hitam seperti milikmu, siapa yang mampu melihat betapa tebalnya jelaga itu?

Ketika kau berhenti mengingat-Nya, lapisan karat itu bergerak menuju jiwamu.

Bila kau menulis di atas sehelai kertas, tulisan itu akan mudah terbaca. Namun bila kertas itu kau remas berulang kali, apa yang kau tulis akan sulit untuk kau baca.

Tenggelamkan dirimu dalam larutan pembersih karat. Hapus jelaga itu seluruhnya.

Baca juga: Kisah Darwis dan Saudagar: Orang Kaya Sesungguhnya

Setelah Nabi Syuaib mengutarakan semua ini, saat itu pula mawar bermekaran di hati pria itu. Tapi ia masih bertanya, "Aku masih ingin tahu satu tanda bahwa Dia benar-benar telah menghukumku."

Sekali lagi Tuhan, melalui lidah Syuaib, berkata, "Aku takkan menyingkapkan rahasiamu, tapi Aku akan tunjukkan sehingga kau mengerti.

Dalam hidupmu, kau telah banyak beramal saleh. Kau sering berpuasa dan salat malam. Tapi kau belum menikmati semua itu. Kau memiliki banyak buah, namun tak ada yang rasanya manis. Tanpa cita rasa dan benih kenikmatan, sebiji apel takkan tumbuh menjadi pohon yang penuh dengan buah. Begitu pula dengan ibadahmu, ibadah tanpa kenikmatan tak lebih dari sekadar khayalan..."

Baca juga: Kisah Sufi: Tanggung Jawab Guru dan Permata Dzun-Nun
(mhy)
cover top ayah
وَلَا تَكُوۡنُوۡا كَالَّذِيۡنَ نَسُوا اللّٰهَ فَاَنۡسٰٮهُمۡ اَنۡفُسَهُمۡ‌ؕ اُولٰٓٮِٕكَ هُمُ الۡفٰسِقُوۡنَ
Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, sehingga Allah menjadikan mereka lupa akan diri sendiri. Mereka itulah orang-orang fasik.

(QS. Al-Hasyr:19)
cover bottom ayah
preload video